Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Hai pagi. Selamat menempuh hari dengan berjuta kejadian yang mungkin takan terganti.


Aku masih bercermin, mengamati wajah ku yang tampak tak biasa. Hehe, iya lah. orang rambut sebahu ku menjadi sedikit kriting. Tapi aku suka, terlihat bagus juga si, menurut ku tidak tahu kalau menurut orang lain.


Aku segera bergegas pergi ke bawah. Takut si manusia datar keburu memanggil-manggil nama ku, terlalu berisik di telinga mungil ini.


Saat Radit sedang meminum susu, tiba-tiba netranya melirik ke arah ku, dan ia hampir saja tersendak.


Melihat itu, aku hanya mengernyitkan dahi.


"Uhuk-uhuk."


Nah benarkan Radit tersendak. Rasakan.


"Al."


Panggil ka Ell yang baru saja turun dari tangga.


Aku yang masih mematung dekat sofa melirik ka Ell dengan tatapan datar.


Namun, sama halnya dengan Radit, wajah ka Ell tiba-tiba berubah melongo.


"Kalian lihat apa si? Segitunya banget."


Ketus ku, pergi ke luar.


Ke duanya langsung tersadar dan segera menyusul ku.


Di sepanjang perjalanan. Aku merasa risih berada di dalam mobil. Radit selalu saja memperhatikan ku dari kaca kecil di depan sana. Dan ka Ell, ia terus saja melirik ke arah ku dengan tatapan yang entah apa, sangat sulit di artikan.


"Stop-stop."


Ujar ku, membuat Radit menghentikan mobilnya dengan spontan.


"Mau ngapain Lo?."

__ADS_1


Tanya Radit. Sementara ka Ell hanya celingak-celinguk tidak jelas.


"Turunlah. Biasanya kan kamu suruh aku turun di sini."


Jawab ku dengan nada sedikit merendahkannya.


"Ta-ta."


Bruk.


Tanpa menunggu Radit menyelesaikan argumennya, aku dengan cepat menutup mobil dengan keras.


"Al."


Teriak ka Ell dalam mobil.


"Alena."


Teriaknya lagi, tapi tak ku hiraukan. Aku terus saja berjalan lurus.


Akhirnya, sampailah aku di koridor sekolah. Ketika sedang berjalan sambil memperhatikan area lapang, tiba-tiba seseorang menepuk pundak ku.


"Pagi Alena."


Sapanya tersenyum manis.


"Kakak."


Jawab ku sedikit kaget.


"Emm. Jadi. Tidak di jawab nih?."


Kikuknya, bertingkah manja.


"Hehe, pagi ka Dava."

__ADS_1


"Haha. Kamu sudah makan?."


Tanya ka Dava pada ku. Aku menggelengkan kepala ku. Membuatnya lagi-lagi tersenyum.


"Kalau gitu, kita sarapan bareng di kantin."


Ujarnya, manik lengan mungil ku.


Ketika aku dan ka Dava melewati kelas TKJ, kelas Siswo tercantik di sini. Ya kelas Naya. Aku melihat Radit sedang asyik berbincang dengannya di depan pintu kelas.


Ke duanya juga melihat aku dan ka Dava. Tapi, aku kemudian memilih untuk tidak melakukannya.


Netra Radit terus saja memperhatikan sampai diri ini tidak lagi terlihat pada pandangannya.


"Radit."


Tegas Naya dengan nada tinggi, membuyarkan lamunannya.


"Ah?."


"Kamu kenapa si? Dari tadi aku panggil-panggil juga."


ketusnya, membuat Radit kebingungan sendiri.


.


Kantin


Aku duduk di bangku yang ketika duduk di sana, lapang luas sekolah ini dapat terlihat.


Sedang ka Dava, ia sedang memesan jatah sarapan pagi kita berdua.


Tak lama, ketika aku sedang melamun sambil memandangi lapangan yang di penuhi orang-orang yang sedang bermain basket. Ka Dava datang dan menyodorkan semangkuk nasi goreng pada ku.


"Terimakasih."

__ADS_1


Ujar ku, meraihnya dan langsung melahap nasi goreng yang terlihat menggiurkan lidah ku.


__ADS_2