Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Aku dan ka Ell telah selesai mencuci piring. Kita lalu memutuskan untuk pergi ke kamar kita masing-masing.


"Hah. Lelah sekali, padahal tidak ada yang aku lakukan dengan tenaga berlebihan."


Ujar ku, merentangkan tubuh di atas kasur.


Lalu, aku beranjak dan menuju meja belajar.


Ya. Aku harus belajar malam ini, Papah dan Mamah tidak akan suka jika aku melewatkan belajar satu hari saja.


Kring


Handphone ku berdering, ku raih gawai itu. Terlihat nama seseorang di layar handphone ku siapa yang telah mengirim pesan WhatsApp pada ku.


"Sya. Besok antar aku beli bahan-bahan untuk membuat kue, ingat ya. Sepulang sekolah."


Begitulah pesan yang ku terima dari Nara.


Tanpa ku balas pesan itu, aku menyimpannya dan mulai belajar.


.


22.22


Netra ku sudah mulai mengantuk. Sedari tadi aku terus saja menguap, tapi aku masih belum selesai belajar.


"Huaaaaaa."


Ku tutup mulut ku dengan tangan, lalu merentangkan tubuh untung mengurangi rasa kantuk ku.


Ketika Radit akan pergi ke dapur untuk membawa minum, ia menghentikan langkahnya di dekat pintu kamar ku.


Sesaat, netranya melirik ke dalam kamar. Dan melihat diri ku yang masih belajar dan terus menguap.

__ADS_1


Wajah datarnya terlihat jelas. Ketika ia memilih pergi dari pada terus berdiri di sana.


.


22.55


"Huaaaa."


Aku kembali menguap. Dan untuk kali ini, aku tidak bisa menahan rasa kantuk ku.


Tanpa mengunci kamar, aku langsung membaringkan tubuh di kasur tanpa selimut.


Di saat yang sama, ka Ell ke luar kamar dan melewati kamar ku. Ia lalu melihat pintu kamar ku terbuka dan mendekat untuk memeriksanya.


"Anak itu."


Tuturnya melihat aku yang sudah larut dalam tidur.


Ka Ell lalu membenarkan posisi tidur ku. Dan saat itu, Radit hendak kembali ke kamarnya dan melihat ka Ell berada di dalam kamar ku.


Ketika ka Ell menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu kamar, ia beranjak untuk ke luar dari kamar ku. Sontak Radit dengan cepat pergi dari tempatnya mematung.


"Kenapa juga Ell sangat perhatian pada perempuan itu?."


Ketus Radit, setelah ia duduk di kasur.


"Hah. Terserah si, lagian gue tidak perduli pada tu cewe."


Tambahnya merentangkan tubuh dan ia pun mulai tertidur.


Kalau di tanya ka Ell sekarang sudah tidur apa belum. Ya jelas ka Ell juga telah lelap pada mimpinya malam ini.


.

__ADS_1


Oke skip.


06.45.


"Tu cewe mana si, lama banget."


Gerutu Radit yang sedang berdiri di samping mobil dengan ka Ell.


"Lama. Bisa-bisa gue kesiangan."


Tambahnya, membuat ka Ell tersenyum devil.


"Woy, Badut. Lama lo."


Teriak Radit ketika melihat aku yang sedang terburu-buru memakai sepatu bagian kaki kanan ku.


"Yuk."


Ujar ku tanpa merasa bersalah.


Ka Ell tersenyum, sementara Radit mendelik kesal dan langsung memasuki mobil di susul ka Ell.


Ke duanya duduk di depan, dan aku ya di belakang lah. Kalian kira jok mobil depan ada tiga? Hmmmm.


Sekitar lima belas atau dua puluh meter dari gerbang sekolah, Radit menepikan mobilnya.


"Turun."


Titahnya, membuat ka Ell menatapnya dengan heran begitu pun aku.


"Gue bilang turun."


Ulangnya dengan kesal.

__ADS_1


Aku dan ka Ell bertemu tatap. Lalu ka Ell beranjak untuk ke luar dari mobil.


__ADS_2