
#PERNIKAHAN_BEDA_USIA
PART 73
🎈🎈🎈
Pandangan Mutiara tak bisa lepas dari sebuah undangan yang tergeletak di atas nakas meja samping tempat tidurnya. Ada keraguan yang menyelinap masuk di hatinya. Mutiara ingin sekali ikut kegiatan reuni yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Hanya saja Mutiara tidak bisa mengikutinya. Mutiara tidak mungkin tega meninggalkan Azka yang masih terlihat lemah, selain itu perutnya pun juga sudah membesar. Suaminya pasti tidak akan mengizinkannya untuk berpergian, apalagi jarak tempuhnya cukup jauh. Mutiara menggelengkan kepala. Mengambil undangan tersebut kemudian memasukannya ke dalam laci.
"Tiara, kamu harus ingat kalau saat ini Azka sedang sakit dan membutuhkan perhatian lebih darimu! Jadi tak sepantasnya kau pergi dan lagi pula lihat lah..." Mutiara melihat perut buncitnya. "Kau sedang hamil tua. Bagaimana kalau nantinya terjadi sesuatu?" bathin Mutiara terus saja berperang antara ingin ikut atau tidak.
Setelah kelulusannya, Mutiara memang tidak pernah lagi berjumpa dengan teman-teman sekolahnya. Hanya Elvina dan Arif yang masih sering bertemu, itu pun kalau Gilang memberikan izin. Meskipun teman-teman Mutiara banyak yang tidak menyukainya, tapi tetap saja ia merindukan mereka. Ia ingin sekali bertemu dan bertegur sapa.
*Eheemm...
Mutiara menoleh, tersenyum tipis melihat suaminya yang baru saja pulang dari kantor. "Kamu udah pulang yank, maaf ya aku nggak tahu?" ucap Mutiara yang memang tidak mendengar suara mobil suaminya.
"Nggak apa-apa yank, bagaimana kabar anak-anak kita? Apa mereka nakal di dalam sana?" tanya Gilang setelah berada di hadapan istrinya.
Mutiara kembali memperlihatkan deretan gigi putihnya, lalu menggelengkan kepala. Gilang berjongkok, menciumi perut istrinya yang membuncit. "Anak-anak Daddy memang pintar, terima kasih karena sudah membantu Daddy menjaga mommy?" ujarnya kemudian.
"Sama-sama Daddy," Mutiara menjawab dengan menirukan gaya anak kecil.
Gilang berdiri, mengecup singkat bibir Mutiara. "Ada yang mau aku bicarain sama kamu, tapi aku mandi dulu ya?" ujarnya kemudian.
Mutiara memicingkan alis, merasa penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh suaminya. Gilang kembali mengecup kilas bibir Mutiara dan segera pergi ke kamar mandi. Berada disamping istrinya, benar-benar membuat Gilang seakan tidak mau berhenti untuk mencium bibir ranum milik istrinya itu. Gilang merasakan ada kemanisan tersendiri saat bibirnya menyatu dengan bibir Mutiara. "Dasar suami mesum!" Mutiara menggerutu sambil tersenyum sendiri.
Lima belas menit kemudian, Gilang sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang melingkar dipinggang hingga lututnya. Mutiara hanya bisa meneguk salivanya sendiri. Meskipun sering melihatnya, tapi menurut Mutiara malam ini suaminya terlihat lebih seksi. Entahlah kenapa bisa begitu.
Gilang yang menyadari hal tersebut, malah semakin ingin menggoda istrinya. Ia sengaja menggibas-gibaskan rambut basahnya di hadapan Mutiara.
"Yank, kamu sengaja ya mau bikin aku basah?" Mutiara mengusap wajahnya yang terkena percikan air dari rambut suaminya.
"Apanya yang basah?" Gilang menaikan-turunkan kedua alisnya.
"Ya muka aku lah, kamu nggak liat nih muka aku kecipratan air dari rambut basahmu itu?" ujar Mutiara sedikit kesal.
"Masak...? Bukannya yang dibawah sana?" goda Gilang.
Bibir Mutiara membeo, ia baru menyadari kemana arah pembicaraan suaminya. Mutiara mendelik kesal sekaligus malu.
__ADS_1
Gilang terkekeh, lalu berjalan mendekati istrinya. Tanpa memperdulikan tatapan mematikan dari Mutiara. "Udah nggak usah malu, pasti mereka minta dijenguk sama Daddynya lagi kan?" ujar Gilang dengan tampang tak berdosa. "Iya kan anak-anak Daddy?" Gilang mengusap perut buncit istrinya.
"Itu mau mu yank, dasar suami mesum!" Mutiara berdiri hendak mengambil pakaian ganti untuk suaminya. Tapi langsung dicekal oleh Gilang. "Mau kemana yank?" tanya Gilang seraya merengkuh tubuh Mutiara dan mendudukannya di pangkuannya. "Aku hanya mau mengambilkan pakaian untukmu yank," jawab Mutiara.
Gilang memeluk Mutiara, menelungsupkan kepala di curuk leher istrinya. Tercium wangi buah yang menyegarkan hidungnya. Hingga membuat Gilang merasa nyaman dan tenang. "Elvina bilang kalau SMU Dirgantara akan mengadakan reuni ke Bali untuk para alumni, apakah kamu mau ikut yank?"
Mutiara menarik nafas kemudian menghembuskannya lagi. Ia sebenarnya sudah bisa menebak kalau suaminya juga akan mengetahui hal ini. Namun Mutiara tidak ingin membahasnya, karena pastinya jawaban Gilang adalah tidak.
"Kalau kamu ingin ikut, maka kita akan pergi bersama besok!" Mutiara menoleh, menjauhkan diri dari kepala suaminya. "Kamu yakin yank, lalu bagaimana dengan Azka?" Mutiara masih tidak percaya kalau suaminya mengizinkannya untuk pergi.
"Azka bisa kita titipin ke tempat mami bukan?" Mami sendiri yang menyarankan agar kamu bisa ikut pergi kesana, dengan begitu kamu bisa refreesing sejenak." Gilang memberikan penjelasannya, berharap Mutiara akan pergi. Dengan begitu planing operasi Azka akan bisa berlangsung tanpa membebani pikiran istrinya itu.
"Bagaimana, apa kamu mau ikut?" tanya Gilang sekali lagi. Mutiara tampak memikirkannya terlebih dahulu sebelum ia menganggukan kepalanya. "Baiklah kita akan pergi!" ucapnya kemudian.
"Ya udah sekarang kita tidur, karena besok kita harus berangkat!"
"Besok?" Mutiara bingung. "Yank, acaranya kan lusa, lagi pula aku juga belum mempersiapkan semuanya?"
"Kita berangkat sehari lebih cepat agar kita bisa menghabiskan waktu bersama sebelum kau melupakan aku karena ada teman-teman sekolahmu." Gilang menoel hidung Mutiara. "Dan masalah persiapannya, kamu tidak perlu risau! Semuanya sudah diatur dengan baik." Gilang membopong Mutiara, dan membaringkan ke tempat tidur. Ia berjalan ke arah lemari, mengambil pakaiannya.
"Yank kamu kebiasaan deh, kalau ganti baju emang nggak bisa apa ke kamar mandi?" protes Mutiara saat suaminya mengganti pakaian di hadapannya. Meskipun sudah berulang kali melakukan hubungan suami istri, tapi tetap saja Mutiara merasa malu karenanya.
"Sayang, bukannya kamu sudah sering melihatnya? Bahkan menikmatinya," Gilang mulai menggoda Mutiara lagi. "Apa kamu mau kita lakukan lagi malam ini?"
Mutiara mendelik. "Tidak mau, aku lelah!" ujarnya kemudian. Mutiara menarik selimut hingga menutupi setengah badannya. Berbalik miring membelakangi suaminya.
Lagi-lagi Gilang terkekeh, semakin gemas melihat tingkah istrinya. Ia pun bergabung bersama istrinya, berbaring miring memeluk Mutiara dari belakang. "I love you istri kecilku," Gilang mengecup bahu Mutiara. "I love you juga untuk anak-anak Daddy," Gilang mengusap perut buncit istrinya. Mutiara tersenyum tipis, lalu memejamkan kedua matanya. Begitu pula dengan Gilang. Mereka pergi ke alam mimpi bersama-sama. Melupakan keinginan Gilang yang ingin menjenguk anak-anaknya malam ini.
***
Di sisi lain, ada Radit yang bertugas mengurus tentang jaminan kebebasan Clarissa. Sesuai kesepakatan awal, Clarissa akan dibebaskan dan harus pergi jauh setelah melakukan pencangkokan sumsum tulang belakang untuk Azka. Terlihat sangat kejam. Tapi inilah yang terbaik untuk semuanya. Menurut Radit, Clarissa memang patut mendapat ganjaran atas perbuatan yang pernah ia lakukan. Wanita itu pernah dengan sengaja menjual anak kandungnya demi mendapatkan sejumlah uang, sehingga membuat anak itu hidup terlunta-lunta karena jatuh pada orang tak bertanggung jawab.
Dan sekarang pun demikian. Ia bersedia mencangkokan sumsum tulang belakang pun demi kebebasannya sendiri. Radit berharap Clarissa tidak akan pernah lagi membuat masalah dengan keluarga Dirgantara, apalagi Clarissa sudah menanda-tangani surat perjanjian.
"Untuk malam ini anda bisa tinggal di sini dan besok pagi baru kita pergi ke rumah sakit." Radit membukakan pintu apartementnya dan Clarissa mengikutinya dari belakang.
"Apa nanti akan ada Mutiara di sana?" Clarissa mencoba bertanya pada pria dingin yang ada di hadapannya.
"Untuk apa anda menanyakan nona muda, apa anda memiliki sebuah niatan yang tidak baik?" bukannya menjawab, Radit malah memojokan Clarissa.
__ADS_1
"Apa setelah menandatangani surat perjanjian yang kalian berikan, aku masih bisa melakukan sesuatu pada saudaraku itu?" Clarissa tersenyum kecut. Sedikit iri dengan nasib saudaranya itu. Mutiara benar-benar beruntung bisa mendapatkan cinta seorang Gilang.
Radit tidak mengindahkan ucapan dari Clarissa."Anda bisa istirahat di kamar itu, dan ingat jangan pernah mencoba untuk bisa melarikan diri!" ujarnya setengah mengancam.
"Dengan penjagaan super ketat, mana mungkin aku bisa kabur?" Clarissa menjawab dengan santai kemudian duduk di sofa. "Oh ya, apa keluarga Dirgantara tahu kalau akulah yang menjadi pendonor sumsum tulang belakang untuk Azka?" tanya Clarissa. Ia masih merasa penasaran kenapa keluarga Dirgantara bisa mengizinkan dirinya sebagai pendonor untuk Azka.
Radit menatap tajam Clarissa sehingga membuat wanita itu bergedik ngeri. "Menurut anda?"
Clarissa tersenyum getir. Mereka pasti tidak tahu. Mana mungkin mereka memberikan izin, setelah semua apa yang pernah ia lakukan pada kedua anak lelaki keluarga Dirgantara.
"Bagaimana kabar Kelvin?" Clarissa memberanikan diri bertanya. Jujur saja sekarang ia mulai merindukan pria itu.
"Tuan Kelvin sangat baik, bahkan dia akan menikah dalam waktu dekat ini." Radit tersenyum puas melihat raut kaget dari Clarissa.
Ya benar, Clarissa sangat terkejut setelah mendengar bahwa pria yang menjadi ayah dari anaknya akan segera menikah. Mungkin karena itu pula Gilang tidak membiarkan Kelvin menjadi pendonor untuk anaknya dan malah memilih dirinya sebagai pendonor. Ada sedikit rasa kecewa di hati Clarissa. Namun apa yang bisa ia perbuat. Toh kenyataannya, Kelvin tidak pernah mencintainya. Ia dan Kelvin bisa memiliki Azka, karena ulahnya sendiri yang dengan sengaja menjebak pria tersebut.
Radit meninggalkan Clarissa dalam kebisuan. Ia harus istirahat agar operasi sumsum tulang belakang untuk Azka berjalan dengan baik.
#####
Hohoho....
Akhirnya Author bisa up juga
Maafkan author karena terlalu lama untuk up
seperti yang kalian tahu apa kendalanya
Harus mengurus banyi plus bantuin anak sulung buat belajar daring online
jadi waktu kesita banyak
Author pasti menyelesaikan novel ini sampai akhir, hanya saja upnya mungkin lama karena kondisi tersebut
harap dimaklumi ya
dan jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian di sini
salam manis untuk para pembaca dari author
__ADS_1
love you semua😘😘😘🙏🙏🙏