Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Tudingan palsu


__ADS_3

"Maaf Ibu Suri! Ibu Suri Agung sudah tiada karena keracunan. Terlalu banyak tanaman Marijuana didalam tubuh Ibu Suri Agung!" Tabib Istana menghela nafas, menatap Ibu Suri, juga Permaisuri di depannya.


"Tidak, berani-beraninya kau membohongi Ibu Suri ini!" Marah Ibu Suri menunjuk wajah tabib di depannya. Dia yang dikenal tak pernah marah sekarang meluapkan kemarahannya.


"Maafkan tabib ini Ibu Suri!" Tabib di depannya menunduk dalam. Matanya enggan menatap kedua wajah di depannya. 


"Berani nya tabib rendah sepertimu berkata seperti itu!" 


Ibu Suri berdesis, menyangkal semua perkataan tabib istana. Dengan derai air mata, menatap tubuh kaku Ibu Suri Agung. 


"Ibu Suri. Perkataan tabib memang benar!" 


"Tapi mengapa sangat tiba-tiba seperti ini?!" Sangkal Ibu Suri menatap mata berkaca milik Yie Er. Kemudian tangisannya memenuhi kediaman. Memegang tangan Ibu Suri Agung erat-erat.


"Ibu Suri, biarkan Ibu Suri Agung pergi dengan tenang." Yie Er terdiam, satu air mata jatuh melewati tulang pipinya. 


"Seharusnya Ibu Suri Agung saat ini berada di kediamannya Yie Er. Dan ini semua tidak akan pernah terjadi!" Ucap Ibu Suri penuh rasa sesal. 


"Tidak Ibu Suri, kita akan mencari pelakunya. Untuk sekarang biarkan Ibu Suri Agung pergi dengan tenang!" Ucap Yie Er, menatap yakin Ibu Suri. 

__ADS_1


Ibu Suri terdiam dengan cucuran air matanya, memikirkan segala kemungkinan yang ada. Ya, pelakunya harus segera ditemukan. Dan dihukum dengan seberat- beratnya. 


Dia ataupun penyidik istana akan menemukan pelakunya. Pelaku yang sekarang tengah tertawa penuh kemenangan, mendengar berita kematian Ibu Suri Agung.


"Bagaimana ini bisa terjadi!" Suara dingin Yuan terdengar. 


Yuan dikejutkan dengan berita tidak diduga. Pekerjaan di atas mejanya ia tinggalkan begitu saja. Menggeram marah menatap semua orang dengan tangisnya di kediaman Ibu Suri. 


"APA TELINGA KALIAN TULI….!!!" Yuan  berteriak marah. Mata merahnya menatap setiap orang di kediaman itu tajam.


Membuat mereka mengatup bibir rapat- rapat takut menahan kemarahan Yuan. Sampai Yie Er berseru tanpa takut, menatap dalam Yuan di depannya. 


"Marijuana?!" Yuan terdiam. Rahangnya mengeras, urat- urat lehernya menonjol. Mata merahnya menatap tajam Yie Er. 


"Kremasikan Ibu Suri Agung! Zhen akan segera menyelidiki ini dengan penyidik Istana." Desis Yuan. Berlalu pergi membawa semua amarahnya. 


Yie Er menghela nafas, menatap Ibu Suri yang masih mengeluarkan air matanya. Dengan Selir- Selir Yuan yang lain, apalagi dengan Selir Pertama, sangat berdrama.


"Mari, bantu Permaisuri ini mengkremasikan tubuh Ibu Suri Agung!" Ucap Yie Ee menatap Selir- Selir di depanya. 

__ADS_1


"Permaisuri! Mengapa Ibu Suri Agung sampai seperti ini? Dan mengapa ia meninggal di kediaman Ibu Suri?" Selir Pertama bertanya dengan mata sembabnya. Membuat Selir lain menatap tak suka dirinya. 


"Selir Pertama! Permaisuri ini tidak begitu tahu. Mungkin Selir Pertama mengetahui itu?!" Balas Yie Er, menatap muak Selir Pertama di depannya.


Membuat bisik- bisik terdengar dari pelayan Ibu Suri Agung yang belum menerima kematian Junjungan mereka yang tak disangka. 


Mayat Ibu Suri Agung di kremasikan di tengah aula istana. Dengan pakaian putihnya Yuan mengkremasikan mayat Ibu Suri Agung, disaksikan semua rakyat Dinasti Han. Mayat Ibu Suri Agung menghilang. Tidak ada lagi tangisan Ibu Suri sekarang. Hanya ada tatan kosong di wajahnya. Sampai sebuah keputusan diambil. 


Ibu Suri, menatap tajam Yuan di kursi kebesarannya. Bersama dengan senyuman penuh kemenangan Selir Pertama di wajah sembabnya. 


"Zhen sudah memutuskan. Akan dilakukan penggeledahan kepada kediaman Ibu Suri dan Permaisuri!" Keputusan Yuan terucap. Bisik- bisik orang- orang mulai terdengar di seluruh ruangan. Mempertanyakan Ibu Suri dan Permaisuri mereka.


"Tapi Yang Mulia! Ibu Suri dan Permaisuri ini tidak bersalah!" Tolak Yie Er dengan berani menatap Yuan diatas sana. Melakukan pembelaan untuk dirinya. 


"Permaisuri, anda menganggap. Semua ini diputuskan Zhen dan penyidik istana dengan matang. Semua bukti tertuju padamu dan Ibu Suri!" Ucap Yuan, menatap dingin Yie Er di depannya.


"Jangan berani menentang penyidikan. Dan sesuai hukum di kerajaan ini, sekarang Ibu Suri adalah tersangka pertama, dengan Permaisuri menjadi tersangka kedua. Prajurit akan membawa kalian ke kediaman barat!" Lanjut Yuan menatap Yie Er dingin. Berlalu pergi begitu saja, tanpa mau menatap wajah nanar Yie Er maupun Ibu Suri. 


Diam- diam Yie Er terus menatap punggung Yuan tajam. Diseretnya dirinya oleh kedua prajurit, bersama Ibu Suri di sampingnya dengan tatapan kosong. Apa ini semua nyata? Dan nyatanya Yuan si lelaki bajingan itu sama sekali tidak membelanya. Is seperti dikhianati, namun sama sekali tidak ada kecewa dihatinya . Tetapi miris sekali, padahal baru beberapa hari yang lalu mereka saling bersikap romantis dengan kecupan.

__ADS_1


__ADS_2