Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Pagi menyapa, memberiku energi untuk menjalani hari.


Ada apa Alena? Sepertinya kamu sangat bersemangat untuk hari ke dua sekolahmu.


Padahal, biasanya kamu sangat pemalas.


"Mah. Alena berangkat."


Teriak ku, melahap roti yang tersedia di meja makan.


"Berangkat bareng papah saja Al."


"Tidak mau." Tolak ku, beranjak.


"Alena." Teriak mamah, membuat ku menutup ke dua telinga.


"Lagian papa lelet banget si ma."


Lesu ku duduk di kursi depan rumah.


"Bukan papah yang lelet, kamu saja yang kepagian."


Bela papah, menghampiri ku.


"Tahu ah." Kesal ku berjalan menuju mobil.


"Alena sayang." Geram mamah, sambil menyodorkan tangannya memberi pertanda.


"Hehe, lupa, maaf mah." Kikuk ku menyalimi lengannya.


"Papah berangkat. Hati-hati di rumah." Pamitnya, mengecup kening wanita pujaannya.


Sementara aku, hanya memainkan bibir dan menyandarkan tubuh pada mobil.


"Papah juga hati-hati." Jawab mamah malu-malu.


"Pah, buruan dong. Nanti Alena kesiangan lagi." Rengek ku, membuat mamah membulatkan matanya.


"Iya Alena, kita berangkat sekarang."


Tuturnya memasukki mobil. Di ikuti aku.

__ADS_1


"Dah mamah." Teriak ku lewat kaca mobil, di balas lambaian tangannya.


................


Rumah lain.


"Ell, panggil Radit. Tante tahu dia pasti belum bangun."


Titah seorang perempuan yang sudah berusia.


"Iya Tante." Nurutnya, menghampiri kamar Radit.


Tok-tok-tok.


"Radit bangun, tidak mungkin bukan jika Lo harus kesiangan. Ini masih hari ke dua."


Teriaknya, berharap seseorang yang Panggilnya itu segera bangun.


"Radit." Tambahnya, dan clek. Ka Ell membuka kamar Radit yang sama sekali tidak ia kunci.


"Bangun woy." Titahnya membuka selimut yang membuntal keponakannya itu.


"Berisik Lo. Kalau mau berangkat sana berangkat."


"Bangun. Lo mau Tante nyiram Lo lagi hah?."


"Buruan bangun!."


"Iya-iya, bawel banget si Lo Ell. Sana-sana."


Malas Radit terbangun, Ka Ell tersenyum simpul dan pergi meninggalkan tempat itu.


.................


Aku dan papah sudah sampai di depan gerbang. Setelah menyalimi pria separuh baya itu, aku kemudian turun dari mobil.


"Hati-hati pah." Ujar ku melambaikan tangan, yang langsung di balas anggukan darinya.


"Alena." Teriak seseorang ketika aku sedang menyusuri kolidor.


Aku membalikan badan, dan tersenyum pada Nara.

__ADS_1


"Al kamu membawa baju ganti?."


Tambahnya, setelah bersejajar dengan ku.


"Untuk apa?." Heran ku, membenarkan tas.


"Bukannya, kemarin ka Dafa yang bilang."


Mendengar itu, aku mengingat-ingat lagi pengumuman itu.


"Benar. Nara bagaimana ini? Aku tidak membawanya."


"Dih Al, kamu pelupa banget si."


"Lagian kenapa kamu tidak memberitahu aku?."


"Kita belum punya nomor handphone masing-masing."


"Benar juga." Pasrahku, mulai kembali menyusuri kolidor.


.


11.00


Para siswa baru di bariskan di lapangan, untuk mengikuti kegiatan Pramuka blok.


Semacam halang rintang dan sejenisnya.


Jujur, sebarnya aku tidak ingin mengikuti kegiatan ini. Di tambah aku lupa membawa baju ganti.


Tapi, setelah tahu bahwa ini wajib d ikuti untuk peresmian, dengan berat hati aku rela jika nanti pulang memakai baju kotor.


Setelah Apel pembukaan selesai, kami langsung di ambil alih panitia.


"Pokoknya, kita harus jadi juara oke. Kalian bisa kompak bukan?."


Seru ka Dafa, pembimbing kami.


"Siap." Semangat kami, memulai kegiatan ini.


Peta yang diberikan panitia lumayan membingungkan, karena setiap kita menemukan tempat yang di beri tanda dalam peta.

__ADS_1


Kita harus menyelesaikan sebuah teka teki terlebih dahulu.


__ADS_2