
"Ahh, maafkan Ibu Suri Agung yang dulu tidak menyukaimu Selir Pertama!" ucap Ibu Suri Agung menatap prihatin Selir Pertama. Sementara para pelayan setianya menatap heran sang Jungjungan. Mereka juga sempat menatap intens Selir Pertama, takut bila satu Selir itu merencanakan sesuatu terhadap sang jungjungan.
Dalam hati Selir Pertama menyeringai melihat para pelayan Ibu Suri Agung yang tengah menantapnya. Dasar para pelayan tak berguna, lihat saja Nenek tua itu bisa saja termakan semua akal busuk dirinya.
Tapi maafkan Selir ini yang akan menyingkirkan Nenek tua seperti mu terlebih dahulu dari dunia ini.
"Tidak apa Ibu Suri Agung. Mungkin dulu kau dan Ibu Suri terlalu menghabiskan waktu berdua dengan Permaisuri.
Sehingga kalian tidak terlalu mengenal Selir ini, yang pada kenyataannya tak seburuk itu." Selir Pertama mengambil tangan Ibu Suri Agung pelan dihadapannya.
"Ya, kau benar. Kami selalu menghabiskan waktu hanya dengan Permaisuri. Bahkan semua Selir kami abaikan demi Permaisuri," ucap Ibu Suri Agung tanpa sadar mengatakan tak menyukai Yie Er.
"Ahh jika seperti itu. Maukah Ibu Suri Agung menghabiskan waktu selalu dengan Selir ini!" pinta Selir Pertama penuh harap. Terbalik dengan hatinya yang asik menggerutu.
Ibu Suri Agung tersenyum, "Tentu saja Selir Pertama. Jika itu mau mu, sekarang ayo kita pergi berjalan-jalan sore di taman Istana Dinasti Han!" ajak Ibu Suri Agung hendak berdiri dari duduknya.
"Terima kasih Ibu Suri Agung! Selir ini dengan senang hati menerima ajakkan mu." Selir Pertama ikut berdiri dari duduk nya. Dia sempat menatap intens para pelayan setianya yang tengah tersenyum samar, rencana mereka sejauh ini berjalan dengan sangat mulus tanpa adanya kendala.
"Mari Ibu Suri Agung!" ucap Selir Pertama.
Ibu Suri Agung dan Selir Pertama berjalan beriringan keluar dari kediaman Ibu Suri Agung, diikuti pelayan-pelayan setia mereka.
Pelayan yang selalu menemani Ibu Suri Agung, menatap heran sang Jungjungan. Tak biasanya sang Jungjungan mau ditemani Selir Pertama apapun situasinya. Dan sekarang pun mereka jarang bertemu dengan pelayan yang selalu menemani Ibu Suri. Karena jarang nya Jungjungan mereka menghabiskan waktu berdua dengan Ibu Suri.
__ADS_1
"Ibu Suri Agung!" panggil salah satu pelayan Ibu Suri Agung memberanikan diri.
"Ya, ada apa Ming Ang?" tanya Ibu Suri Agung.
Selir Pertama menatap pelayan itu tajam,awas saja jika pelayan sepertinya mengacaukan rencana nya.
"Hmm... bukan kah Ibu Suri Agung selalu menghabiskan waktu dengan Ibu Suri di hari ini? Bahkan Ibu Suri selalu menginap dikediaman Ibu Suri Agung," ucap Ming Ang melirik takut Selir
Pertama.
"Ahh ya,mengapa aku bisa lupa.Ahh maafkan Ibu Suri Agung ini Selir Pertama! kita tidak bisa menghabiskan waktu berdua sekarang. Ibu Suri Agung ini akan menemui Ibu Suri di kediman nya." Ibu Suri Agung menatap menyesal Selir Pertama.
Mendengar apa yang dikatakan sang Jungjungan para pelayan Ibu Suri Agung mengeriyat heran. Setahu mereka Ibu Suri Agung bukanlah seseorang yang pelupa.
"Benarkah?! Jika begitu kita akan menghabiskan waktu bertiga dengan Ibu Suri," ucap Ibu Suri Agung tersenyum senang seperti telah melupakan apa yang terjadi.
"Ya Ibu Suri Agung," ucap Selir Pertama yang menjadi pembicaraan terakhir mereka.
Mereka berjalan beriringan menuju kediaman Ibu Suri, yang lumayan dekat dengan kediaman Ibu Suri Agung tanpa diikuti pelayan setia mereka. Ibu Suri Agung sengaja menyuruh mereka untuk beristirahat karena mereka juga akan berkunjung.
Sesekali para pelayan yang sempat berpapasan menunduk hormat, kepada Ibu Suri Agung dan Selir Pertama yang dalam seminggu ini selalu menghabiskan waktu berdua.
"Ibu Suri Agung dan Selir Pertama memasuki ruangan!!!" teriak salah satu penjaga memberitahu kedatangan mereka.
__ADS_1
Dari dalam kediaman, Yie Er dan Ibu Suri mendengar dengan jelas siapa yang akan berkunjung.
Aneh? Bukankah Ibu Suri Agung akan menghabiskan waktu berdua dengan Selir Pertama?
"Ibu Suri bukankah Ibu Suri Agung akan menghabiskan waktu berdua dengan Selir Pertama?" tanya Yie Er terheran menghentikan rajutannya.
"Ya. Tapi mungkin mereka hanya berkunjung, sudahlah cepat selesaikan rajutan mu!" ucap Ibu Suri tetap pokus kepada rajutan ditangan nya.
Yie Er menatap Ibu Suri sekilas, tak biasanya wanita dihadapannya ini tampak tak terlalu peduli dengan Ibu Suri Agung. Biasanya Ibu Suri yang selalu bersemangat bila Ibu Suri Agung berkunjung. Ah dirinya kehilangan sedikit informasi, antara Ibu mertuanya dan Ibu mertua dari Ibu mertuanya dalam seminggu ini.
"Ibu Suri, Selir ini dan Ibu Suri Agung datang berkunjung ke kediaman mu!" ucap Selir Pertama tersenyum manis tanpa menyadari keberadaan Yie Er.
"Ahh Selir Pertama, Ibu Suri Agung. Silahkan bergabung! Permaisuri ini juga berkunjung ke kediaman Ibu Suri," ucap Yie Er tersenyum menatap Ibu Suri Agung dan Selir Pertama.
"Ahh Permaisuri, maafkan Selir ini yang tak menyadari keberadaan mu!" ucap Selir Pertama tersenyum penuh penyesalan.
"Tak apa Selir Pertama. Silahkan bergabung bersama Permaisuri ini dan Ibu Suri," ucap Yie Er.
"Ibu Suri, bolehkah Selir ini dan Ibu Suri Agung bergabung!" ucap Selir Pertama mengabaikan Yie Er, memilih untuk bertanya kepada Ibu Suri.
"Tentu saja Selir Pertama, Ah Ibu Suri Agung silahkan duduk! maafkan menantu kurang ajarmu ini yang tak menyadari keberadaanmu!" sarkasme Ibu Suri tersenyum seperti biasanya. Kemudian memalingkan wajah enggan menatap Ibu Suri Agung.
"Ahh lihatlah tubuh besar ini Ibu Suri!" ucap Ibu Suri Agung tanpa tersingung sedikit pun, ataukah Ibu Suri Agung tidak menyadari ada yang berbeda dengan menantunya. Tapi yang jelas Yie Er begitu menyadari itu, Ibu Suri Agung dan Ibu Suri jelas terlihat sangat berbeda dalam satu minggu ini.
__ADS_1
Tanpa dirinya tahu apa penyebab nya. Yang pasti hanya satu orang yang tahu, dengan apa yang terjadi antara mertua dan menantu nya yang selalu harmonis kini tarlihat merenggang. Dia adalah Selir Pertama.