
Hari ini Selir Pertama terpaksa bangun cukup pagi,pasalnya Yie Er menyuruh Rei Rei memanggil Selir Pertama ke kediaman Xauli sesegera mungkin,dengan sedikit ancaman.
"Selir Pertama!" panggil Faing Yu pelan.
"Hmm...!" deham Selir Pertama masih tertidur nyenyak dalam mimpi nya.Kemarin malam,Selir Pertama tidak bisa tidur dikarenakan perutnya yang berontak sakit akibat masakan buatannya sendiri.Jika sudah seperti itu bisa dibilang senjata makan tuan.
"Selir Pertama,Anda disuruh menghadap Permaisuri di kediamannya," ucap Faing Yu lumayan keras disamping telinga Selir Pertama.
Pelayan-pelayan yang lainnya tersenyum menahan tawa sambil terus mengerjakan tugas mereka.
"Aiss apa kau bilang? Selir ini dipanggil Permaisuri lemah tak berguna itu," desis Selir Pertama kesal masih dengan mata setengah terbuka.
"Y...ya Selir Pertama," gugu Faing Yu.
"Sialan... mengapa harus sepagi ini? Lagipula anggota kerajaan yang lainnya mungkin masih tertidur nyenyak," gerutu Selir Pertama.
"Pelayan Permaisuri tadi bilang jika Anda tak segera menemuinya,maka hukuman Anda akan bertambah dua kali lipat," ucap Faing Yu terlihat cemas.
"Berani sekali Permaisuri lemah tak berguna itu seenaknya menyuruh Selir ini!" desis Selir Pertama bangkit dari peraduannya.Berjalan pelan menuju bak mandi besar nan mwah miliknya.
"Selir Pertama,saya yakin jika Permaisuri lemah tak berguna itu suatu saat akan menyesal dengan apa yang sekarang ia perbuat kepada Anda," ucap Faing Yu sama kesalnya dengan sang Jungjungan.
"Ya kau benar Faing Yu.Selir ini akan buat itu terjadi sesegera mungkin," ucap Selir Pertama dengan seringai licik di bibirnya.
"Itu akan segera terjadi Selir Pertama,lagi pula 65% rencana kita telah berhasil," seru Fei Lin pelayan Selir Pertama yang lain.
"Hmm ya," ucap Selir Pertama singkat.
__ADS_1
Setelah ucapan singkat itu,Selir Pertama dan para pelayan nya asik dengan pikiran masing-masing yang sama jahatnya.
"Rei Rei,apa kau sudah menyampaikan nya kepada Selir Pertama?" tanya Yie Er masih menempel ria di peraduan dengan Yuan yang masih tertidur nyenyak memeluk pinggang Yie Er.
"Ya Selir Pertama,saya telah menyampaikan nya dengan baik," ucap Rei Rei menahan senyumannya sedari tadi melihat Jungjungannya yang kasmaran.
"Yu Are,Chau Ci,beritahu Rei Rei jangan tersenyum seperti itu!" gerutu Yie Er tak enak hati melihat senyuman Rei Rei.
"Mengapa begitu Permaisuri? apa senyuman ku begitu memesona?" tanya Rei Rei semakin merekahkan senyumannya.
"Ahh sudahlah Permaisuri,biarkan Rei Rei tersenyum seperti itu.Lagipula Rei Rei bahagia melihat Yang Mulai tak ingin lepas dari Anda," ucap Yu Are ikut tersenyum bahkan terkekeh bersama tabib Chau Ci.
Mereka bahagia melihat Yie Er yang tampak merona senang.
"Kalian bisa saja.Yang Mulia seperti ini karena tertidur sehingga tak memiliki mempunyai kesadaran," ucap Yie Er menahan senyumnya.
"Sehingga Permaisuri bisa bermesraan dengan Yang Mulia," lanjut Rei Rei tersenyum genit.
Ketiga pelayan Yie Er kompak memberikan tatapan seperti itu kepada Yie Er.Mereka bertiga pergi dari kediaman Xauli dengan senyuman genit kepada Yie Er.
"Ahh mengapa harus seperti ini? rasanya aku malu," gumam Yie Er yang hanya bisa didengar dirinya seorang.
Kemarin malam Yie Er benar-benar tidur dengan Yuan dalam artian sebenarnya.Dan sekarang Yie Er akan tetap membiarkan dirinya tetap pada posisi seperti ini.Toh Yie Er merasa sangat nyaman seperti ini,tubuhnya serasa lengket tak ingin beranjak dari peraduannya walau sedikit saja.
Sekarang dirinya hanya tingga menunggu ke datangan Selir Pertama dengan posisi nyaman seperti ini.Untunglah Yuan benar-bebar tertidur nyenyak pagi ini,dengan memeluk pinggang ramping nya.
Lumayan lah untuk membuat Selir Pertama terbakar api cemburu,lagi pula rencana Yie Er memanggil Selir Pertama sepagi ini memang untuk membuatnya cemburu.
__ADS_1
"Permaisuri!"
Sebuah panggilan membuyarkan lamunan Yie Er.Yie Er tahu jelas orang yang memanggilnya siapa,dia adalah Selir Pertama.
"Selir Pertama,Permaisuri ini menunggu sedari tadi dengan bosan." Yie Er berucap penuh ketenangan,mengabaikan Selir Pertama yang tengah memandangnya tak suka.
"Ahh maafkan Selir ini Permaisuri! Selir ini sedang merasa tak enak badan dengan kejadian kemarin malam," ucap Selir Pertama,tersirat sedikit sindiran untuk Yie Er.Sesekali melirik Yuan yang masih tertidur nyenyak.
"Ahh benarkah? Jika begitu,Yang Mulia dan Permaisuri ini sama.Kami juga merasa tak enak badan sehingga masih berada di peraduan.Lihat lah sendiri! Yang Mulia masih tertidur dengan nyenyak nya." Yie Er berucap tanpa melihat Selir Pertama.
Yie Er sengaja melakukan itu,fokusnya hanya kepada Yuan dengan mengusap rambut pria yang tengah memeluknya itu.
Selir Pertama tentu saja merasa panas melihat itu semua,sebisa mungkin Selir Pertama mencoba menahan emosinya.
"Anda benar Permaisuri,Yang Mulia terlihat kelelahan," ucap Selir Pertama berjalan mendekat.
"Ya,Selir Pertama.Dan berhubungan Permaisuri ini pun merasa lelah.Hmm... mengenai hukuman mu Permaisuri ini akan... ehmm... Permaisuri ini akan memberikan seperempat hukuman saja sisanya setelah Permaisuri ini beristirahat," ucap Yie Er tenang seolah perkataannya tidak berarti apa-apa.
"Seperempat?" ucap Selir Pertama lebih tepatnya sebuah pekikan.Panas ditubuh Selir Pertama semakin bertambah,ingin sekali Selir Pertama memukul wajah Permaisuri lemah tak berguna itu.Huh beruntung lah ini semua bagian dari rencana yang sebentar lagi akan seselai dengan sempurna.
"Ya,apa ada yang salah?" tanya Yie Er tanpa dosa.
"Ehmm tidak." Selir Pertama berucap berat.
"Jika begitu,Permaisuri ini akan menyuruh Selir Pertama terlebih dahulu untuk pekerjaan mencuci,yang akan di awasi langsung oleh Menteri Wei." Yie Er tersenyum manis menunjukkan Menteri Wei menggunakan dagunya yang sudah berdiri dibelakang Selir Pertama.
"Mencuci?" Selir Pertama berucap tak percaya.
__ADS_1
Ohhh apakah Permaisuri lemah tak berguna dihadapannya ini gila menyuruh dirinya mencuci.