Pernikahan Beda Usia

Pernikahan Beda Usia
#PERNIKAHANBEDAUSIA_109


__ADS_3

#PERNIKAHAN_BEDA_USIA


#PART_109


☜☆☞


PT. GAD pagi ini terlihat tidak seperti biasanya. Ketika mendengar tuan Bayu Ahmad Dirgantara akan segera pensiun dari perusahaan, beberapa karyawan sedang asyik membentuk beberapa team. Bukan team kerja melainkan team bergosib. Bahkan team management saat ini tengah disibukan dengan sesuatu hal yang tidak biasa. Mereka membentuk lingkaran dan mulai bergosib dengan suara sedikit berbisik agar tidak terdengar oleh petinggi perusahaan yang kebetulan melewati ruangan mereka.


“Dengar-dengar tuan Gilang akan memegang penuh kuasa perusahaan PT GAD yang ada di Jakarta dan tuan Kelvin akan segera menjalankan perusahaan yang ada di Bandung?”


Seorang perempuan muda dengan nada serius mulai bergosib tentang kabar burung yang mulai merebak di Perusahaan Pusat. Sedangkan beberapa orang yang mengelilinginya hanya manggut-manggut tanda mengiyakan.


“Dengar-dengan tuan Gilang juga yang akan memegang anak perusahaan yang ada di luar negeri dan luar kota, sedangkan tuan Kelvin baru dipercaya memegang anak perusahaan yang ada di Bandung dan Surabaya.” Seorang pria berdasi hitam tidak ingin kalah dengan presepsinya.


Beberapa orang tampak menyimak dengan baik. Wajar saja kalau tuan Bayu sampai mengambil keputusan semacam itu. Usianya sudah semakin lanjut, pasti beliau juga ingin menikmati masa tuanya dengan bersantai ria bersama istri serta bermain dengan cucu-cucunya. Apalagi sekarang ini kedua putranya sudah mampu memimpin perusahaan dengan baik. Ya meskipun putra keduanya baru tahap belajar namun melihat tekad Kelvin, mereka percaya suatu saat Kelvin pun akan sama suksesnya dengan sang Kakak.


*Ehemm...” sebuah deheman berasal dari seorang pria yang diketahui sebagai asisten pribadi dari CEO PT GAD berdiri tidak jauh dari kumpulan pegawai yang tengah bergosib.


Sontak para pegawai yang sedang berkerumun langsung membubarkan diri dan kembali ke meja masing-masing. Mereka merasa ngeri melihat wajah Radit yang tampak beringas itu.


“Apakah kalian digaji hanya untuk berkerumun sambil bergosib ria?” cetus Radit dengan suara yang tegas.


“Maaf pak...?” sahutan serempak dari team management hanya membuat Radit serta Heru menggelengkan kepala.


“Untuk saat ini kalian bisa lolos, tapi lain kali tidak akan ada toleransi sama sekali!” tegas Radit sekali lagi.


Ia berjalan diiringi oleh Heru menuju lift khusus menuju ruangan CEO.


Karyawan team management menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya. Mereka sedikit lega karena tidak mendapat surat pemecatan langsung dari sang Asisten.


Sedangkan Radit dan Heru, kini keduanya sudah berada di lantai dimana ruangan CEO berada. Ada berita khusus yang harus segera mereka sampaikan kepada tuan Gilang.


Tok...tok...tok... Radit mengetuk pintu yang bertuliskan “Ruangan CEO”


“Masuk!!” seru seseorang yang berada di dalam.


Radit dan Heru membuka handel pintu. Tampak Gilang tengah berkutat dengan beberapa berkas yang sudah menumpuk di atas meja. Jangan ditanyakan seperti apa penampilan dari atasannya itu. Sungguh seperti seseorang yang bekerja lembur tanpa ada istirahat sedikit pun.


“Selamat pagi Tuan,” sapa Radit dan Heru bebarengan.


“Pagi, bagaimana hasil kerja kalian?” sahut Gilang tanpa basa-basi.


“Semuanya berjalan dengan baik Tuan dan kami telah berhasil menemukan keberadaan dari wanita itu.” Radit berjalan menghampiri Gilang kemudian menyerahkan sebuah map berwarna coklat.


Gilang menerima map tersebut lalu membukanya. Ada beberapa berkas dan foto-foto mengenai seorang wanita paruh baya yang ia yakini adalah ibu mertuanya.


“Jadi benar wanita yang sudah membantu kita menyelamatkan Mutiara dan Elvina dari penculikan yang dilakukan oleh Rehan tak lain adalah ibu mertuaku yang sebenarnya?” Gilang mengambil kesimpulannya setelah melihat barang bukti yang berada dalam genggamannya.


“Benar Tuan, dan saat ini beliau juga berada di sebuah perkampungan yang letaknya tidak jauh dari perbatasan kota Jakarta dan Bandung.” Radit kembali memberikan hasil penyelidikannya.


Gilang menggut-manggut. Ia merasa puas dengan hasil penyelidikan yang sudah dilakukan oleh Radit dan Heru.


“Ada lagi informasi yang ingin kalian sampaikan?”


Radit dan Heru saling pandang. Mereka seolah ragu dengan informasi yang ingin mereka sampaikan.

__ADS_1


“Ada apa?” Gilang bisa menangkap adanya gelagat aneh dari dua orang kepercayaannya itu.


“Tuan, saat ini Ibu mertua anda hidup bersama putrinya yang lain,” Radit seakan ragu untuk melanjutkan ucapannya.


“Putri yang lain?” Gilang menautkan kedua alis matanya.


“Benar Tuan, dan putri yang lain tersebut tak lain adalah nona Clarissa.”


Gilang memang terlihat sedikit terkejut tetapi ia berusaha untuk tetap tenang. Kemudian Gilang meminta Radit agar menceritakannya secara keseluruhan.


Radit akhirnya bercerita tentang hasil penyelidikan selama. Satu pekan belakangan ini. Tak hanya tentang kebenaran mengenai ibu kandung Mutiara saja. Namun Radit juga menemukan keberadaan Clarissa yang sudah tampak jauh berbeda. Sepertinya wanita itu sedang beriktiar menjadi sosok pribadi yang lebih baik.


Gilang mengerti. Hatinya cukup merasa lega mendengar perubahan seorang Clarissa. Setidaknya wanita itu tidak akan menjadi sebuah ancaman keselamatan bagi istrinya.


“Dan sepertinya selama satu pekan ini, adik Tuan juga tengah gencar berusaha untuk mendekati nona Clarissa.”


Pernyataan terakhir Radit sontak membuat Gilang kaget. Kelvin memang sempat bercerita tentang perjumpaannya dengan Clarissa yang secara kebetulan. Tetapi Kelvin tidak bercerita apapun tentang perubahan yang dialami oleh Clarissa dan tentang niat nya yang ingin kembali mendekati wanita itu.


“Kelvin benar-benar kurang ajar! Bisa-bisanya dia memanfaatkan kakaknya untuk kepentingan dia sendiri!” kesal Gilang.


“Aku disini sibuk mengurus semua pekerjaannya dan terpaksa mengabaikan istri dan anak-anakku, sementara dia asyik-asyikan mengejar cinta lamanya!” gerutu Gilang yang bisa didengar langsung oleh Radit dan Heru.


“Berarti Tuan mengabaikan nona Mutiara bukan karena masalah tentang pelayan baru yang sudah lancang terhadap diri Tuan?” Heru yang awalnya hanya diam saja, akhirnya ikut angkat suara.


“Maksudnya?” Gilang tidak paham.


Heru menjelaskan bahwa Laras sering melihat keadaan Mutiara yang terlihat murung setelah kejadian malam itu, dimana sosok pelayan bernama Sri yang secara terang-terangan berani menggoda tuannya. Mutiara merasa diabaikan oleh Gilang, itu sebabnya ia selalu bersedih dan mengurung diri di kamar. Bahkan terkadang sampai melupakan rutinitasnya dalam memompa ASI untuk anak-anaknya. Beruntung stok ASI masih banyak sehingga si kembar tidak sampai kelaparan. Namun tetap saja hal itu berdampak pada anak-anak. Mungkin bisa dibilang karena ikatan bathin yang sangat kuat sehingga mereka bisa merasakan kesedihan mommy mereka.


Gilang menyesal, ternyata kesibukannya di kantor selama satu pekan ini berdampak pada Mutiara dan anak-anak. Ia memang selalu berangkat pagi-pagi sekali dan pulang saat larut malam tanpa memberi kabar apa pun pada istrinya. Pekerjaan yang menumpuk akibat sang papi yang mendadak pensiun dari perusahaan. Radit dan Heru pun sudah terlanjur ia tugaskan untuk menyelidiki tentang kasus keberadaan mertuanya. Dan ditambah lagi Kelvin yang tiba-tiba meminta cuti, karena alasan adanya suatu hal penting yang harus ia kerjakan sendiri tanpa bisa diwakilkan pada orang lain. Telah berhasil membuat waktu Gilang tersita penuh untuk pekerjaan. Bahkan Gilang sampai terpaksa bekerja lembur dan terkadang mau tak mau harus membawa pekerjaannya pulang ke rumah.


Gilang tak mengira bahwa akibat dari sikapnya ini adalah kesedihan dari istrinya. Gilang sangat menyesal. Ia berjanji akan menebus semua kesalahannya. Lagi pula mulai hari, baik Kelvin maupun Radit sudah kembali untuk bekerja. Jadi setidaknya akan ada orang yang bisa membantu meringankan beban pekerjaannya.


Gilang bisa kembali seperti awal-awal, mencurahkan waktunya disela kesibukan untuk keluarga kecilnya.


Dan Heru bisa bernafas dengan lega. Setidaknya setelah ini kekasih pujaan hatinya tidak lagi akan bersedih memikirkan Nyonya nya yang akhir-akhir ini terlihat murung.


Radit yang melihat reaksi kedua pria itu hanya bisa mengelus dada. Jiwa jomblonya seakan meronta, terkadang ia pun ingin merasakan cinta yang tulus dari seorang wanita. Tetapi sumpahnya telah menghalangi segala keinginannya untuk memiliki pasangan hidup.


“Andai dia masih ada, mungkin kami sudah hidup berbahagia sekarang.” Radit membathin. Dadanya seakan mendadak sesak bila mengingat masa lalu yang dianggapnya begitu kelam.


☜☆☞


Hati Kelvin tengah berbunga lanyaknya anak remaja yang sedang jatuh cinta. Ia merasa bahagia karena segala usahanya dalam mendekati Clarissa ternyata membuahkan hasil. Wanita itu tidak lagi berusaha menghindar darinya. Bahkan Clarissa juga tidak ragu dalam berbalas pesan dengan dirinya. Mereka kini semakin dekat, walaupun hanya sebatas teman saja.


Kelvin percaya jika suatu saat nanti hati Clarissa pun akan mulai terbuka pula untuknya. Hanya membutuhkan waktu supaya wanita itu mampu mengusir kenangan buruk yang menyelimuti hati dan pikirannya saat ini.


Clarissa tidak percaya adanya cinta yang tulus. Baginya pria yang mendekati dirinya hanya menginginkan kepuasan dari tubuhnya. Hanya Gilang seorang yang pernah memberikan cinta yang tulus. Namun karena kebodohan Clarissa sendiri lah, akhirnya cinta itu lepas dan berpindah ke lain hati.


Clarissa menyesalinya, tapi ada daya. Nasi telah menjadi bubur. Pernah dia mencoba merebut kembali cintanya. Tetapi kesialan justru menimpa wanita itu. Clarissa harus masuk ke bilik jeruji besi. Dan semenjak itulah, Clarissa lebih memilih untuk menutup diri dengan hal-hal yang bersangkutan dengan perasaan. Ia tidak ingin lagi membina hubungan dengan pria manapun termasuk Kelvin.


Tapi bukan Kelvin namanya jika ia menyerah begitu saja. Kelvin dengan segala caranya berusaha mendekati wanita itu. Perlahan tapi pasti, Kelvin mampu meluluhkan hati Clarissa sedikit demi sedikit. Ya walaupun masih hanya sebatas teman saja, tapi setidaknya Clarissa mau menerima kehadirannya. Tidak seperti saat awal-awal perjumpaan, Clarissa selalu berusaha untuk menghindar dan menjauh darinya. Kelvin tersenyum sendiri saat mana harus mengingat hal itu. Aneh tapi itu lah cinta.


Kelvin sendiri tidak menyangka jika dirinya bisa jatuh cinta hingga sedalam itu pada wanita. Dulu ia sangat membenci Clarissa karena telah merusak hubungan baik antara dirinya dengan sang kakak. Namun setelah menjalani hidup bersama dalam satu atap beberapa bulan, ada perasaan lain yang sulit ia gambarkan menyeruak masuk ke dalam kalbunya. Kelvin berusaha menepis kalau itu adalah perasaan cinta. Ia menjauh dan terus menjauh berharap perasaan itu bisa memudar. Tapi tetap saja sebaliknya. Perasaan ingin selalu berada di samping Clarissa semakin kuat. Kelvin tidak bisa menahan. Ia ingin berjuang untuk cintanya. Hanya saja di akhir cerita, Clarissa telah menghancurkan kembali rasa itu. Hanya tinggal amarah yang tersisa.


Itu dulu, berbeda dengan saat ini. Clarissa telah menjadi sosok pribadi yang lebih baik. Rasa amarah Kelvin mencuat pergi entah kemana. Dan rasa cinta itu perlahan pasti kembali memasuki relung hatinya. Kelvin tak ingin gagal lagi. Ia harus mampu mendapatkan cinta yang pernah pergi darinya. Kelvin yakin bahwa Clarissa memang ditakdirkan untuknya.

__ADS_1


“Hmmm...”


“Kak-kak Gilang...” Kelvin tergagap melihat kehadiran kakaknya yang ternyata sudah duduk di sofa ruang kerjanya.


“Kapan kakak datang kesini? Kenapa aku sampai tidak melihatnya?” bathin Kelvin merutuki kebodohannya sendiri.


“Sudah selesai melamunnya?” sindir Gilang


“Melamun? Aaku tidak melamun kok,” kilah Kelvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Tidak melamun?” Gilang menautkan kedua alis matanya.


“Kalau benar tidak melamun kenapa bisa tidak mendengar saat aku mengetuk pintu dan bahkan sampai tidak melihat saat aku memasuki ruanganmu?”


Kelvin hanya merenges saja, tidak tahu harus berkata apa lagi. Kakaknya memang benar, ia terlalu sibuk dengan membayangkan wajah pujaan hatinya.


“Sudahlah aku tahu apa yang kamu lakukan selama satu pekan ini,” tukas Gilang membuat Kelvin terperangah.


“Mak-mak-sud ka-kak” Kelvin terbata.


“Clarissa kan yang menjadikan alasanmu mengambil cuti secara tiba-tiba?” ucap Gilang


“Eh...itu...” Kelvin tak bisa berkata apa-apa.


“Aku tidak masalah jika kamu benar-benar mencintainya, lagi pula dia sudah banyak berubah.” Gilang memberikan restunya.


“Kak Gilang tahu darimana Clarissa sudah banyak berubah? Apa kakak masih suka memata-matainya?” selidik Kelvin karena penasaran.


“Kamu kira aku kurang kerjaan sampai harus memata-matai wanita itu!” tukas Gilang.


“Aku sedang menyelidiki keberadaan ibu mertuaku yang asli dan ternyata sekarang beliau hidup bersama satu rumah dengan wanita itu.” Gilang menjelaskan.


Kelvin mengerti tanpa harus mendengar penjelasan detail dari kakaknya. Ia pun tahu jika wanita yang dulunya mengaku sebagai ibu dari Clarissa nyatanya bukan ibu kandung. Wanita itu tak lain adalah kembaran dari ibu kandung Mutiara dan Clarissa.


“Maafkan aku karena sudah merahasiakan hal ini dari kakak? Aku hanya tidak mau kalau mereka sampai memilih pergi lagi setelah mengetahui tempat persembunyian mereka.”


Gilang memahaminya. Clarissa pasti masih takut dengan ancamannya waktu itu. Tapi sebenarnya itu hanya sebuah gertakan belaka. Gilang hanya tidak ingin Clarissa mengganggu keselamatan istrinya saja.


“Katakan padanya, aku tidak masalah jika ia ingin bertemu dengan Mutiara ataupun Azka! Tapi untuk ibunya, tolong jangan sekarang karena aku belum memberitahukan kebenarannya pada istriku!”


Kelvin hanya mengangguk lagi. Hatinya gembira karena kakaknya mau berbaik hati untuk memaafkan Clarissa.


“Apakah mami dan papi sudah tahu kalau kamu mendekati Clarissa?” tanya Gilang tiba-tiba.


Kelvin menggeleng pelan. “Belum saatnya, tapi aku janji akan memberitahukan pada mereka jika Clarissa sudah benar-benar menerima cintaku.”


“Lebih baik kamu ceritakan keadaan sebenarnya sebelun mereka mendengar dari pihak lain!” Gilang memberi saran.


Kelvin mengangguk paham. Kedua orang tuanya bukan lah tipekal orang yang suka menilai seseorang dari masa lalunya. Tapi mereka akan menerima sosok yang mau merubah diri menjadi lebih baik.


“Aku akan mempertimbangkannya kembali.” Putus Kelvin.


#Ini lebih panjang dari bab2 sebelumnya ya


Terima kasih karena sudah berkenan membaca cerita amatiran ini🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2