Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Drettt


Dreeet


Drettt


Handphone ku berbunyi, ku raih gawai itu, dan ternyata satu panggilan masuk.


"Siapa ?."


Tanya Nara, karena kita sedang menikmati makan malam bersama.


"Emm Ka Ell."


Jawab ku ragu.


"Loh. Kalian sudah saling tukar nomor handphone?."


"Iya Na."


"Emmm. Angkat dong Al, malah di anggurin."


"Heheh. Lupa."


Kikuk ku.


"Alena. Sudah jam berapa sekarang?."


Tanyanya di sebrang sana. Dengan cepat aku melihat arloji di lengan kiri ku.


"Mampus, jam sepuluh malam."


Gumam ku khawatir.


"Sekarang cepat pulang."


Bentak ka Ell di telpon.


"Iya ka."


Tut. Ku matikan telpon itu.


"Nah kita harus pulang."


Cemas ku melahap beberapa suap nasi yang tersisa.


"Kenapa kamu sekhawatir itu?."


"Duh Na. Kamu tidak dengar apa, tadi ka Ell suruh aku pulang di bawah jam sepuluh malam. Dan sekarang sudah jam sepuluh."

__ADS_1


Ketus ku bercampur cemas.


"Nara cepat."


Pinta ku karena gadis itu masih saja santai makan.


"Iya-iya."


Jawabnya dengan mulut penuh makanan.


Kita berdua segera pergi menuju terminal mis.


"Kenapa kamu senurut itu sama ka Ell?."


Tanya Nara, ketika kita berdua sedang duduk di bangku terminal.


"A. Aku kan suka sama ka Ell, jadi aku harus buat ka Ell suka juga sama aku."


"Emmm."


Jawab Nara ragu pada Ku.


'Duh Nara kenapa jadi banyak bicara kayak gini si?.'


Batin ku menggerutu.


"Nah bis arah ku sudah datang Al."


"Emm. Hati-hati Na."


"Kamu tidak papah aku tinggal Al?."


"Tidak papah pulanglah, sudah hampir larut."


"Tapi aku khawatir sama kamu Al."


"Naiklah, mungkin ini bis terakhir ke arah sana."


"Yasudah, kamu juga hati-hati. Dah."


Pamitnya melambaikan tangan yang ku balas dengan anggukan dan senyum.


Setelah bis yang di naiki sahabat ku telah pergi dan tidak lagi terlihat. Aku mulai cemas karena di sini aku hanya seorang diri.


Mana gelap, dingin, banyak suara hewan yang membuat kesan horor dalam otak ku berjalan dengan mulus.


"Mamah Alena takut."


Rengek ku, dengan cepat meraih gawai dan mencari-cari nama Radit.

__ADS_1


Drett


Dreett


Drettt


Radit yang menerima telpon dari ku, membiarkan panggilan itu begitu saja.


"Mengganggu Saja"


Tuturnya kesal karena Ia sedang telponan bersama pujaan hatinya tersayang cih.


Tak kunjung ada jawaban. Memang menyebalkan si Radit, tidak ada khawatir-khawatirnya sama aku. Malah mentingin perempuan lain.


"Manusia datar."


Ketus ku beralih untuk menghubungi ka Ell.


"Ka."


Panggil ku setelah ka Ell menerima telpon dari ku.


"Kamu dimana?."


Tanya ka Ell khawatir.


"Di terminal. Alena takut ka."


Jawab ku dengan suara merengek.


"Dengan siapa?."


"Sendiri."


"Dimana Nara."


"Dia sudah pulang. Kakak Alena takut. Hik."


"Tenanglah. Kakak jemput kamu sekarang."


"Emm."


Jawab ku, ka Ell mematikan telpon dan langsung mengambil jaket miliknya. Ia berlari menuruni tangga dan melihat Radit yang sedang asyik video call dengan Naya.


Ada rasa sakit sekaligus cemburu yang memburu, karena perbincangan Radit dan Naya begitu romantis dan menyenangkan.


Dengan emosi yang ia redam. Ka Ell langsung bergegas pergi setelah mengambil kunci mobil di atas meja.


"Mau kemana Lo Ell?."

__ADS_1


Tanya Radit, tanpa merasa bersalah dengan pertanyaan yang telah ia lontarkan itu.


Tapi, ka Ell pergi begitu saja tanpa memperdulikan keponakannya.


__ADS_2