Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
94 Memperebutkan


__ADS_3

"Chau Ci apa kau mendengar prajurit mengumumkan kedatangan Panglima Besar Zilong?" tanya Yu Are mengeriyat menatap Tabib Chau Ci meminta kepastian.


"Ahh ya aku mendengarnya!" seru Tabib Chau Ci girang.


Mereka segera menghampiri Yie Er di belakang bersama Rei Rei yang sedang menata taman milik Yie Er.


"Permaisuri!" seru keduanya girang berjalan setengah berlari ke arah Yie Er.


"Ya,ada apa?" tanya Yie Er khawatir.


"Tidak ada apa-apa Permaisuri hanya saja di kediaman Anda ada Panglima Besar Zilong.


Yie Er tampak mengeriyat mencoba mengingat siapa Panglima Besar Zilong.Bilang saja Yie Er durhaka sebagai seorang adik,tapi apa boleh buat dirinya memang benar-benar lupa.


"Panglima Besar Zilong,Gege ku?" tanya Yie Er terbengong.


"Ya Meimei ku.Apa kau masih lupa dengan Gege mu ini?" seru sebuah suara berat di belakang tubuh Tabib Chau Ci dan Yu Are.


Yie Er menatap terpaku Gege nya Zilong,terbesit dalam hatinya rasa hangat.Ohh apapun kenyataannya,tapi sekarang Zilong adalah Gege nya.


"Meimei,apakah kau tak mau memeluk Gege mu ini?" tanya Panglima Besar Zilong berpura-pura sedih.


Yie Er masih terpaku,ragu-ragu Yie Er berjalan menghampiri Zilong.Ketiga wanita lainnya menatap haru sang Jungjungan,Rei Rei sekali menghapus air mata nya.


Dalam hati Zilong tersenyum senang,akhirnya dirinya bisa menemui Meimei tercinta nya.


"Gege,mengapa kau baru kembali sekarang? Apa kau tak merindukan Meimei mu ini?" Yie Er memeluk tubuh Panglima Besar Zilong erat.Melempari pertanyaan beruntun.

__ADS_1


"Gege merindukan Meimei.Salahkanlah Kaisar bodoh itu mengirim Gege begitu lama ke Sekte di Barat!" ucap Panglima Besar Zilong merenggut sedih tak berniat melepas pelukanya.


Zilong dan Yie Er sama-sama berpelukan dengan asiknya mengabaikan ke empat orang di ruangan yang sama dengan mereka.Orang ke empat di ruangan itu adalah Yuan,Yuan datang dengan diam-diam saat Panglima Besar Zilong mengatai dirinya bodoh.


"Ya sudahlah itu sudah berlalu Gege.Yang pasti sekarang Meimei mu ini ingin menghabiskan waktu berdua dengan Gege!" pinta Yie Er semakin mengeratkan pelukannya erat-erat,mnnggelamkan kepalanya di dada bidang Zilong.


"Ya kita akan menghabiskan waktu berdua denganmu,Gege akan menginap disini!" ucap Zilong santai mengabaikan semua orang yang ada


Mereka berdua terus melapas rindu,tak menyadari ada seseorang yang tengah dimakan cuka,alias cemburu.


Yu Are,Rei Rei,dan Tabib Chau Ci,tersenyum senang sekaligus takut melihat Kaisar mereka.Serba salah sekali menjadi seorang pelayan seperti ini.Tapi mereka senang bisa berada ditempat ini sekarang.


"Meimei,tolong masakan sesuatu untuk Gegemu ini!" pinta Zilong memelas,netra kelamnya sedikit melirik Yuan yang tengah menatapnya tajam.


"Hmm... apapun untuk Gege ku!" ucap Yie Er tersenyum menggoda.


Mendengar suara Yuan dari jarak dekat,Yie Er terkonjak keget.Tubuhnya refleks melepaskan pelukan dari Zilong,Gege nya.


"Yang Mulia?! Mengapa kau berada disini?" tanya Yie Er setengah terkejut,melirik para pelayan setianya meminta jawaban.


"Apa salah? Zhen sedang mengunjungi Permaisuri Zhen," tanya Yuan melirik sinis Zilong.


" Ehmm....!"


"Untuk apa salah Yang Mulia? Hanya saja sekarang seorang Gege tengah menemui Meimei nya," dengus Panglima Besar Zilong menyeringai,memotong ucapan Yie Er yang belum sempat terucap.


"Salah.Karena Meimei mu adalah istri Zhen,Permaisuri Zhen!" ucap Yuan posesiv menarik pinggang ramping Yie Er ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Menerima itu tentu saja seorang Panglima Besar seperti Zilong marah,bagai kecolongan sebuah kemenangan dalam perang.


"Tidak,dia adalah Meimei ku,jadi aku yang paling berhak atas Yie Er," geram Zilong menarik Yie Er dari Yuan ke dalam dekapannya.


Kedua pria dewasa itu terus menarik Yie Er ke dekapan mereka masing-masing.Persis seperti anak kecil yang tak mau mengalah satu sama lain.


Ketiga wanita lainnya menatap khawatir sang Jungjungan yang diperlakukan seperti itu oleh kedua orang yang berpengaruh di Dinasti Han.


"Aku adalah suami nya!" ucap Yuan tersenyum bangga.


"Dan aku adalah Gege nya!" ucap Panglima Besar Zilong tak kalah bangga dari Yuan.


Mereka terus membanggakan diri masing-masing,beradu argumen yang kini mengabaikan Yie Er di tengah-tengah mereka.


"Permaisuri?!" gumam Yu Are menatap Yie Er intens.


Yie Er tersenyum,dalam benaknya akan lebih baik ketiga pelayan setianya yang sudah ia anggap teman nya tidak melihat perselisihan dia orang dewasa yang persis seperti anak kecil.


"Hmm...! pergilah untuk beristirahat,Permaisuri ini baik-baik saja.Permaisuri ini akan melerai kedua pria itu!" ucap Yie Er twrsenyum lembut,sedikit melirik Yuan dan Zilong yang masih baradu argumen.


"Tapi Permaisuri!"


Mereka bertiga mantap Yie Er ragu,sesekali melirik sang Kaisar dan sang Panglima yang masih beradu argumen.


"Sudahlah tidak apa-apa ini adalah perintah!" ucap Yie Er memandang tajam mereka bertiga.


"Ba..baik Permaisuri," ucap mereka serempak meninggalkan Yie Er yang tengah melirik tajam kedua pria dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2