Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Sampailah aku dan ka Ell di halaman apartemen. Ka Ell segera turun, namun ketika hendak menaiki tangga ia sadar bahwa aku masih belum turun dari mobil.


Ka Ell menarik napas dengan berat dan menghampiri ku.


"Alena, apa kamu tidak akan turun? Hah?."


Ujarnya malas pada Ku.


"Takut ka."


Jawabku.


"Justru tetap di dalam mobil lebih takut. Gelap Al mana kamu sendirian lagi."


Timpalnya.


Aku melirik ke jok belakang dan benar. Gelap banget ist, aku menggidik ngeri. Dan buru-buru saja aku turun.


Aku menggandeng tangan kanan ka Ell dan masuk ke dalam.


Ketika kita baru saja masuk, terlihat Radit yang sedang memainkan laptopnya sambil senyam-senyum. Entah apa yang ia perbincangan dan entah dengan siapa juga dia saling bertukar argumen hingga terlihat sebahagia itu.


Radit menatap ku dan ka Ell secara bergantian.


"Apa disini ada acara pernikahan? Mengapa kalian saling bergandengan seperti itu?."


Ujar Radit sedikit tak suka.


Hais, benar. Aku belum melepaskan cekalan ku. Ka Ell menatap ku lalu menghembuskan napasnya. Sementara aku hanya tertunduk dan memainkan bibir.


"Betapa baiknya pria ini, menjemput tunangan keponakannya yang sedang sibuk bercinta dengan wanita lain."

__ADS_1


Sinis ka Ell pada Radit.


Wajah Radit tiba-tiba menjadi sangat datar.


Terdengar beberapa kali panggilan dari seorang wanita yang ku dengar dari laptopnya.


"Maksud Lo apa Ell?."


Emosinya.


"Hahaha. Jangan bertingkah so bodoh, sudah jelas Lo tahu jawabannya."


Jawab ka Ell tak kalah emosi lalu pergi meninggalkan ruang tengah.


"Ka."


Panggil ku spontan.


Namun ka Ell tidak menghiraukannya.


Namun ketika aku hendak menaiki tangga, aku melirik ke arah Radit, dan ku lihat wajah seorang perempuan di layar laptop Radit. Ya siapa lagi kalau bukan Naya.


Entahlah, ingin sekali rasanya marah. Tapi aku tidak tahu apa yang membuat aku harus marah. Jadi, yasudahlah lebih baik aku mandi dan beristirahat saja.


.


Ka Ell


Pria itu sedang marah-marah di kamar. Ia membantingkan bantal, guling, bahkan beberapa barang yang ada di meja.


"Ahhhhh."

__ADS_1


Teriaknya tersungkur di dekat ranjang.


"Mengapa kita harus saling kenal jika pada akhirnya, kita hanya menjadi manusia yang saling acuh."


"Mengapa dulu kamu mengejar ku, meminta ku untuk mencintai mu. Lalu, setelah ku lakukan itu. Kamu pergi untuk mengejar cinta lainnya."


"Ahhhhh. Hik-hik-hik, ini tidak adil. Sama sekali tidak adil."


Prustasinya terisak.


.


Aku


Setelah mandi. Aku memutuskan untuk menikmati angin malam di balkon kamar. Dengan hanya menggunakan kaos oblong berwarna cream dan celana kolor yang menutupi dengkul aku berdiri memandangi jalanan yang begitu sepi namun ramai dengan suara kendaraan.


"Betapa baiknya pria ini, menjemput tunangan keponakannya yang sedang sibuk bercinta dengan wanita lain."


Kata-kata Ell terus saja mengiang di telinga ku.


Wajah tampannya yang di penuhi emosi dan hembusan napasnya yang terdengar begitu napsu.


"Mengapa ka Ell berkata seperti itu?."


Tanya ku pada langit malam. Ya pada siapa lagi aku harus bertanya, tidak ada siapa-siapa di sini.


"Hah. Apa tadi ka Ell terpaksa menjemput Alena? Tapi kenapa?."


Heran ku, menopang dagu.


"Ternyata mendapatkan cinta seseorang yang tidak pernah mencintai kita itu sangat sulit."

__ADS_1


"Terlalu banyak sabar yang harus dikorbankan."


Tutur ku, mulai tak bersemangat untuk menjalani hari esok.


__ADS_2