Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
Bersalahnya Ibu Suri


__ADS_3

"Permaisuri,semuanya sudah selesai diselidiki. Yang Mulia dan penyidik Istana menemukan bukti!" 


"Bukti apa Yu Are. Cepat katakan!" Seru Yie Er 


cepat. 


"Ibu Suri." Dengan enggan Yie Er menatap tubuh menengang Ibu Suri. 


"Ibu Suri. Mengapa Ibu Suri? Apa Selir Pertama hanya ingin mempermainkan Ibu Suri?" Yie Er terus bertanya, ekor matanya menatap Ibu Suri sendu.


"Mengapa kau tidak menjawab pertanyaan Permaisuri inii?" Tuntut Yie Er.


"Semua bukti hanya ada dikediaman Ibu Suri, Permaisuri. Saya mendengarnya saat penyidik Istana berbicara dengan Yang Mulia!" Jawab Yu Are menahan tangis. 


"Lalu kediamanku?" 


"Syukurlah… tidak ada bukti yang ditemukan dikediaman anda Permaisuri!" Seru Rei Rei bersama tangisnya, menangkup kedua tangan Yie Er penuh haru.


Ibu Suri tersenyum, beruntung pelayan menantunya sangat setia. Sangat bisa menjaga junjungannya.

__ADS_1


"Bagus jika seperti itu!" Ucap Ibu Suri.


"Mengapa bagus Ibu Suri? Tidak, Permaisuri ini tidak akan membiarkan sesutu terjadi dengan Ibu Suri!" Ucap Yie Er menggeleng tegas. Benar, tidak akan terjadi sesuatu dengan Ibu Suri.


Apa yang direncanakan Selir ular seperti Selir Pertama? Bagaimana mungkin dia hanya menginginkan Ibu Suri. Tidak mungkin Selir ular itu tidak menginginkan dirinya.


"Keputusan akan segera di ambil Permaisuri. Sangat kecil kemungkina Ibu Suri bisa keluar dari semua spekulsi bahwa Ibu Suri pelakunya!" 


Lagi-lagi Yu Are berbicara, membuat Yie Er semakin merasa sesak melihat Ibu Suri. Baru satu hari Ibu Suri berada di kediaman barat, dan Ibu Suri sudah seperti tak bernyawa. Bagaiamna dengan nanti? Seharunya mereka tidak ditempatkan di kediaman barat yang bahkan tidak mempunyai alas untuk tidur.


"Apa yang kau temukan di mengenai Selir Pertama?" 


"Bahlan Selie tidak tabu diri itu masih saja melakukan dramanya!" Desis Ibu Suri penuh kebencian.


"Waktu kalian habis, cepat pergi! Ibu Suri dan Permaisuri akan menghadiri keputusan." Ucap prajurit di depan memukul tembok disamping Yu Are dan Rei Rei.


"Permaisuri, maaf! Kami tidak bisa mendampingi Permaisuri dan ibu Suri Agung!" 


Satu tetes air mana menetes dari pelupuk mata Rei Rei. Beranjak dengan enggan bersama Yu Are. Meningglak Junjungannya di sana bersama Ibu Suri. 

__ADS_1


"Jangan menyentuh Ibu Suri prajurit. Kami bisa berjalan seorang diri!" Yie Er beresis marah melihat kedua prajurit mencengkram tangan Ibu Suri.


Mereka berjalan dengan prajurit di belakang mereka. Dalam perjalanan jelas-jelas Yie Er mendengar begitu banyak bisikan jelek mengenai dirinya dan Ibu Suri. Pelayan tidak bermoral seperti mereka sama sekali tidak pantas tinggal di istana. 


"Jangan dengarkan mukut busuk mereka Ibu Suri!" Bisik Yie Er, membuat Ibu Suri tanpa sadar tersenyum mendengarnya.


Sampai senyum itu tiada, mereka sampai di depan pintu besar. Dimana semuanya kan berubah mulai saat ini.


Berdiri Yuan di kursi kebesarannya. Mentri- menteri berjajar rapi si sisi kiri. Dengan penyidik Istana. Anggota kerajaan berada di sisi kanan. Dan Yie Er bersama Ibu Suri berada t


di tengah pengelihatan. Mebust mereka semua bisa dengan jelas melihat Yie Er dan Ibu Suri. 


"Zhen sudah melakukan menyelidikan. Tidak ditemukannya bukti di kediaman Permaisuri. Namun sebaliknya, cukup banyak bukti ditemukan di kediaman Ibu Suri!" Ucap Yuan tabpa eksperi, tanpa menatap Ibu kandung di depannya. 


Pertanyaan Yuan mengundang banyak bisik-bisik dari mentri-mentri si samping kirinya. Tidak mempercainya apa yang baru saja di ucapkan Kaisaer mereka.


"Setelah banyak penyelidikan dilalui. Banyak bukti dengan spekulasi yang ditemukan. Bahwa, Ibu Suri Agung tiada setelah meminum racikan teh Selir Pertama. Setelah diselidiki ditemukannya racikan teh Selir Pertama dikediaman Ibu Suri Agung, tanpa tanaman marijuana di dalamnya. Tanaman Marijuana itu berada di kediaman Ibu Suri, dengan alat penumbuknya, dan tanaman racun berbahaya lainnya. Akhir- akhir ini Ibu Suri Agung juga selalu menghabiskan waktunya dengan Ibu Suri, seperti saksi dari pelayan Ibu Suri Agung!"


Yuan berucap panjang, membuat ruangan itu ramai dengan bisik- bisik mencemooh untuk Ibu Suri. Matanya menatap Ibu Suri yang bahkan sama sekali tidak bergeming, hanya menatap kosong ke depan dengan tangan berada dalam genggaman Yie Er disampingnya. 

__ADS_1


"Dan karena semua bukti itu. Maka dengan berat…!" Ucapan Yuan terhenti, rahangnya mengaras dengan mata dekit memerah, ditatapnya Ibu Suri lamat-lamat. 


__ADS_2