
Hingga datanglah Faing Yu ke Gazebo Selatan tempat di mana Yuan mengadakan rapat dengan. para Kaisar dari Dinasti dan kerajaan lain mengenai Zui Qiang.
Selir Pertama menyuruh Faing Yu memanggil Yuan segera untuk ke kediamannya.Selir Pertama saat ini masih meraung-raung kesakitan.
"Buka pintu itu! saya membawa titah dari Selir Pertama," ucap Faing Yu datar tanpa ekspresi.
"Tidak bisa,Yang Mulia mengatakan jika tak ada yabg boleh mengganggu nya," tolak kedua prajurit penjaga pintu itu.
"Kubilang buka! Jika kalian tak membukanya maka kepala kalian akan di pastikan terpisah dari badan kalian itu!" ancam Faing Yu kejam.
"Tetap tidak,ini adalah perintah langsung dari Yang Mulia," ucap kedua prajurit penjaga pintu itu masih bersikeras.
"Tetapi ini titah dari Selir Pertama,jika kalian tak membukanya Yang Mulia akan memenggal kepala kalian itu dengan tangannya!" ancam Faing Yu menyeringai penuh kemenangan.
"Masuklah," ucap salah satu dari prajurit penjaga pintu itu.
Mereka membuka pintu Gazebo Selatan dengan prasaan antara ragu dan tidak.Dalam benak mereka jika mereka membuka pintu Gazebo Selatan ataupun membukanya itu akan sama saja,kepala mereka yang menjadi taruhannya.
Melihat pintu Gazebo Selatan terbuka Faing Yu segara masuk melangkahkan kakinya cepat.Faing Yu harus cepat-cepat memberitahu Yuan tentang keadaan Selir Pertama serta para Permaisuri dan Selir dari Dinasti dan kerajaan lain.
"Yang Mulia!"
"Siapa yang menyuruh mu masuk?" ucap Yuan datar tanpa melihat ke arah Faing Yu.
"Hamba memohon maaf! hamba kesini di karenakan ingin menyampaikan sesuatu yang penting," ucap Faing Yu menunduk dalam meskipun kini Yuan tengah tak melihatnya.
"Sesuatu apa hingga kau berani menentang titah Zhen?" desia Yuan memandang Faing Yu tajam.
Begitupun dengan Kaisar-Kaisar yang lainnya,memandang Faing Yu tak suka.Mereka berpikir siapa pelayan di hadapan mereka ini? hingga berani menentang titah Kaisar nya.
__ADS_1
Mungkin berita yang disampaikan hanya tentang Jungjungannya yang ingin sesuatu.Itu seringkali terjadi di Istana-istana mereka.
"Yang Mulia Selir Pertama merasa kesakitan ketika menggerakkan tubuhnya,tabib Istana sudah memeriksa Selir Pertama tetapi tabib istana itu tak menemukan sesuatu yang aneh dengan Selir Pertama.Semua itu juga terjadi dengan para Permaisuri dan Selir lainya,mereka saat ini tengah berteriak kesakitan ketika menggerakkan tubuh mereka.Semua tabib Istana merasa tak tahu apa yang terjadi,mereka pun tak dapat membuat obat peredam sakit." Faing Yu menjelaskan dengan tanpa henti,dia berbicara secara cepat mengabaikan para Kaisar yang awalnya terlihat tak peduli kini diam terpaku.
"Apa? mereka kini tengah berteriak kesakitan! mengapa tak ada satupun orang yang memberitahu Zhen?" ucap Yuan marah mengeraskan rahangnya.
"Sekarang apa yang terjadi? apa mereka kini sudah tak berteriak kesakitan? tanya seorang Kaisar lebih muda satu tahu dari Yuan khawatir.
"Ya apa mereka kini tak berteriak kesakitan?" tanya Kaisar lainnya secara serempak.
Faing Yu melihat Kaisar-Kaisar gagah di depannya kini berdiri dengan baju kebesaran khas dari kerajaannya.
"Ya,Yang Mulia semua saat ini semua Permaisuri dan Selir tengah berteriak kesakitan bahkan mungkin ada yang tak sadarkan diri saking sakitnya rasa sakit yang diderita," ucap Faing Yu penuh ketegasan.
"Kaisar semua sekarang Zhen tutup rapat ini untuk sementara waktu! kita akan menyambungnya dilain waktu," ucap Yuan dengan aura mengintimidasinya.
"Ya Kaisar Yuan,Zhen rasa juga lebih baik seperti itu," ucap seorang Kaisar lebih tua beberapa tahun dibandingkan dengan Yuan.
Para Kaisar itu pergi dari Gazebo Selatan,berjalan beriringan meninggalkan Faing Yu berjalan seorang diri dibelakang mereka persis seperti pelayan,memang dirinya adalah seorang pelayan bukan?
Setibanya Ibu Suri Agung,Ibu Suri dan Panglima Agung Zerang di kediaman Yie Er.
Disana ketiga orangtua paruh baya itu disuguhi oleh Yie Er yang tertidur di paraduan menahan sakit.Dengan seorang tabib yang tengah memeriksa nya,dia adalah tabib Chau Ci.
Tabib Chau Ci dibawa secara paksa oleh Rei Rei ketika tabib Chau Ci tengah membeli ramuan obat di pasar Dinasti Han.Rei Rei membawa tabib Chau Ci ke Istana Dinasti Han pada saat para Permaisuri dan Selir tengah menjerit kesakitan.
Mendengar jeritan itu semua Rei Rei merasa tak peduli yang ia pedulikan adalah Jungjungannya,Yie Er.Rei Rei takut jika Yie Er juga berteriak sama seperti para Permaisuri dan Selir itu.
"Yie Er menantuku/ Putriku" ucap ketiga orangtua paruh baya itu menghampiri Yie Er di peraduan.
__ADS_1
"Yu Are! Rei Rei! apa Yie Er kesakitan sama seperti Permaisuri dan Selir lainnya?" tanya Ibu Suri Agung khawatir memandang Yie Er sayang sama seperti Ibu Suri dan Panglima Agung Zerang.
"Ya Ibu Suri Agung,hanya saja Permaisuri tak berteriak seperti para Permaisuri dan Selir lainnya.Permaisuri menahan teriakannya itu dengan menutup matanya rapat,serta kedua tangan memegang selimut erat-erat," ucap Yu Are berkaca-kaca.
"Ohh malangnya,tapi mengapa ini semua bisa terjadi?" tanya Ibu Suri Agung heran.
"Kami tak tahu Ibu Suri Agung,hanya saja waktu itu Permaisuri keluar dari Gazebo Barat tempat jamuan makan khusus Permaisuri dan Selir diadakan dengan seperti menahan sesuatu.Mungkin sesuatu itu rasa sakit yang ditahan Permaisuri," ucap Rei Rei sedih.
"Ohh tabib Chau Ci! apakah ada sesuatu yang terjadi dengan Yie Er?" tanya Ibu Suri ketika tabib Chau Ci
selesai memeriksa Yie Er.
"Ibu Suri,hamba tak menemukan sesuatu masalah dalam tubuh Permaisuri,tubuh Permaisuri baik-baik saja seperti orang sehat pada umumnya," ucap tabib Chau Ci sedikit heran.
"Tidak ada apa-apa? mungkin Yie Er keracunan atau apalah itu?" tanya Ibu Suri memastikan.
Mereka dalam kediaman Xauli merasa heran ketika tabib Chau Ci mengatakan jika Yie Er baik-baik saja,yang jelas-jelas Yie Er tengah menahan sakit.
"Ya Ibu Suri hamba merasa yakin Permaisuri saat ini baik-baik saja," ucap tabib Chau Ci penuh keyakinan.
"Tapi-"
"Ya aku baik-baik saja,Arghh...!" ucap Yie Er memotong ucapan Ibu Suri Agung dengan sedikit berteriak kesakitan.
Sedari tadi Yie Er diam menutup mata erat-erat mencoba meredam rasa sakitnya.Dirinya membiarkan seorang tabib memeriksanya,yang akan hanya sia-sia.
Yie Er melihat kini di dalam kediaman nya terdapat orang-orang yang menyayangi dirinya.
___________________________________________
__ADS_1
Halo semua semoga makin betah yah sama 21 Abad Yang Lalu.Disini Author minta jempol kalian dong! gak banyak kok cuma satu per babnya ;)