
"Errghhh...Zhen! Zhen akan menuruti apa mau Permaisuri Zhen.Kita akan mendiskusikan ini kepada Selir Pertama," ucap Yuan menggenggam tertahan menatap mendamba kepada Yie Er.
"Selir Pertama? Bagaimana jika Selir Pertama keberatan dengan apa yang diminta Permaisuri ini?" ucap Yie Er merenggut menjauhkan dirinya dari Yuan.
Melihat Yie Er yang menjauh,terpancar kekecewaan di mata merah Yuan.
"Tidak,jika Selir Pertama keberatan Zhen akan memaksanya," ucap Yuan mengaguk yakin menatap dalam netra Yie Er.
Tatapan Yuan begitu menusuk rasanya Yie Er ingin terus mengerjai pria dihadapannya ini.Akan sangat seru jika kejadian semalam terulang kembali.Yie Er akan menyenangkan diri hari ini,hilanglah sudah pemikiran nya mengenai Selir Pertama.Biarlah Selir Ular itu berbuat sesuatu,dirinya akan menguji Selir Ular itu menggunakan Yuan.
Yie Er memandang Yuan sama dalamnya, "Yang Mulia,apa ucapan Anda bisa dipercaya oleh Permaisuri ini?" tanya Yie Er mengangkat dagunya tinggi.
Yuan diam,mengapa wanita dihadapannya ini begitu selalu menguji dirinya? Apakah ini yang di nama kan karma? Dirinya benar-benar bagai seorang pria yang mengejar wanita yang jual mahal sekuat mungkin.
"Benar,Zhen akan melakukannya.Arghh percayalah kepada Zhen!" pinta Yuan menggeram putus asa.
"Permaisuri ini percaya,hanya saja Permaisuri ini merasa Yang Mulia sangat mencintai Selir Pertama melebihi Permaisuri ini," ucap Yie Er menunduk sedih.Dalam hati ingin sekali Yie Er tertawa melihat ekspresi Yuan saat ini.Dirinya begitu puas dengan semua yang ia lakukan.
"Ya Zhen sangat mencintai Selir Pertama,tapi itu dulu sebelum Zhen menyadari jika Zhen juga mencintai Permaisuri yang sekarang tengah bersama Zhen," ucap Yuan tanpa kebohongan apapun didalamnya.
Ketika mengatakan itu jantung Yuan berdegup kencang,ahh bisa-bisa Yie Er marah dengan apa yang diucapkannya.Tak apalah lebih baik dirinya jujur saat ini.
"Jadi Yang Mulia secara langsung mencintai dua orang wanita?" tanya Yie Er pura-pura terkejut mendengar penuturan Yuan.
__ADS_1
Ahh jika kalian mengira dirinya akan terkejut jelas itu tidak akan terjadi.Dirinya tahu jika seorang Kaisar pasti tidak akan mencintai satu Permaisuri ataupun Selir saja.
Mungkin ini sudah nasibnya menjadi Permaisuri di Istana yang banyak akan siasat.Yie Er memaklumi itu.
"Ehhmm ya," jawab Yuan ragu. "Tapi Zhen lebih mencintai mu dari pada dengan Selir Pertama.Zhen tidak pernah setunduk ini kepada Selir-Selir Zhen yang lain termasuk Selir Pertama," lanjut Yuan memegang kedua tangan Yie Er penuh harap.
"Benarkah?" tanya Yie Er benar-benar terkejut.
Yuan tersenyum senang melihat Permaisuri dihadapannya terkejut senang.
"Ya Zhen mencintai mu lebih dari apapun," ucap Yuan mantap.
Baru kali ini Yie Er melihat Kaisar yang dulu dijulukinya sebagai Kaisar bedebah tersenyum tulus seperti itu.Bisanya Yuan hanya akan tersenyum walupun penuh keterpaksaan.
Ini berbeda,Yie Er melihat Yuan intens. "Yang Mulia jika Anda begitu mencintai Permaisuri ini maka buktikanlah! Jangan hanya dengan ucapan semata," ucap Yie Er penuh ketegasan.
"Permaisuri ini ingin Yang Mulia melakukan sesuatu!"
ucap Yie Er tersenyum misterius.
Dalam otak kecilnya terbesit sebuah ide.Jika tak ada Yuan lagi-lagi Yie Er ingin tertawa terbahak-bahak.
"Apa yang perlu Zhen lakukan?" tanya Yuan penasaran.
__ADS_1
"Permaisuri ini ingin Yang Mulia menguji Selir Pertama! Apakah Selir Pertama benar-benar menyesal dengan segala perbuatannya dulu.Bukannya Permaisuri ini tak percaya,hanya saja Permaisuri ini takut jika Selir Pertama hanya berpura-pura," ucap Yie Er memandang netra kemerahan Yuan.
Yuan diam menatap balik netra milik Yie Er.Dalam hati Yuan terbesit rasa ragu dengan apa yang diminta Yie Er kepadanya.Apa yang harus dirinya uji dari Selir Pertama?
"Zhen harus menguji apa dari Selir Pertama?" tanya Yuan terlihat tak enak hati.
"Itu terserah pada Yang Mulia.Permaisuri ini hanya akan menunggu apa yang diminta Permaisuri ini selesai." Yie Er berucap santai seolah apa yang dimintanya sangatlah mudah dilakukan.
"Ya tapi apa?" tanya Yuan tak mengerti.
Dalam hati Yie Er terkekeh,hari ini dia memanah dua burung sekaligus.Katakanlah dia kejam,terus mempermainkan Yuan.Tapi apa boleh buat jika dirinya hanya ingin melihat seberapa besar rasa cinta dari pria yang dicintainya dan Yie Er yang dulu.Mungkin ini yang terakhir dirinya mengerjai Yuan.Setelah semuanya selesai,dan Selir Pertama benar-benar menyesal akan semua perbuatannya.Dirinya akan mulai menata hidup baru dengan Yuan,dan memiliki beberapa anak.
Yie Er berpikir begitu jauh...hingga dirinya lupa jika ramalan itu mungkin adalah benar dan akan menjadi kenyataan.Semua yang terjadi kini mungkin akan berubah.
"Hmm jika Permaisuri ini meminta hal ini apa Yang Mulia akan mengabulkan nya?" tanya Yie Er penuh harap mendapatkan jawaban dari Yuan
Yuan menatap dalam Yie Er. "Ya apapun itu," ucap Yuan penuh keyakinan.
Yie Er tersenyum memegang kedua tangan Yuan, "Permaisuri ini ingin Yang Mulia memberi hukuman kepada Selir Pertama agar memasak di dapur Istana untuk anggota kerajaan saat jamuan makan malam nanti! Dan Permaisuri ini minta jangan ada yang membantu Selir Pertama." Yie Er berucap tegas dengan tangan masih memegang tangan Yuan.
"Baiklah Zhen akan mengabulkan apa yang diminta Permaisuri Zhen ini," ucap Yuan tersenyum manis.
"Ehhmm tapi Permaisuri ini ingin Selir Pertama mengakui semua yang diperbuatnya dulu,kepada Permaisuri ini dihadapan semua orang di Dinasti Han," ucap Yie Er memandang tepat di netra merah Yuan.
__ADS_1
"Mengakui? hmm Zhen rasa itu memang baik dilakukan," ucap Yuan sedikit berpikir.
Yuan hanya mengiyakan ucapan Yie Er.Pada awalnya Yuan ragu dengan permintaan Yie Er mengenai menguji Selir Pertama.Tapi setelah dia berpikir,mungkin ini memang baik dilakukan.Lagipula dirinya berpikir jika Selir Pertama pantas mendapatkan pelajaran dari apa yang diperbuatnya dulu.Termasuk dirinya yang sekarang tengah berusaha mendapatkan hati Permaisurinya yang selalu menjual mahal.