Perjodohan Anak SMK

Perjodohan Anak SMK
.


__ADS_3

Beberapa menit aku dan ka Ell sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan. Ka Ell berjalan lebih dulu, dan aku hanya mengekor di belakang.


"Apa yang mau kamu masak?."


Tanya ka Ell menghentikan langkahnya di dekat beberapa perlengkapan dapur.


"Emmmmm."


Jawabku tak tahu apa yang meski aku masak untuk makan malam nanti.


Ka Ell terkekeh.


"Yasudah kita masak nasi goreng daging cincang saja."


"Boleh. Pakai wortel sama keju ya ka."


"Emmmmm. Tentu."


Jawabnya, membuat ku tersenyum.


Ahhhh. Pria seperti ini yang seharusnya mamah dan papah jodohkan pada ku. Bukan pria seperti Radit. Menyebalkan.


"Apa kamu ingin membeli sesuatu."


Tanya ka Ell.


"snacks saja ka."


"Ambillah."


Titahnya. Dengan cepat aku meraih beberapa makanan ringan di rak sana.


Setelah selesai aku dan ka Ell langsung pergi dari tempat perbelanjaan ini.


Sepanjang perjalanan aku terus saja memandangi wajah tampan ka Ell. Benar-benar tampan, sungguh dia pangeran kodok yang di kirim tuhan untuk putri terkutuk seperti ku hahaha.

__ADS_1


"Al. Apa yang kamu lihat?."


Tanyanya, salah tingkah.


Aku tersenyum, dan membenarkan duduk.


"Wajah kakaklah."


Jawab ku.


"Tampan bukan?."


"Sungguh."


"Ingat ya, kamu sudah punya tunangan dan ruangan kamu itu sepupu kakak."


Ujarnya mengingatkan. Aku terdiam dan memonyongkan bibir.


"Kenapa juga bukan kakak yang di jodohkan dengan Alena? Malah pria menyebalkan itu."


Sungut ku asal bicara.


"Al."


"Apa kamu menyukai kakak?."


Deg. Mengapa harus kalimat itu yang keluar dari mulutnya. Ah seharusnya tanpa bertanya pun ka Ell sudah tahu dengan perasaan ku. Tidak peka.


"Benar."


Jawab ku, duduk dengan pandangan lurus ke depan.


Ka Ell kembali tersenyum dan menoleh ke arah ku.


"Al."

__ADS_1


Panggilnya lagi, tapi untuk kali ini aku tidak ingin lagi melihat wajahnya.


"Kakak tidak bisa meminta kamu untuk membuang perasaan itu. Tapi ada yang harus kamu tahu."


Ujarnya, membuat hati ku sedikit tersayat.


"Kakak mencintai perempuan lain."


Tambahnya, membuat hati ini benar-benar mendapatkan luka yang luar biasa.


Aku menolehnya sesaat dan menunduk.


"Lagian kakak tahu, sebenarnya kamu tidak pernah mencintai kakak. Rasa yang timbul di hati kamu hanya obsesi semata. Bukan cinta."


"Kak."


"Untuk saat ini kamu masih belum bisa membedakan mana cinta mana obsesi semata. Suatu saat nanti kamu akan paham."


Membuatnya, berhenti menyetir karena ternyata kita sudah sampai di apartemen.


Ka Ell membuka sabuk pengamannya, Ketika hendak keluar ka Ell melihat aku yang masih diam tertunduk.


Terdengar hembusan napas pria itu. Lalu lengannya menggenggam tangan kanan ku. Membuat kita bertemu tatap.


Lagi-lagi ka Ell memberikan senyum pada ku.


Senyum yang membuat aku jatuh cinta dan selalu bertambah mencintainya ketika melihat senyuman itu.


Tatapannya seolah meyakinkan ku bahwa apa yang dia katakan tidak bermaksud untuk melukai ku. Tapi ia hanya mengingatkan ku, karena itulah tugasnya ia tinggal di sini bersama aku dan Radit.


Ka Ell lalu ke luar dan membawa semua belanjaan yang telah kita beli. Sebelum masuk, netranya melirik kembali ke dalam mobil. Ia melihat aku yang masih saja diam.


"Hah."


Aku menarik napas dan menenangkan pedih gemuruh dalam dada ku.

__ADS_1


"Perempuan mana yang ka Ell cintai?."


Pertanyaan itulah yang saat ini melintas di benak ku.


__ADS_2