
"Yang Mulia!" panggil Yie Er di persimpangan lorong Istana setelah dirasa keadaan cukup sepi.
"Ahh ya Permaisuri," ucap Yuan menghentikan langkah lebarnya.Memandang Yie Er penasaran begitupun dengan Kasim-Kasimnya.
Dibelakang Yie Er,tampak Yu Are,Rei Rei,dan Tabib Chau Ci tersenyum-senyum tak jelas memandang Yie Er dari belakang.
"Emmm... Permaisuri ini ingin mengajak Yang Mulia untuk bermalam di Kediaman Permaisuri ini!" ajak Yie Er susah payah menahan malu.
Yie Er terpaksa melakukan ini untuk menjalankan rencananya mengenai hukuman Selir Pertama.
Yuan tentu saja terkejut mendengar ajakan itu.Ini moment yang ditunggu-tunggu dirinya,ahh Yuan akan dengan sukarela menerima ajakan Yie Er.
"Ya tentu saja,kenapa tidak?" ucap Yuan menampakkan senyumnya yang jarang sekali terlihat.
Sesaat mereka terpana dengan senyum Yuan termasuk Yie Er.Yu Are,Rei Rei,dan Tabib Chau Ci tampak semakin menahan tawanya begitupun dengan Kasim-Kasim Yuan.
"Oh syukurlah Permaisuri ini sangat senang," ucap Yie Er tersenyum manis,membuat Yuan ikut tersenyum senang. "Tapi hanya tidur saja,Permaisuri ini merasa lelah," lanjut Yie Er tanpa dosa.Membuat wajah bahagia penuh harap Yuan sirna seketika,tergantikan dengan wajah masam.Dan kekehan dari Kasim-Kasim nya.
"Ya mari! Zhen pun merasa lelah.Dan kalian semua tidak perlu mengantar Zhen dengan Permaisuri ke Kediaman Xauli," ucap Yuan seakan tak memiliki semangat hidup lagi.
"Baik Yang Mulia," jawab mereka semua serempak sembari menahan senyum geli melihat tingkah Kaisar mereka yang sangat berbeda.
Yie Er dan Yuan melangkah beriringan menuju Kediaman Xauli yang cukup jauh,tanpa ada yang berniat membuka suaranya hingga Yie Er memecahkan keheningan yang tercipta.
"Yang Mulia!"
"Ya,ada apa Permaisuri?" tanya Yuan masih terlihat murung dengan kejadian tadi.
"Ehmm apakah Yang Mulia menyuruh seseorang untuk mengawasi Selir Pertama.Permaisuri ini khawatir jika Selir Pertama tidak menjalankan hukuman dari Yang Mulia," ucap Yie Er kepada intinya tanpa berbasa-basi melirik Menteri Wei di depan mereka yang hendak pulang.
Yuan mengerut heran,apa yang diucapkan Yie Er ada benarnya juga.Tapi ahh sekarang Yuan merasa dirinya terlalu malas untuk apapun.
"Ya kau benar,jika begitu Zhen akan menyuruh ehmm..."
__ADS_1
"Ahh Menteri Wei!" panggil Yuan melihat salah satu Menteri kepercayaan nya.
"Yang Mulia,apa ada sesuatu yang Anda butuhkan?" tanya Menteri Wei menunduk hormat.
"Zhen ingin kau mengawasi Selir Pertama di jamuan makan tadi! Zhen ingin kau mengawasi Selir Pertama yang harus menghabiskan makanan buatannya hingga tak tersisa!" perintah Yuan datar.
"Ehmm baikalah Yang Mulia," ucap Menteri Wei tampak sedikit enggan.Sebenarnya Menteri Wei sudah ingin mengistirahatkan tubuh lelahnya,tapi apa boleh buat ini adalah tugasnya.
"Eh dan Permaisuri ini minta,tolong sampaikan kepada Selir Pertama untuk datang ke Kediaman Permaisuri ini besok pagi! untuk hukumannya," ucap Yie Er sebelum Menteri Wei pergi.
"Baik Permaisuri," ucap Menteri Wei. "Jika begitu saya undur diri," lanjutnya menunduk hormat.Berlalu pergi menjalankan perintah Kaisar dan Permaisurinya.
"Yang Mulia,maafkan Permaisuri ini! hari ini Permaisuri ini benar-benar lelah.Dan sebagai gantinya besok sehari penuh Permaisuri ini akan menghabiskan waktu bersama Yang Mulia," ucap Yie Er mengandeng tangan Yuan tanpa rasa sungkan.Ini masih menjadi bagian dari rencana Yie Er.
"Benarkah?" seru Yuan kembali ber seri.
Meskipun hanya menemani,tapi ya sudahlah ini adalah kemajuan pesat.
"Hmm... tentu," ucap Yie Er tanpa ragu.
Tidak mempedulikan Selir Pertama yang mungkin masih berada di jamuan makan malam itu sambil memakan makanan tak enaknya.
"Selir Pertama!"
"Mengapa Menteri Wei berada di sini?" tanya Selir Pertama memandang heran salah satu Menteri kepercayaan Yuan.Dan para pelayan bodoh tak berguna nya yang hanya berdiam diri.
"Saya diperintahkan Yang Mulia untuk mengawasi Selir Pertama," ucap Menteri Wei tenang.
"Untuk apa? Apa Selir ini akan mencuri di Istana nya sendiri?" seru Selir Pertama memicing tak suka.
"Tidak Selir Pertama.Saya di sini hanya memastikan Selir Pertama memakan makanan yang telah dimasak Selir Pertama hingga habis," ucap Menteri Wei melirik makanan yang tak pantas dimakan itu.
"Apa kau gila? Lihatlah makanan ini begitu banyak! Tidak mungkin Selir ini menghabiskan semuanya," ucap Selir Pertama mencoba memainkan tipu muslihat.
__ADS_1
"Saya tidak gila Selir Pertama.Tapi itu adalah perintah dari Yang Mulia," ucap Menteri Wei kukuh.
"Bisakah Selir ini mengajak pelayan Selir ini agar membantu memakan ini semua!" ucap Selir Pertama yang sekarang mencoba bernegosiasi.
"Hmm... Menteri ini rasa boleh.Karena dalam Istana pelayan sedikit bertanggung jawab atas apa yang dilakukan Jungjungannya," ucap Menteri Wei setelah dipikirkan baik-baik.
"Baiklah pelayan-pelayan Selir ini akan ikut memakan makanan ini," ucap Selir Pertama tersenyum miring,melirik para pelayan nya yang tampak menelan ludah susah payah.
"Baik Selir Pertama.Karena semua makanan ini berjumlah 8 baki kecil,maka setiap satu orang akan memakan 1 baki hingga habis tak tersisa," ucap Menteri Wei tersenyum hormat. "Ahh dan silahkan mulai Selir Pertama! Menteri ini akan mengawasi dari sini saja," lanjut Menteri Wei semakin menegakan tubuh kekarnya.
Selir Pertama dan pelayan-pelayan nya mulai memakan makanan buatan Selir Pertama yang sangat tak enak itu penuh keterpaksaan.Tanpa berniat membalas ucapan Menteri Wei.Mereka memakan sedikit demi sedikit makanan tak enak itu.
Selir Pertama terlihat menahan mual luar biasa mau tak mau menelan makanan di mulutnya.Jika tidak maka Menteri Wei yang selalu patuh kepada Yuan akan mengadukan dirinya dan membuat Permaisuri lemah tak berguna itu memberikan hukuman tak main-main kepadanya besok.
Cih mengapa makanan buatannya tak seenak ini? Mungkin kuda saja tak sudi memakan makanan yang buruk ini.Sesekali pelayan-pelayan Selir Pertama terbatuk-batuk setelah memakan masakan Selir Pertama.
"Selir Pertama,diharap cepatlah! waktu sudah menunjukkan sangat malam.Dan Menteri ini lihat,jika Istana mulai hening," ucap Menteri Wei tampak mengantuk.
Sedari tadi mengawasi Selir Pertama dan para pelayan nya yang sulit sekali menghabiskan makanan mereka.
"Apa peduli Selir ini? lihatlah dengan kedua bola matamu itu! apakah makanan ini masih banyak atau tidak?" gerutu Selir Pertama memicing tajam Menteri Wei.
"Maafkan Menteri ini sudah lancang Selir Pertama!" ucap Menteri Wei tak enak hati.
Selir Pertama melirik tanpa niatan membalas sedikitpun.Melanjutkan sesi hukuman tak mengenakannya itu.
Sesekali melirik tajam para pelayan nya yang tampak meringis melihat dirinya ditambah memakan masakan tak enaknya.
Para pelayan Selir Pertama pasrah memakan makanan buatan Jungjungan mereka.Toh mereka pikir jika ini adalah salah mereka yang tak mengganti makanan Selir Pertama dengan yang baru.
"Selir Pertama,apakah Anda telah selesai?" tanya Menteri Wei melihat makanan yang telah habis oleh Selir Pertama.
"Lihatlah dengan bola matamu sendiri!' ucap Selir Pertama memicing tak suka.
__ADS_1
"Maafkan Menteri ini! Jika begitu hukuman Selir Pertama telah usai.Dan besok Permaisuri bilang datanglah ke kediaman Xauli!" ucap Menteri Wei tenang.
Selir Pertama beserta pelayan-pelayan nya melenggang pergi mengabaikan Menteri Wei yang tampak menghela nafas sabar.Memangnya semua orang bisa berperilaku seenaknya dengan dirinya?