
"Ya mencuci.Apa ada yang salah?" tanya Yie Er santai.Yie Er tahu wanita dihadapannya ini sangat anti dengan yang namanya menyentuh pekerjaan.
"Ahh tidak Permaisuri.Selir ini hanya merasa kaget," jawab Selir Pertama mencoba sebisa mungkin untuk mengelak dari kecurigaan.
"Jangan terlalu keget Selir Pertama! Bagaimana bila jantung mu lemah itu bisa mengakibatkan kematian," ucap Yie Er tersenyum lembut melirik Menteri Wei yang tampak menahan tawa.
"Selir ini masih muda Permaisuri,mana mungkin Selir ini ehmm... mati muda karena jantung Selir ini lemah," ucap Selir Pertama tersenyum tipis.
"Ya Permaisuri ini tahu.Maka jika jantung Selir Pertama kuat,Permaisuri ini yakin jika Selir Pertama bisa mencuci pakaian Permaisuri ini yang belum sempat dicuci pelayan Permaisuri ini," ucap Yie Er menunjuk pakaian nya yang tergeletak di peraduan,di bawah kaki Yie Er.
"Ehmm... ya kenapa tidak?!" seru Selir Pertama sedikit keras mengambil pakaian Yie Er penuh keterpaksaan.
""Selir Pertama,jangan terlalu keras! Permaisuri ini takut membangunkan Yang Mulia," ucap Yie Er bagai perintah.
"Baik Permaisuri." Selir Pertama tersenyum lebar bahkan sangat lebar.Menutup gelagat asli yang sangat ingin mencabik Yie Er.
"Ahh jika begitu pergilah! Setelah mencuci temui Permaisuri ini untuk sisa hukuman mu," usir Yie Er lembut mengibaskan tangannya pelan.
"Baik Permaisuri.Jika begitu Selir ini undur diri,dan nikmati hari Permaisuri bersama Yang Mulia," ucap Selir Pertama membungkuk hormat.Ingin sekali dirinya berkata di depan wajah Permaisuri lemah tak berguna itu bahwa nikmati lah hari bersama Yuan selagi Permaisuri lemah tak berguna itu bisa bernafas dengan bebas.
"Ya pergilah! dan terimakasih," ucap Yie Er tersenyum tipis.
Tanpa membalas ucapan Yie Er sepatah katapun Selir Pertama melenggang pergi dari Kediaman Xauli.Dengan membawa pakaian Yie Er ogah-ogahan.
"Menteri Wei!" panggil Yie Er sebelum Menteri Wei melenggang pergi.
"Ya Permaisuri," seru Menteri Wei membungkuk hormat.
"Awasi Selir Pertama! apakah dia menjalankan hukuman Permaisuri ini dengan patuh atau tidak?!" perintah Yie Er.
__ADS_1
"Baik Permaisuri," angguk Menteri Wei patuh.
"Jika begitu pergilah!"
"Baik Permaisuri." Menteri Wei menunduk hormat kemudian melenggang pergi meninggalkan Permaisurinya dan Kaisarnya yang masih tertidur nyenyak.
Se kepergiaan Menteri Wei,Yie Er memandangi Yuan yang masih tertidur dengan memeluk pinggang nya disampingnya.
Sesaat Yie Er termenung,aneh sekali.Tak pernah terbayang dalam benaknya bisa mengalami peristiwa diluar nalar seperti ini.Terbangun di dunia berbeda menggantikan seorang Permaisuri yang tak pernah dianggap keberadaan nya,hingga cinta dari Permaisuri itu berpindah kepadanya.Ahh jika dipikirkan terus menerus tak akan pernah terpikirkan lagi olehnya.
Yang pasti sekarang adalah dirinya bisa hidup bahagia dengan dengan Yuan dan anggota Kerajaan lainnya yang tidak akan menuai siasat lagi kerena tidak ada lagi kebencian.Toh Selir Pertama jika dilihat-lihat telah berubah dan Yie Er yakin akan itu hukumannya sekarang akan membuktikan itu nanti.
"Eghh... Yie Er mengapa kau termenung?" tanya Yuan terbangun dari tidurnya melihat Yie Er diam merenungkan sesuatu.Yuan tak menyadari sedikitpun jika dirinya memanggil Yie Er dengan nama tanpa ada kata Permaisuri.
"Yang Mulia panggil lah Permaisuri ini seperti barusan!" pinta Yie Er mengalihkan pembicaraan.
"Itss... panggil lah Permaisuri ini hanya dengan nama," kesal Yie Er merenggut.
"Ahh jangan marah seperti itu! Baiklah Zhen akan memanggil mu dengan Yie Er apa sekarang kau senang Yie Er," ucap Yuan menyentuh dagu Yie Er agar melihatnya.
"Ya begitu akan lebih baik," ucap Yie Er tersenyum manis membuat Yuan terpana.
"Hmm... ya," ucap Yuan singkat masih memandangi wajah cantik Yie Er.
"Yang Mulia,ketika kau mengatakan kemarin malam Permaisuri ini akan menghukum Selir Pertama.Ehmm... bolehkah Permaisuri ini menghukum dengan cara Permaisuri ini sendiri?" tanya Yie Er tergugu takut Yuan menolak dirinya.
"Ya tentu saja.Hukum lah Selir Pertama dengan caramu.Tapi sekarang bisakah kita tidak membahas yang lain termasuk Selir Pertama!" pinta Yuan menelusupkan kepalanya ke leher Yie Er.
"Hmm ya,Permaisuri intelah berjanji akan menghabiskan waktu bersama Yang Mulia hari ini," ucap Yie Er tersenyum manis balik memeluk Yuan.
__ADS_1
Biarlah mereka berdua mengaduk rasa kasmaran mereka membiarkan seseorang diluaran sana sangat amat tersiksa.
"Selir Pertama,cuci pakaian itu dengan benar!" seru Menteri Wei menunjuk pakaian yang berada di tangan Selir Pertama.
Selir Pertama mendelik tak suka,sialan berani sekali Menteri itu memerintah kepadanya.
"Bagaimana bisa benar? Selir ini tidak pernah mencuci pakaian.Jika ingin benar-benar bersih maka bantulah Selir ini," ucap Selir Pertama mencoba bernegosiasi.
"Apa Anda mengajukan saya sebuah negosiasi?" tanya Menteri Wei penuh selidik.
"Hei berani sekali kau menuduh Selir ini!" bantah Selir Pertama.
"Maafkan saya Selir Pertama! saya lancang," ucap Selir Pertama menunduk hormat.
"Diam lah! suaramu mengganggu Selir ini," dengus Selir Pertama menggosok pakaian ditangannya susah payah.
Menteri Wei memandang Selir Pertama tak habis pikir.Bagaimana bisa Selir Pertama mencuci dengan gaya seperti itu? terlebih lagi Faing Yu yang asik mengelap keringat di dahi Selir Pertama dan pelayan lainnya asik mengipasi Selir Pertama.
"Ahh sial Selir ini tidak bisa mencaci sesuka hati," gumam Selir Pertama yang hanya bisa didengar Faing Yu dan dirinya.
"Bersabarlah Selir Pertama!" ucap Faing Yu melirik pakaian yang masih banyak.
Menteri Wei melihat Selir Pertama mencuci susah payah.Kapan salah satu Selir,Kaisar nya selesai mencuci?
Selir Pertama melirik Menteri Wei yang memandang nya,mengapa Menteri sialan itu giat sekali menjalankan perintah Permaisuri lemah tak berguna itu.Dan lagi mengapa pakaian ini sulit sekali untuk dicuci?
Selir Pertama mencuci pakaian ditangannya sembarangan.Selir Pertama pikir supaya pakaiannya basah dan dia menggosok sembarangan maka pakaian itu ia anggap bersih.
Ahh biarlah Selir Pertama mencuci sesuka hatinya.Selir Pertama terlihat bukan seorang Selir yang mewah lagi tapi sekarang berubah menjadi pelayan.
__ADS_1