Pernikahan Beda Usia

Pernikahan Beda Usia
#PERNIKAHANBEDAUSIA_96


__ADS_3

#PERNIKAHAN_BEDA_USIA


PART 96


🍁🍁🍁


Rutinitas kantor hari ini cukup padat sehingga membuat semua karyawan tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing, termasuk Gilang yang sedang menandatangani banyak berkas yang sudah menumpuk di atas mejanya sejak beberapa hari yang lalu. Gilang memang tidak pergi ke kantor selama satu pekan. Masalah yang sedang dihadapi oleh keluarganya tidak hanya menyita otaknya saja tetapi juga waktunya terbuang sia-sia tanpa membuahkan hasil. Entah karena musuhnya yang terlalu cerdik dalam bersembunyi atau memang mereka sudah jauh-jauh hari telah merencanakan nya secara matang. Apalagi kata papinya, mereka mendapat dukungan dari geng mafia yang lumayan disegani oleh semua kalangan.


Gilang sebenarnya masih tidak bisa mempercayai jika Papinya dan Ayah Mutiara pernah memiliki hubungan dengan kehidupan dunia bawah atau yang terkenal dengan sebutan dunia hitam. Papinya adalah sosok pria yang sangat bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap siapa saja, tidak pernah angkuh atau pun menyombongkan diri di hadapan umum.


Bahkan pak Bayu telah digadang-gadangkan oleh masyarakat luas untuk menjadi sosok panutan yang patut dicontoh.


Namun siapa yang dapat menyangka jika dibalik semua itu, terdapat sebuah rahasia besar yang tersembunyi. Pak Bayu memang sudah menceritakan seperti apa masa lalu nya dulu sebelum beliau menikah dengan ibu Meisya kepada Gilang dan Kelvin. Tidak ada lagi yang beliau tutup-tutupi dari kedua anaknya itu.


Dert...dert...dert... ponsel Gilang berdering


"Halo..."


 ------


"Apaaa?? Bagaimana bisa?" Gilang mengepalkan tangannya.


 ------

__ADS_1


"Saya nggak mau tahu, kalian harus cari istri saya sampai ketemu!!" Gilang menutup telephone nya dengan penuh emosi. Rasa khawatir pun langsung menyeruak ke dalam relung hatinya. Gilang segera beranjak meninggalkan kantor, tanpa memperdulikan banyak nya berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Bagi nya saat ini adalah keselamatan sang istri, Gilang takut jika Mutiara dalam masalah.


"Tuan mau kemana, sebentar lagi kita akan ada meeting penting dengan perusahaan B?" ucap Radit saat mendapati Gilang pergi dengan tergesa.


"Batalkan saja, dan tolong lacak keberadaan Mutiara saat ini!" jawab Gilang tanpa menoleh sedikit pun. Langkahnya pun semakin dipercepat.


Radit hanya bisa menghela nafas dengan kasar, selalu saja begitu. Bertindak tanpa berpikir dahulu jika menyangkut istri dan anak-anaknya. Alhasil sekarang Radit harus berpikir keras bagaimana mencari alasan untuk membatalkan meeting dengan client yang cukup penting bagi perusahaan.


*BRUUKKK


"Sorry...sorry nggak sengaja, maaf saya buru-buru?" cicit seorang pemuda.


"Tuan Kelvin..."


"Radit...maafkan saya Radit? Saya sedang terburu-buru soalnya Elvina menghilang dari pengawasan saya!" ucap Kelvin kemudian berlalu meninggalkan Radit yang masih bingung.


Radit hafal betul jika semua ini pasti merupakan ulah dari adik Tuannya. Elvina memang terkenal sebagai gadis yang manis dan manja. Namun jika sudah berulah atau perihal soal kabur-kaburan...jangan tanyakan bagaimana kecerdikan dari wanita itu. Radit saja bahkan pernah dibuatnya kelimpungan setengah mati hanya karena harus mencari Elvina yang kabur dari rumahnya.


Radit akhirnya memutuskan segera menghubungi klient dari perusahaan B untuk membatalkan pertemuan dan setelahnya harus melacak keberadaan dari istri serta adik dari Bos nya itu. Walaupun Radit sudah menyadari kalau lah itu akan sangat sulit, tetapi Radit tidak punya pilihan yang lain. Bisa-bisa jabatannya sebagai asisten pribadi dari Alvian Gilang Dirgantara akan terlepas begitu saja.


🍁🍁🍁


Mutiara dan Elvina sudah berada di sebuah Kafe di dekat SMA Dirgantara. Mereka berdua sengaja melarikan diri dari rumah karena ingin menghadiri reuni bersama-sama dengan teman lama. Awalnya Mutiara menolak keras ajakan dari sahabat sekaligus adik iparnya itu, dengan alasan tidak bisa meninggalkan anak-anak serta Gilang pasti tidak akan memberikan izin nya mengingat kejadian terakhir saat di Bali.

__ADS_1


Gilang secara terang-terangan sudah melarang keras Mutiara untuk tidak berhubungan kembali dengan teman-teman SMA nya kecuali dengan Elvina dan Arif. Bagi Gilang mereka bukan lah orang yang tulus dalam berteman, hanya suka berteman dengan orang-orang yang berstatus sosial tinggi. Dan tentunya akan merendahkan orang-orang dari kalangan bawah seperti Mutiara sebelum menikah dengan suaminya.


Tapi bukan Elvina namanya, kalau mudah menyerah begitu saja. Elvina dengan berbagai cara terus membujuk Mutiara supaya ikut dengan acara sekolah yang belum tentu terjadi dalam setahun sekali. Ia berharap dengan ikutnya Mutiara akan membuka mata mereka yang sudah memandang sebelah mata kepada sahabatnya itu.


Mutiara yang merasa tidak enak hati kepada Elvina, akhirnya bersedia untuk ikut. Diam-diam Mutiara menitipkan anak-anaknya pada baby sister dan Laras dengan alasan ingin beristirahat di kamar seharian, Mutiara memang tengah beralasan sedang tidak enak badan, untuk mengelabuhi orang-orang yang ada di dalam rumah maupun luar rumah nya.


Dan berkat pertolongan Elvina yang entah bagaimana caranya, akhirnya Mutiara lolos dari pengawasan para penjaga rumah dan berhasil keluar tanpa adanya dampingan bodyguart sedikit pun.


Jujur saja saat mengingat semua itu Mutiara merasa sedikit gusar, ia takut dengan kemarahan suaminya karena sudah melanggar perintah nya. Mutiara sadar betul Gilang sangat mencintainya, bahkan ia melakukan apa pun itu hanya demi kebahagiaan dan keselamatannya. Gilang memang tidak pernah mengungkapkan apa yang menjadi alasannya sampai-sampai harus menempatkan banyak penjaga di sekitar rumah dan melarang nya keluar dari rumah tanpa adanya pengawalan yang ketat. Namun Mutiara tahu bahwa saat ini bahaya tengah mengincar keluarganya.


"Elo kenapa, Ra?" tanya Elvina yang melihat kegusaran sahabatnya.


Mutiara menggelengkan kepala, "Aku hanya takut jika kak Gilang akan marah dengan kepergian kita yang tanpa izin darinya!" jawab Mutiara sambil mengaduk-aduk minumannya.


"Elo tenang saja! Semarah-marahnya kakakku itu, pasti dia akan luluh jika sudah melihat wajah sedih dari istri tercintanya!" balas Elvina dengan enteng.


Mutiara menghela nafas panjang, memang benar Gilang tidak akan bisa marah dengan dirinya. Tapi entah kenapa hatinya tetap tidak bisa tenang. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya, dan itu bukan lah hal yang baik. Mutiara bisa merasakan bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk dan apa itu dia sendiri pun tidak tahu.


"Vina, kita pulang saja yuk! Perasaanku benar-benar tidak enak nih, lagian belum ada yang datang juga kan?!" ajak Mutiara pada Elvina.


Elvina nampak berpikir kemudian kedua matanya mengarah pada gerbang sekolah. Masih terlihat sangat sepi dan jika di lihat dari segi waktunya mereka seharusnya sudah berdatangan. Tapi ini, belum satu pun yang terlihat datang.


"Baik lah, sepertinya mereka memang tidak ada yang akan datang? Mungkin mereka masih takut karena kejadian tempo hari saat di Bali!" Elvina merasa sedikit kecewa.

__ADS_1


Mutiara akhirnya merasa lega, meskipun di hatinya terbesit sedikit rasa bersalah. Tapi harus bagaimana lagi, dari tadi jantungnya berdebar dengan sangat cepat. Firasatnya benar-benar sedang tidak enak.


Mutiara dan Elvina berjalan ke arah parkiran menuju mobil mereka secara beriringan. Namun sebelum mereka sampai di tempat, tiba-tiba saja ada yang memukul mereka dari belakang. Keduanya pun akhirnya jatuh tak sadarkan diri.


__ADS_2