Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Tok-tok-tok


Tok-tok-tok


Ketika hendak membuka surat pemberian Namara, tiba-tiba aku mendengar pintu kamar ku di ketuk seseorang.


"Alena."


Tok-tok-tok


"Al. Turunlah, kita akan makan malam bersama. Papah mu sudah menunggu."


Teriak mamah tanpa membuka pintu kamar ku, karena terkunci.


"Allll,"


Teriaknya lagi, seperti dengan amarah.


"Iya, Alena segera menyusul."


Jawab ku, cepat membereskan semuanya ke dalam kotak.


Drap


Drap


Drap


Dengan cepat aku berlari menuju lantai bawah.


Dan duduk tepat di hadapan mamah.


"Bagaimana liburannya?"


Tanya papah menatap ku, sementara mamah menyodok nasi untuk suaminya.


"Emm. Lumayan,"


Jawab ku, menerima piring berisi nasi yang mamah sodorkan.


"Tumben biasa saja, padahal kamu pergi ke Yogyakarta."


Timpal mamah, mengambil ayam untuk dirinya sendiri.


"Habis cuma sebentar liburannya,"


Lesu ku melahap nasi dengan perkedel.


"Yasudah, libur pekan ini kita pergi bersama ke Yogyakarta."


Ujar Papah.


"Serius pah?"


Tanya ku antusias, sementara mamah terlihat biasa saja.


"Emm,"

__ADS_1


"Terimakasih, sayang papah deh."


"Gak sayang mamah nih?"


"Engga,"


Jawab ku, mendapat sorot mata tajam Mamah, membuat papah terkekeh.


.............


"Dia sudah pulang, tapi tidak memberi kabar sama sekali."


Tutur Radit berdiri di pagar balkon.


Ia terus saja memainkan handphonenya, berharap beberapa pesan masuk membuat dirinya merasa sedikit lega.


Tapi, sudah lama ia berdiri di sana dan tidak mendapatkan satu pesan pun.


Tring


Tiba-tiba saja, handphone Radit berdering ketika ia hendak masuk ke dalam kamar. Dengan senang ia membuka pesan itu. Namun ternyata,


'Besok tanding woy, 10 TKJ 1'


Pesan yang di kirim Padil, di grup kelas.


Dengan kecewa, Radit kembali mematikan handphonenya dan masuk ke dalam kamar. Ia lalu membaringkan tubuhnya dan tertidur.


.


Lalu, ia mendengar handphone yang tersimpan di sampingnya berdering, ya panggilan masuk.


"Hallo"


Ujarnya, karena ka Ell tidak mengetahui nomor siapa yang sedang menghubunginya.


"Ka,"


Tiba-tiba saja, suara lirih terdengar di telinganya.


"Ka, tolong"


Tambahnya, namun ka Ell malah bengong tak percaya.


"Ka."


"Apa kamu baik-baik saja?"


Tanya ka Ell mulai sadar.


"Ka,"


"Na, ada apa?"


"Naya,"


"Na."

__ADS_1


Teriak ka Ell, namun tidak ada jawaban yang terdengar. Dengan cepat ka Ell meninggalkan apartemen menuju kompleks yang di singgahi Naya.


Tanpa pamit pada Radit, motor yang di kendarai ka Ell melesat cepat.


Brak


Ka Ell membuka pintu rumah Naya dengan cemas.


"Naaaa."


Teriak ka Ell, melihat wanita itu telah terbaring tak sadarkan diri di lantai dekat ranjang.


............


Pagi. Ku harap dunia masih berotasi, memberi waktu pada tunggu, dan memberi ruang untuk juang.


.


"Naraaaaa."


Teriak ku, memeluknya dengan erat.


"Uhuk-uhuk."


"Sakit Al, sakit. Lepasin."


Ujar Nara tersendat. Ya, dia sedang makan pagi di kantin saat ini.


"Yeeee, tidak asyik kamu Na."


Ledek ku cemberut dan duduk di hadapannya.


"Lagian, tumben banget pake acara meluk-mekuk segala."


"Kenapa? Tidak boleh apa?"


"Kamu sehatkan Al? Takut saja pulang liburan malah tambah stress."


"Sembarangan."


"Hahaha, iya deh maaf canda."


"Tidak lucu."


Rajuk ku, membuat Nara tak henti tertawa.


.


"Pagi Al. Na,"


Sapa ka Dava, duduk di samping ku.


Aku dan Nara saling bertemu tatap.


"Pagi ka."


Jawab kita bersamaan dengan sedikit rasa bingung. Ya bingung lah, hampir setiap aku dan Nara berada di kantin, ka Dava selalu datang dan ikut nimbrung. Hmm.

__ADS_1


__ADS_2