
#PERNIKAHAN_BEDA_USIA
PART 81
💤💤💤
Gilang masih tak bisa mengerti bagaimana istrinya. Entah terbuat dari apa hatinya, sehingga dengan mudah dia memaafkan orang-orang yang sudah dengan sengaja menyakitinya. Bahkan hampir saja dia kehilangan nyawanya. Gilang dengan berat hati menuruti permintaan dari istrinya. Mengembalikan semua harta benda milik keluarga Gea. Hanya saja Gilang tak ingin menjalin kerja sama atau pun menanamkam sahamnya lagi di sana. Selain itu Gilang juga tidak membiarkan Gea lepas begitu saja. Ia telah membuat laporan ke kantor polisi, agar perempuan itu tetap mendapatkan hukumannya. Namun sebelum Gea mendekam di balik jeruji besi, Gilang memerintahkan pada Radit agar menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. Dan istrinya bukan lah seorang wanita yang tega merusak keluarga orang lain. Mutiara adalah sosok perempuan yang memiliki hati yang bersih dan jujur, seperti almarhum ayahnya.
Gea masih mematung. Berusaha mencerna apa yang tertera di dalam gambar foto yang ditunjukan oleh Radit. Sepasang suami istri dan dua orang anak perempuan dengan wajah yang sangat mirip.
"Apa sekarang kau bisa mengerti atau aku yang harus menjelaskannya lagi pada anda, nona?" Radit duduk bersila.
"Apakah salah satu dari anak perempuan yang ada di foto ini adalah Mutiara?" Gea bertanya dengan bibir sedikit bergetar.
"Iya nona, salah satu dari mereka adalah nona Mutiara dan yang satunya adalah saudara kembarnya yang bernama Intan alias Clarissa." Radit menjawabnya sambil tersenyum mengejek.
DEG
Jantung Gea berdetak sangat kencang. Apakah dia sudah salah sasaran. Apakah Mutiara bukan perempuan yang menyebabkan kakak angkatnya depresi.
"Tapi tetap saja dia adalah anak wanita yang sudah menggoda ayah kandungku dan menyebabkan ibuku meninggal karena serangan jantung!" ucap Gea masih tak mau menerima kenyataan jika Mutiara bukan lah orang yang sudah menghancurkan keluarganya.
__ADS_1
Radit tersenyum sinis. Menurutnya Gea tetap lah menjadi perempuan pendendam. Meskipun sudah tahu yang sebenarnya, tetap saja dia akan mencari celah lain untuk membenci orang lain. "Itu terserah anda nona! Saya hanya mendapatkan tugas memberitahukan kebenaran pada anda sebelum anda dijebloskan ke dalam penjara!"
Gea membelalakan kedua matanya. Mendengar nama penjara membuat hatinya sedikit menciut.
"Harusnya anda berterima kasih pada nona Mutiara karena sudah meminta suaminya agar mau mengampuni anda dan keluarga anda! Kalau tidak...mungkin saja nasib anda akan menjadi jauh lebih buruk dari ini!" tegas Radit.
Gea menunduk malu. Hatinya seakan teriris setelah tahu bahwa perempuan yang sudah ia hina dan celakai, masih sudi menolongnya dari amukan Gilang. Mungkin benar adanya, Mutiara berbeda dari ibu dan saudarinya.
Gea adalah putri dari pasangan Hendardi dan Yulia. Kehidupan mereka awalnya sangat harmonis. Hendardi begitu menyanyangi dan mencintai keluarganya. Hingga sampai akhirnya muncul seorang wanita bernama Kayla yang datang sebagai asisten rumah tangga. Yulia sangat menyukai Kayla karena sikapnya yang lembut dan cekatan dalam melakukan pekerjaan. Apalagi Keyla juga bisa berbaur dengan Gea yang terkenal manja dan tidak mudah menerima seorang pendatang baru. Tapi Keyla bisa dengan mudah mengambil hati putrinya.
Yulia sangat mempercayai Keyla sampai-sampai ia tidak mau percaya dengan asisten lainnya yang berusaha memberitahukan tentang Keyla yang berusaha menggoda suaminya. Yulia yakin kalau Keyla adalah perempuan yang baik.
Hingga suatu hari, Yulia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa suaminya tengah bergumul dengan Keyla di ruang kerjanya. Hati Yulia sangat hancur. Ia memecat Keyla dan meminta suaminya agar memutuskan hubungan gelap mereka.
Akan tetapi ketika Reihan sudah menyelesaikan sekolah SMA nya, dan ia harus pergi ke USA, demi menunaikan kewajiban untuk belajar. Gea menjadi sangat sedih, hari-harinya menjadi hampa. Apalagi disana Reihan mulai mengenal sosok wanita dan jatuh cinta padanya. Reihan berangsur-angsur melupakannya, bahkan jarang menghubunginya. Gea menjadi kesepian. Kedua orang tua angkatnya pun juga sibuk dengan urusan masing-masing. Gea mulai melampiaskan semua kekesalannya, ia ikut teman-temannya hingga terjerumus ke dalam pergaulan bebas.
Sering kali ia membuat masalah demi mendapatkan perhatian dari orang tuanya, tapi tak berhasil. Gea akhirnya nekad pergi ke USA untuk mencari Reihan. Gea berharap dengan menemui Reihan, kehidupannya yang dulu bisa kembali lagi.
Namun lagi-lagi Gea dikejutkan dengan keadaan Reihan. Pria itu begitu miris tak terurus. Ia bahkan dalam keadaan banyak luka di sekujur tubuhnya. Gea menangis sejadi-jadinya. Reihan sedang depresi, tapi tidak ada yang mengetahuinya. Gea berusaha menghubungi kedua orang tua angkatnya, memberitahukan seperti apa keadaan kakak angkatnya.
Orang tua angkat Gea seolah tak perduli, mereka hanya mentransfer sejumlah uang untuk pengobatan Reihan. Gea semakin sedih dan putus asa. Mau tak mau dia memasukan kakak angkatnya ke rumah sakit jiwa agar segera mendapat penangan yang lebih baik.
__ADS_1
Diam-diam Gea berusaha mencari tahu apa yang terjadi pada kakak angkatnya. Kenapa seorang Reihan bisa terlihat frustasi. Pada hal selama Gea mengenal sosok Reihan, dia merupakan sosok yang kuat dan tegar.
Dan alhasil Gea menemukan fakta bahwa Reihan sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita yang menjadi simpanan om-om. Reihan sudah terlanjur mencintainya, ia terus mengejar peempuan itu. Sehingga membuat om-om tersebut marah dan meminta orang suruhannya menghajar sekaligus membuat hidup Reihan berakhir depresi seperti itu.
Gea sangat marah, ia ingin membalas dendam. Akan tetapi kedua orang tua angkatnya malah memaksanya kembali ke Indonesia tanpa Reihan. Gea merasa sedih karena tak mampu berbuat apa-apa untuk kakak angkatnya.
Setibanya di Indonesia, Gea dimasukan ke SMU Dirgantara. Di sana ia bertemu dengan Mutiara. Wanita yang sangat mirip dengan orang yang sudah menyebabkan kehancuran Reihan. Gea tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia mulai membalaskan dendamnya. Setiap ada kesempatan, Gea selalu menghina serta merendahkan Mutiara di hadapan semua teman-temannya. Dengan begitu Gea berharap kalau nasib Mutiara akan menjadi seperti kakak angkatnya.
💤💤💤
Gea menangis, menyesali perbuatannya. Ia tahu bahwa kesalahannya fatal hingga hampir membuat keluarganya semakin hancur. Untung saja Mutiara memiliki hati yang besar dan mau memaafkan kesalahannya. Kalau tidak mungkin nasibnya akan berakhir tragis akibat kemarahan dari Gilang.
Gea merasa bingung harus bagaimana saat ini. Ia ingin meminta maaf, akan tetapi egonya begitu sulit untuk diturunkan. Gea malu jika harus meminta maaf pada Mutiara.
"Apakah aku layak disebut manusia? Aku hampir saja menghilangkan nyawanya dan anak-anaknya, tapi aku malah malu untuk mengakui dan meminta maaf padanya?" guman Gea yang masih meringkuk di dalam sel. Beberapa pasang mata sedang memperhatikannya dengan tatapan sinis. Entah apa yang dipikirkan oleh mereka tentangnya. Namun Gea seolah tak perduli, sikap acuhnya memang sudah mendarah daging semenjak ibu kandungnya meninggal karena pengkhianatan yang dilakukan oleh ayahnya.
"Cuiihhh...dasar gadis sombong!!" umpat salah satu dari mereka. Beranjak mendekati Gea. Orang itu kemudian menjabak kasar rambut Gea.
"Akh...sakit, apa salahku? Kenapa kalian bersikap seperti ini padaku? Apa aku sudah melakukan kesalahan?" cicit Gea memegang rambutnya yang ditarik paksa oleh wanita itu.
"Kau itu pendatang baru disini, jadi kau harus hormati kami yang sudah lama!" ketus wanita itu, sedang yang lain hanya menganggukan kepala tanda setuju dengan perkataan wanita itu.
__ADS_1
"Ma-ma-maaf...? Aku tidak tahu," ucap Gea sambil menangis. Kepalanya terasa sakit. Ditambah lagi dengan luka di sekujur tubuhnya yang masih belum kering akibat cambukan yang diberikan oleh anak buah Gilang sebelum ia dimasukan ke dalam sel.
Gea memang hampir mati karena disiksa oleh anak buah Gilang. Untung saja Mutiara segera sadar diri dan meminta suaminya agar melepaskan Gea beserta keluarganya.