Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

09.00


Semua siswa di kumpulkan di lapangan. Ada beberapa pengumuman yang akan di sampaikan kurikulum dan kesiswaan.


"Jadi, kalian bisa lihat semuanya di Mading sekolah. Terimakasih."


Tutup kesiswaan, membuat para murid berhamburan menuju mading. Sementara aku dan Nara masih mematung.


"Na, kantin yuk."


Ajak ku, membuatnya memandangku dengan heran.


"Tidak mau lihat Mading dulu?"


Jawabnya, bertanya balik.


"Nanti saja,"


"Yasudah, yuk."


Setuju Nara, ketika kita hendak berangkat. Aku menoleh ke belakang dan melihat Namara yang sedang memperhatikan ku.


Dengan cepat ku tarik lengannya.


"Kita pergi makan."


Ujarku, membuat Nara dan Namara tersenyum.


Ketika kita baru saja sampai di bibir pintu. Radit dan teman-temannya sudah menempati bangku yang biasa aku dan Nara duduki.


"Loh kenapa kalian di sini?"


Tanya Nara kesal. Dan aku hanya diam melipat ke dua lengan di depan dada. Kalau Namara dia hanya diam saja.


"Lah emang kenapa?"


Jawab Farel, menyantap makanan ringan di hadapannya.


"Mending kalian semua pergi deh, kita mau duduk."


"Yasudah apa susahnya kalian gabung dengan kita?"


Sahut Radit, melirik ku.


"Al,"


Geram Nara.


"Alena sayang, gabung saja sama kita. Lagi pula lihat saja kantin hari ini penuh."

__ADS_1


Ujar Padil so manis.


"Jijik,"


Cibir Radit,


Aku kemudian duduk di samping Radit, apa lagi yang bisa aku pilih.


"Al,"


Teriak Nara.


"Duduk saja, dari pada kita tidak kebagian bangku,"


Jawabku, kemudian Namara duduk di samping Padil dan Nara duduk di samping Boby.


.


Setelah makan, kita semua lalu memutuskan untuk pergi ke papan Mading. Melihat kemana kita akan pergi, dan dengan siapa kita satu kelompok.


"Pirasat gue gak enak, apa jangan-jangan kita satu kelompok lagi?"


Ujar Padil ketika kita semua sedang menyusuri koridor.


"Yang ada juga kita yang dapat musibah kalau satu kelompok sama Lo."


"Ck, berkah kali."


"Najis."


Tutur Farel, mendapatkan tendangan Padil.


Tak lama, kita sampai dan membaca pengumuman di Mading itu.


"Alena, Boby, Farel, Radit, Namara, Nara, Padil."


Nara membaca nama kelompok satu dari kelas TMM 1.


"What, kita semua satu kelompok?"


Kaget Boby, menatap kita semua."


"Yogyakarta, tempat kita di Yogyakarta bro."


Senang Farel.


Membuat aku sedikit terkejut, begitupun Namara.


.

__ADS_1


Naya, gadis itu tengah menikmati makan siangnya di kantin. Sendirian, maklumlah anak baru yang belum mendapatkan teman.


"Hai,"


Sepa seseorang menghampirinya, Naya menoleh dan menatapnya dengan datar.


"Boleh gabung?"


Tanya perempuan itu, di angguki Naya.


Kemudian perempuan itu duduk di hadapan Naya dan langsung melahap makanan yang ia bawa. Setelah Naya perhatikan ternyata dia satu kelas dengannya.


"Kamu ketua kelaskan?"


Tanya Naya, memberanikan diri. Membuat perempuan itu menoleh.


"Emm, aku Nabila."


Jawabnya.


"Owh iya, salam kenal."


Ujar Naya, di angguki Nabila.


"Emm, aku lupa. Kepala sekolah bilang sepulang sekolah kamu harus menemuinya."


Tutur Nabila.


"Kamu kenal dengan dia?"


Tanya Naya, membuat Nabil sedikit canggung.


"Owh itu, aku perwakilan olimpiade matematika. Jadi kepala sekolah tahu aku."


Jawabnya jujur.


"Pantas saja,"


"Kenapa?"


"Tidak, kamu memang terlihat sebagai siswi berprestasi,"


Elak Naya.


"Hahaha tidak juga. Aku tidak sepintar itu Na."


Membuat mereka hanya saling senyum dan kembali menikmati makanan mereka masing-masing.


Meski sebenarnya masih ada banyak hal yang ingin ia tahu dari Nabila mengenai kepala sekolahnya.

__ADS_1


__ADS_2