
Lama Selir Pertama memasak,sesekali menyekat peluh di pelipisnya.Sudah berjejer beberapan makanan buatan Selir Pertama di meja dapur Istana.Jika dilihat-lihat masakan yang di buat Selir Pertama tidak meyakinkan dalam bentuk maupun rasa.
"Selir Pertama,apakah masih lama?" tanya Ibu Suri Agung melihat sang surya telah bersembunyi dibelahan bumi lain.
"Ahh yah,sebentar lagi masakannya selesai," ucap Selir Pertama tersenyum tipis.
Memuakan sekali melihat kedua wanita tua itu masih bertahan memantau nya.
Dan lagi betapa bodohnya pelayan-pelayan setianya tidak bisa mencari alasan keluar untuk menyiapkan makanan yang dimintanya.Ahh biarlah mereka memakan masakannya yang dirinya pun ragu jika masakannya enak.Biarlah mereka sakit perut,dirinya hanya akan pura-pura tidak tahu apa-apa saja.Tapi jika rencananya gagal Selir Pertama akan senantiasa menyingkirkan pelayan-pelayan nya,dan kedua wanita tua itu.
"Cepatlah! Ibu Suri Agung yakin jika para Selir dan anggota Kerajaan yang lain telah menunggu," ucap Ibu Suri Agung tersenyum lembut.
"Ya cepatlah! Ibu Suri pun ingin cepat-cepat membersihkan diri," ucap Ibu Suri terlihat kesal.
Tangan Selir Pertama memegang erat-erat alat pengaduk ditangannya.Memangnya wanita tua itu pikir memasak adalah hal yang mudah? mungkin orang yang pertama kali dirinya racuni adalah kedua wanita tua ini.
Dirinya tahu kedua wanita tua itu berpikir jika masakan yang dibuatnya tak enak dan enggan memakannya.Berbeda dengan masakan yang dibuat menantu kesayangannya yang enak.
Dasar sudah tua pula,akan lebih baik mereka tak lagi ikut campur dengan urusan Istana lagi.
"Jika Ibu Suri ingin membersihkan diri,maka Selir ini tidak keberatan jika kalian pergi terlebih dahulu," ucap Selir Pertama tersenyum sopan.
Ibu Suri memandang Selir Pertama sedikit sinis.Entah mengapa Ibu Suri merasa kesal jika satu menantunya ini yang telah di maafkan nya berbuat sesuatu yang dirinya tak suka,maka Ibu Suri merasa jika dirinya kembali tidak menyukai Selir Pertama.
"Tidak,lagipula ini adalah salah satu tugas seorang mertua kepada menantunya," tolak Ibu Suri enggan.Ibu Suri Agung hanya terkekeh geli dibuatnya.
"Ya jika begitu Selir ini berterimakasih.Dan lagi Selir ini memang menantu mu,jadi Selir ini akan berusaha untuk menyelesaikan masakannya," ucap Selir Pertama tersenyum manis.
"Jika kau menantu ku tidak kah Selir Pertama merasa kasihan melihat kedua wanita lanjut usia ini menunggu berjam-jam," ucap Ibu Suri menyindir halus.
__ADS_1
Mendengar sindiran yang sangat jelas itu rasanya Selir Pertama terpojok,apalagi para pelayan setianya yang hanya bisa diam melihat beberapa pelayan yang bertugas di dapur Istana menahan tawa.
"Menantu mu ini kasihan Ibu Suri,hanya saja ini akan selesai sebentar lagi," ucap Selir Pertama sedikit ketus.
Mendengar itu Ibu Suri memalingkan wajah,tak lagi berbicara.Ibu Suri Agung hanya terkekeh melihat kelakuan menantunya itu.
"Baiklah," ucap Ibu Suri Agung.
Beberapa waktu berlalu,dan Selir Pertama terlihat telah menyelesaikan masakannya.
"Ibu Suri Agung,Ibu Suri,Selir ini telah selesai," ucap Selir Pertama tersenyum manis.
"Benarkah? jika seperti itu mari kita pergi Ibu!" ucap Ibu Suri tampak senang mengabaikan Selir Pertama.
"Ya," angguk Ibu Suri Agung. "Ahh dan ya,tolong bawa masakan Selir Pertama ke jamuan makan malam?" perintah Ibu Suri Agung.
Ibu Suri Agung,Ibu Suri,serta para pelayan setianya pergi ke kediaman mereka untuk bersiap.Tak lupa beberapa pelayan membawa masakan Selir Pertama ke jamuan makan malam.
"Ayo! Selir ini ingin segera membersihkan diri," ucap Selir Pertama tanpa melihat para pelayan-pelayan nya.
"Baik Selir Pertama," ucap mereka serempak berjalan dibelakang Selir Pertama.
Faing Yu menatap Selir Pertama takut-takut.Baru kali ini Faing Yu tidak bisa menjalankan perintah dari Jungjungannya.
"Selir Pertama,apakah Anda tidak marah?" tanya Faing Yu susah payah.
"Tidak," jawab Selir Pertama singkat.Faing Yu dan yang lainnya menghela nafas lega mendengar penuturan sang Jungjungan.
"Tapi,jika rencana Selir ini gagal kalian yang akan bertanggung jawab," lanjut Selir Pertama membuat para pelayan setianya menelan ludah susah payah.
__ADS_1
Di lain tempat Yuan,dan anggota Istana lainnya tampak kesal termasuk Yie Er.Ketika mereka sampai di jamuan makan malam,mereka kira masakan yang dibuat Selir Pertama telah selesai tapi ternyata tidak.
"Yang Mulia,kapan masakan Kakak kedua Selir Pertama datang?" tanya Pei Ling,Selir termuda Yuan.
"Bersabarlah! sebentar lagi pasti datang," ucap Yuan datar melirik Yie Er yang tampak bosan.
"Baiklah Selir ini akan menunggu," ucap Selir Pei Ling pasrah.
Yie Er berpikir apakah Selir Pertama melakukan sesuatu sehingga masakan yang dibuatnya lama? Jika tahu seperti ini Yie Er akan menyuruh Yu Are menyiapkan makanan untuknya.
"Yang Mulia,makanan yang dimasak Selir Pertama telah tiba," seru seorang prajurit mengagetkan semua orang.
Mereka melihat beberapa pelayan mulai meletakan beberapa macam makanan.Kira-kira apa yang dimasak Selir Pertama? mereka ingin cepat-cepat membuka menutup makanan Selir Pertama.
"Mari kita makan! Selir ini merasa sangat lapar," ucap Selir ketiga.
"Tunggulah sebentar lagi! Ibu Suri Agung,Ibu Suri,dan Selir Pertama belum kemari," cegah Yie Er.
"Baiklah," ucap Selir ketiga enggan memandang
Yie Er tak suka.Yie Er mengabaikan semua tatapan yang tak mengenakan untuknya,biarlah mereka seperti itu,lagi pula Yie Er merasa tidak terganggu dengan mereka.Dirinya akan memberi pelajaran jika ada yang mengusiknya.
"Oh yah,kemana Ibu Suri Agung,Ibu Suri,dan Selir Pertama?" tanya Yie Er kepada salah satu pelayan.
"Mereka tengah bersiap Permaisuri," ucap salah satu pelayang tersenyum canggung.
"Baiklah,kalian boleh pergi," ucap Yie Er.
Yie Er merenung,mengabaikan Yuan yang tengah melihatnya.Semoga saja semuanya berjalan lancar,dan Selir Pertama benar-benar berubah setelah ini.Jika tidak dirinya akan langsung turun tangan menghadapi Selir Pertama,lagipula tidak ada yang tahu jika dirinya akan menguji Selir Pertama lagi.
__ADS_1