Perjalanan Sang Permaisuri

Perjalanan Sang Permaisuri
87 Memasak


__ADS_3

"Selir Pertama,sudahlah jangan menangis! lagipula Permaisuri ini yakin jika semua rakyat Dinasti Han dan semua penghuni Istana akan memaafkan mu.Itu pun jika Selir Pertama benar-benar menunjukkan penyesalan Selir Pertama.Permaisuri ini pun memaafkan Selir Pertama," ucap Yie Er tersenyum tipis mengurai pelukannya dengan Selir Pertama.


Rakyat Dinasti Han diam menyaksikan kemurahan hati Permaisuri mereka.Mereka berpikir jika Permaisuri mereka yang didorong ke danau pun memaafkan,mengapa mereka tidak?


Memberikan satu kesempatan tidak akan menghabiskan semua kesempatan yang tersisa.


"Ya kami memaafkan Selir Pertama,lagipula Permaisuri pun memaafkan Selir Pertama,mengapa kami semua tidak?" teriak seorang pemuda mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


"Ya,ya kami semua memaafkan Selir Pertama!" teriak semua rakyat Dinasti Han serempak mengangkat tangan mereka.


Gerbang Istana Dinasti Han bergemuruh,begitupun dengan para penghuni Istana.Yuan menatap Yie Er intens begitupun dengan Yie Er.


Selir Pertama terlihat berada diantara Yie Er dan Yuan.


Melihat itu semua amarah dalam hati Selir Pertama semakin besar.Berani sekali mereka berdua salingbtatap menatap didepan dirinya.


Andai saja durinya sedang tidak bersandiwara dan Permaisuri lemah tak berguna itu tidak menjadi kuat.Dirinya akan dengan senang hati mempermalukan Permaisuri lemah yak berguna itu di depan rakyat Dinasti Han.


Ahh akan dirinya hancurkan moment saling tatap menatap itu!


"Permaisuri,terimakasih atas semua ampunan mu kepada Selir ini," ucap Selir Pertama menggenggam kedua tangan Yie Er tanpa aba-aba.


"Ahh ya,Selir Pertama," kejut Yie Er salah tingkah melepaskan genggaman Selir Pertama.


Yie Er kembali melangkah mendekati Yuan,meninggalkan Selir Pertama yang kembali sendiri dihadapkan dengan rakyat Dinasti Han.

__ADS_1


"Sekali lagi tolong maafkan Selir ini!" ucap Selir Pertama mau tak mau membungkuk dihadapan rakyat Dinasti Han.


"Ya,kami memaafkan Selir Pertama," ucap rakyat Dinasti Han serempak.


Melihat keheningan didepannya Yuan menarik nafas pelan,bahkan sangat pelan hingga Yie Er yang berada disebelah nya tak mendengar suara helaan nafas Yuan.


"Baiklah semuanya,cukup sampai di sini saja! Syukurlah kalian memaafkan Selir Pertama,yang dulu melakukan kejahatan dan sekarang tengah berusaha memperbaiki diri.Serta menyesal dengan semua perbuatannya dulu," ucap Yuan memandang Selir Pertama datar.


Selir Pertama yang ditatap seperti itu mau tak mau menundukkan kepalanya.Persis seperti Yie Er yang dulu tak berani menatap Yuan.


"Selir Pertama,sekarang pergilah ke dapur Istana! kau akan memasak untuk jamuan nanti.Zhen yakin jika memasak sendiri membutuhkan banyak waktu," ucap Yuan bernafas perintah khas ketika berbicara kepada seorang bawahan.


"Baik Yang Mulia," ucap Selir Pertama menunduk mengerti.Bagai seorang bawahan kepada atasannya.


Melihat anggukan Selir Pertama,Yuan pergi melangkahkan kakinya bersama Yie Er,meninggalkan Selir Pertama yang menatap benci Yie Er.Begitupun dengan rakyat Dinasti Han dan semua penghuni Istana pergi kembali menjalankan kewajiban mereka masing-masing.


"Selir Pertama!" panggil Faing Yu susah payah.


Selir Pertama diam Menatap Faing Yu intens,dirinya tahu apa yang sedang dipikirkan pelayan setianya itu.Ahh sekarang yang perlu dirinya lakukan hanya terus berpura-pura baik.


"Antarkan Selir ini ke dapur Istana!" pinta Selir Pertama menatap lurus kedepan.Melangkahkan kakinya perlahan-lahan.


"Baik Selir Pertama.Ehhmm apakah Anda tidak merasakan apapun?" tanya Faing Yu memandang penasaran Selir Pertama.


Mendapat pertanyaan dari pelayan setianya,Selir Pertama terdiam.Mengapa pelayannya itu menanyakan itu semua? Dalam pikiran Selir Pertama terlintas ingin sekali dirinya mencurahkan segala amarah yang sedari tadi terbendung.Jika bisa sekarang dirinya akan senantiasa membunuh Permaisuri lemah tak berguna itu. "Jika kau bertanya,maka Selir ini ingin sekali membunuh Permaisuri lemah tak berguna itu," ucap Selir Pertama mengepalkan tangannya kuat.

__ADS_1


"Selir Pertama,bersabarlah setelah Anda membuat jamuan makan malam dan membuat semua orang terkesan.Maka rencana kita selanjutnya akan berjalan dengan lancar," ucap Faing Yu penuh ambisi.


"Ya,Selir ini akan bersabar.Lagipula tidak apa-apa mengorbankan beberapa hal untuk kemenangan akhir nanti," ucap Selir Pertama menyeringai kejam.


"Ya Selir Pertama," seru Wei Lu,pelayan Selir Pertama yang lain.


"Faing Yu,saat jamuan makan malam nanti bawalah beberapa makanan! dan bilang jika makanan itu buatan Selir ini," perintah Selir Pertama tersenyum licik.


"Baik Selir Pertama," ucap Faing Yu mengangguk patuh.


Itu adalah pembicaraan terakhir Selir Pertama,mereka berjalan tanpa obrolan disepanjang lorong Istana.Sepanjang jalan Selir Pertama tak hanti-hentinya tersenyum kepada para penjaga dan beberapa pelayan yang berlalu lalang.


Rasa nya tersenyum berpura-pura seperti ini mulutnya terasa kebas.Beruntunglah kini dirinya sampai di dapur Istana Dinasti Han.Disana terlihat Ibu Suri Agung dan Ibu Suri yang telah menunggu.


"Ibu Suri Agung,Ibu Suri,maafkan Selir ini terlambat datang ke dapur Istana untuk memasak!" ucap Selir Pertama tersenyum sopan tak lupa menundukkan kepalanya penuh hormat.


"Kami pun baru sampai.Sekarang cepatlah memasak! Ibu Suri Agung yakin akan membutuhkan waktu sangat lama untuk memasak," ucap Ibu Suri Agung tersenyum lembut begitupun dengan Ibu Suri.


Mereka berdua telah memaafkan Selir Pertama.Entah mengapa semua orang dengan mudahnya memaafkan Selir Pertama?


"Terimakasih Ibu Suri Agung,Ibu Suri! Selir ini akan memasak dengan baik," ucap Selir Pertama tersenyum lebar penuh pakasaan.Tidak ada yang meyadari senyuman paksa itu.


"Ya,mulailah memasak!" pinta Ibu Suri.


Selir Pertama menghampiri bagian memasak,Faing Yu dan yang lainnya hanya diam memperhatikan Selir Pertama.Selir Pertama mulai memotong beberapa sayuran yang tersedia,mencampurkan beberapa bahan makanan.Sesekali tersenyum manis kearah Ibu Suri Agung dan Ibu Suri.

__ADS_1


Huh rasanya memuakan sekali harus memotong beberapa bahan masakan,memegang pisau dan sejenisnya.Rasanya dirinya ingin sekali melempar pisau di tangan nya kepada kedua wanita tua yang tengah memperhatikan nya.Jika saja ia bisa menaruh racun di makanan yang dirinya buat!


__ADS_2