
"600 teal emas kau bilang? apa kalian membeli sesuatu untuk diri kalian sendiri?" tanya Yie Er memicing.
"Hehe kami hanya membeli untuk Permaisuri saja," kekeh Yu Are melihat Rei Rei dan tabib Chau Ci.
"Kalian ini,Permaisuri ini tak membutuhkan pakaian atau apapun itu,yang Permaisuri ini butuhkan hanyalah kenyamanan kalian," gerutu Yie Er memandang tajam ketiga pelayan setianya yang tak lain adalah temannya.
"Tapi Permaisuri Anda adalah Jungjungan kami," gumam tabib Chau Ci menunduk.
Mereka menatap Yie Er takut yang tengah memberikan tatapan tajam kepada mereka.Beda halnya dengan Yie Er yang merasa bersalah dengan mereka bertiga.Karena dirinya mereka bertiga bahkan lupa dengan diri mereka sendiri dan lebih mementingkan dirinya.
Yie Er berjalan mengambil tiga pakaian yang tadi diletakan Rei Rei dan tabib Chau Ci dengan rapihnya.
"Ahh sudahlah,sekarang ambilah pakaian ini!" Yie Er menyerahkan satu persatuan pakaian ditangannya kepada Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci.
"Jangan Permaisuri,kami merasa tak enak mengambil ini dari Permaisuri!" cegah Yu Are menolak keras.
"Tak apa ini perintah," ucap Yie Er tersenyum manis.
Mereka bertiga menghampiri Yie Er berniat mengucapkan terimakasih dengan memeluk Jungjungan mereka itu.
"Ahh terima-"
Brak...! ucapan Rei Rei terhenti seiringnya tubuh mereka yang hendak memeluk Yie Er dengan pintu terbuka lebar memperlihatkan Yuan berdiri gagah dengan kasim-kasim setianya.
Setelah pergiannya Kaisar-Kaisar yang diantar oleh prajurit Yuan segera pergi menuju kediaman Xauli.Ibu Suri Agung dan Ibu Suri yang awalnya berniat sama mengubur dalam-dalam keinginan mereka setelah melihat Yuan.
Yuan berniat mengajak Yie Er untuk berjalan-jalan menglilingi taman Istana Dinasti Han.Niat Yuan diketahui oleh Selir Pertama yang saat ini masih terbaring dengan lukanya.
__ADS_1
Selir Pertama dan pelayan-pelayan nya tengah menyusun rencana untuk menjatuhkan Yie Er.Selir Pertama sekarang akan berdiam diri memberi Yie Er kesempatan untuk bahagia.Tapi nanti kebahagiaan itu akan lenyap dengan orang yang disayanginya membenci Yie Er.
"Mengapa kalian tak menyambut kedatangan Zhen?" tanya Yuan tersenyum miring menghampiri Yie Er.Yu Are,Rei Rei,dan tabib Chau Ci melihat Yuan menghampiri Jungjungannya seketika bergeser kaku.
"Ahh Yang Mulia,untuk apa Permaisuri ini menyambut Yang Mulia? jika kedatangan Yang Mulia kemari saja Permaisuri ini tak tahu dan tak pernah diduga," ucap Yie Er tersenyum manis.
Rahang Yuan mengeras mendengar itu,sekuat mungkin Yuan mencoba menahan gejolak amarahnya.Dirinya akan mendapatkan Yie Er apapun caranya,dia akan mengorbankan segalanya,demi cinta yang tak pernah diharapkan olehnya.
"Zhen kemari berniat mengajak Permaisuri Zhen untuk berjalan-jalan berkeliling di taman Istana!" ucap Yuan memegang tangan Yie Er perlahan penuh kelembutan.
Menerima perlakuan lembut dari Yuan rasanya Yie Er tersipu malu,mungkin pipinya saat ini tengah bersemu merah.
Seumur hidupnya tak ada seorang pria pun yang memegang tangannya selembut sekarang ini.Walaupun saat di kedai Peramal itu tangannya ditarik lembut oleh Kaisar Faing,tetap saja rasanya berbeda walau hanya sedikit.Saat ini adalah genggaman sementara saat dengan Kaisar Faing adalah tarikan.
"Taman Istana? memang nya Permaisuri ini adalah seorang anak kecil yang diajak berkeliling taman Istana." Yie Er tersenyum mengejek menutupi semu merah di kedua pipinya,meski mereka tahu pipi itu bersemu.
Yie Er tersenyum,akan dirinya manfaatkan kesempatan emas ini.
"Permaisuri ini ingin mengunjungi Selir Pertama dengan Yang Mulia!" ucap Yie Er menyenderkan kepalanya di tangan kekar Yuan.
Mereka dalam ruangan terkejut,apalagi dengan kasim-kasim setia Yuan yang hampir kehilangan bola mata mereka.Yuan sendiri sekaan seperti dibawa kekayangan saja oleh Yie Er,perutnya seakan-akan terdapat beribu-ribu kupu-kupu terbang.
"Mengunjungi Selir Pertama? untuk apa?" tanya Yuan heran.
Yu Are,Rei Rei dan tabib Chau Ci tersenyum geli mereka tahu apa niat Jungjungan mereka sebenarnya.
"Permaisuri ini merasa bersalah mengenai Zui Qiang," ucap Yie Er memasang wajah pura-pura sedihnya,semakin merapatkan diri kepada Yuan.
__ADS_1
"Ahh seperti itu,jika begitu mari kita mengunjungi Selir Pertama! Zhen pun belumlah melihat keadaan Selir Pertama," ucap Yuan berjalan dengan Yie Er disamping nya diikuti kasim-kasim Yuan dan ketiga pelayan setia Yie Er.
Mereka keluar dari kediaman Xauli dengan santai nya.Para prajurit disepanjang lorong menatap aneh Yie Er dan Yuan.
Mengapa Kaisar mereka sampai sudi untuk disentuh Permaisuri mereka? tak biasanya ini terjadi.Apakah Kaisar mereka kini mulai menerima Permaisuri mereka? jika semua yang mereka lihat adalah benar semoga saja Kaisar dan Permaisuri mereka bersatu,sehingga Dinasti ini memiliki penerus sah dari Permaisuri mereka.
Yuan disepanjang perjalanan hanya berekspresi dingin,menyebarkan aura mengintimidasi miliknya. Lain halnya dengan Yie Er yang disepanjang jalan tersenyum memikirkan reaksi dari Selir Pertama ketika melihatnya bersama Yuan.
Tapi dalam benak Yie Er bertanya-tanya apakah Yuan mulai mencintai dirinya? ataukah Yuan mempunyai sebuah rencana untuknya?
Dirinya tak akan menganggap semua ini serius akan Yie Er selidiki apakah Yuan benar-benar mencintai dirinya ataukah tidak.
"Kai-"
"Berhenti! Jangan diumumkan!" pinta Yie Er memotong ucapan prajurit yang berjaga didepan pintu kediaman Selir Pertama.
"Mengapa tidak boleh?" tanya Yuan heran begitupun dengan yang lain.
"Permaisuri ini hanya ingin memberi kejutan saja untuk Selir Pertama," ucap Yie Er merenggut sedih.
"Ahh jika begitu mari kita masuk!" ajak Yuan dengan segera menarik pelan Yie Er.
Selir Pertama tengah terbaring di peraduan dengan Faing Yu yang sedang menyuapi makanan dan pelayan lainnya mengipas Selir Pertama.
Dirinya mendengar suara pintu dibuka dari luar,mungkin itu Yuan.Yuan mengunjungi kediamannya,karena Permaisuri Lemah tak berguna itu terlalu memalukan untuk diajak berkeliling di taman Istana.Sehingga Yuan berbalik arah untuk mengunjungi dirinya.
Selir Pertama dengan segera menyuruh Faing Yu dan yang lainnya berhenti melayani dirinya.
__ADS_1
Dia akan membuat Yuan merasa iba kepadanya,dirinya tahu bila Yuan tak akan merasa marah dengan kejadian di Yiguan.Dia adalah seorang wanita yang sangat dicintai oleh Kaisar Dinasti Han ini.