Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Jam pelajaran tengah berlangsung. Tapi, aku tidak bisa fokus pada materi yang sedang di jelaskan pak Yadi. Pikiran ku terus saja dipenuhi Giandra.


Bagaimana keadaannya sekarang?


Apakah dia sudah sadar?


Apa dia menjadi lebih baik?


Atau belum ada perubahan?


Ahhhh. Aku mengacak rambut sebahu ku. menundukkan kepala dan menempelkan dahiku pada meja.


"Al. Kamu sakit?"


Tanya Nara khawatir melihat ku.


"Tidak kok na."


"Terus kamu kenapa?"


"Tidak ada apa-apa."


Jawabku, memberikan senyum pada Nara. Membuatnya percaya. Sementara dari tempat duduknya, Radit terus saja memperhatikan ku.


.


Kring-kring-kring


Bel istirahat berbunyi, seketika para murid berhamburan keluar dari kelas memenuhi kantin.


"Al, ayo makan siang!"


Ajak Nara, membereskan buku dimejanya.


"Kamu pergi dengan yang lain saja, aku sedang tidak ingin makan."


Jawabku, memposisikan kepala agar tertidur diatas meja dengan tumpuan tangan kiri. Aku tidak ingin memperlihatkan wajah kusutku pada Nara, dia pasti terus bertanya.


"Kamu yakin tidak sakit?"


Tanya Nara lagi, masih mengkhawatirkan ku.


"Emmm. Pergilah."


Mendengar itu, Nara langsung bergegas pergi meski ia masih mencemaskan keadaan ku.

__ADS_1


"Kantin bro."


Ujar Padil, pada yang lain sambil beranjak.


"Let's go"


Nyangut farel dan Boby sambil menjulurkan tangan kanan mereka menunjuk ke arah pintu.


"Lo tidak ikut dit?"


Tanya Padil ketika mereka hendak pergi.


"Pergi saja."


Jawab Radit. Mendengar itu, Padil mengangguk ragu. Ia lalu melirik ke arah ku dan kembali menatap Radit.


"Kalau gitu, Lo jagain gebetan gue. Awas aja Lo kalau gangguin dia."


Titahnya, ditertawai Boby dan farel.


Mendengar itu, aku hanya menghela napas dan memejamkan mata. Permasalahan dalam kepala ku jauh lebih membuatku lelah dari pada berada diantara mereka.


"Sesuka Lo."


Ketus Radit.


Radit beranjak dari tempat duduknya. Ia berjalan menuju tempat duduk ku. Kemudian dia menyandarkan separuh tubuhnya pada meja dan menatap wajah ku yang masih menutup mata.


tok


Ia mengetuk meja dengan punggung jari telunjuknya. Membuat mata ku perlahan terbuka. Aku sama sekali tidak terkejut melihat Radit yang sedang memperhatikan wajah ku. Aku sudah menduga dia yang melakukannya. Aku lebih memilih membalikkan posisi tidur agar membelakangi pria itu.


"Apa yang Lo bicarakan dengan curut sialan itu?"


Tanya Radit, membuat ku kembali membuka mata dan sedikit mengingat-ingat.


"Hah, bukan urusan kamu"


Jawab ku tampa melihat wajahnya.


"Apapun yang bersangkutan dengan Lo akan menjadi urusan gue. Jadi cepat katakan!"


"Sejak kapan kamu perduli tentang diriku?"


Membuat Radit terdiam.

__ADS_1


"Serah Lo saja. Jangan mengulangi kejadian seperti tadi, ingat Lo sudah punya tunangan."


Ketusnya beranjak, hendak kembali ke bangkunya.


"Lantas, apa kamu akan berhenti melakukan hal yang sama pada Naya?"


Tanya ku, membuat langkahnya terhenti. Aku membenarkan posisi tubuh ku. Duduk dengan benar tanpa menghadap pada Radit. Dan pria itu, dia membalikkan tubuhnya dan menatap ku dengan wajah penuh kebencian. Lalu, ia lebih memilih pergi dari ruangan ini dari pada menjawab pertanyaan yang aku tanyakan padanya.


"Hah."


Aku menghembuskan napas dengan kasar. Menyandarkan tubuhku pada kursi dan kembali memejamkan mata.


.


"Na. Gabung ya?"


Ujar Boby pada Nara yang sedang makan sendirian.


"Emm."


Jawab Nara, menatap Boby sesaat lalu kembali makan. Sementara farel dan Padil sedang memesan makanan.


"Tadi pagi Lo kenapa?"


Tanya Boby, masih penasaran.


"Tidak papa, hanya sakit perut."


"Memangnya, habis makan apa Lo semalam?"


"Emmmmm, lupa."


"Ck. Lain kali jangan asal makan."


Ujar Boby, membuat mereka bertemu tatap.


"Ehem, yang lagi godain cewe."


Ujar Farel yang baru saja datang bersama Padil.


"Wah, waras juga ternyata Lo Bob. Gue kira Lo tidak vertikal."


Sangut Padil. Ditertawai Farel, sementara Nara hanya diam memakan makanannya.


"Otak Lo pada yang tidak vertikal. Bedebah."

__ADS_1


Ketus Boby, meraih jatah makan siangnya dan langsung melahapnya dengan kasar. Membuat kedua temannya terkekeh.


__ADS_2