Pernikahan Beda Usia

Pernikahan Beda Usia
#PERNIKAHANBEDAUSIA_24 (REVISI)


__ADS_3

***


Waktu terus berlalu dengan begitu cepat. Mutiara sudah disibukan dengan ujian nasional. Hari-harinya ia lalui hanya dengan belajar dan belajar. Ia bahkan tidak bisa menyadari bahwa selama ini dirinya sudah dijaga ketat oleh pengawal khusus yang sengaja disiapkan oleh suaminya. Gilang tidak ingin ambil resiko, apalagi Clarissa sudah mulai melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapakah wanita yang menjadi istrinya. Untung saja pergerakan itu segera terbaca oleh orang-orang Gilang, sehingga dengan mudah ia bisa mengatasi hal itu.


"Terus lakukan tugas kalian dengan baik, jangan sampai Clarissa mengetahui tentang Mutiara sedikit pun!!" Gilang memberikan intruksi pada anak buahnya melalui telephone.


Kelvin yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan kakaknya, merasa kaget. Ia pun masuk ke dalam ruangan sang kakak tanpa mengetok pintu terlebih dahulu.


"Jadi benar Clarissa datang ke Indonesia?" tanya Kelvin.


"Apa elo tidak pernah diajarkan untuk mengetok pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan orang lain??" ketus Gilang.


"Maaf... bukan maksud gue lancang masuk ke ruangan kakak tanpa permisi! Tapi gue hanya ingin tahu apakah benar Clarissa datang ke Indonesia?" tanya Kelvin sekali lagi.


Gilang hanya tertawa kecil, sepertinya sang adik masih perduli terhadap wanita itu.


"Sepertinya elo masih sangat mencintai wanita j***** itu?" sindir Gilang.


Kelvin menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya lagi dengan kasar. Ia sudah tidak perduli tentang Clarissa, hanya saja ia masih memiliki urusan yang sangat penting dengan wanita itu.


"Elo benar wanita ular itu sudah berada di Jakarta sejak dua minggu yang lalu, dia bilang dia ingin kembali lagi kepadaku" jawab Gilang.


Kelvin tersenyum getir, ia tahu kalau semua itu pasti akan terjadi.


"Apa kak Gilang menerimanya?" Kelvin menatap kakaknya.


"Menerima dia? Heh...gue bukan laki-laki yang bodoh, sehingga mau menerima pengkhianat seperti dia masuk ke dalam kehidupan gue lagi!!" ucap Gilang, ia mendekati adiknya.


"Gue sudah tidak perduli terhadap wanita j***** itu, apalagi sekarang ada Mutiara yang lebih lanyak untuk gue cintai" lanjutnya menepuk pundak sang adik.


Kelvin bisa bernafas dengan lega, sekarang ia tidak perlu takut jika kakaknya akan tertipu oleh muslihat Clarissa untuk kedua kalinya. Cukup dirinya saja yang di tipu mentah-mentah oleh gadis tersebut.


Kelvin juga berniat untuk mencari Clarissa. Bukan karena ia masih perduli dengan gadis itu, melainkan ada suatu masalah yang harus segera ia selesaikan.


🔹


🍁


🔹


Akhirnya Mutiara bisa menghirup udara segar dengan bebas karena hari ini merupakan hari terakhir baginya dalam melaksanakan ujian Nasional. Hanya tinggal menunggu hasilnya saja. Mutiara berharap seluruh murid dari SMU Dirgantara bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.


"Akhirnya kita bisa melewati masa-masa ujian dengan baik, semoga kita semua bisa lulus" seru Mutiara sangat berbahagia.


Berbeda dengan Elvina, ia terlihat begitu sedih.


"Vin, kamu kenapa?" tanya Mutiara kepada sahabatnya.


Elvina menggelengkan kepala,


"Gue hanya takut jika tidak lulus saja, elo tahu kan kelemahan otak gue?" cicit Elvina kemudian.


Mutiara tersenyum, ia mengusap lembut bahu sahabatnya.


"Bukannya saat kita belajar bersama, kamu bisa mencerna semua yang aku ajarkan dengan baik?" lirih Mutiara tapi masih bisa terdengar oleh Elvina.


Elvina mengangguk


"Jadi apa yang harus kamu takutkan lagi? Kamu sudah berusaha dengan baik, sekarang sisanya tinggal serahkan pada Allah SWT.

__ADS_1


Percayalah bahwa hasil tidak akan berbohong jika kita sudah berusaha dengan baik" tutur Mutiara.


Elvina mengangguk lagi. Ia bahagia karena bisa bertemu dan memiliki sahabat baik seperti Mutiara. Pantas saja kakaknya yang super arogant itu bisa dibuatnya tunduk karena jatuh hati kepadanya.


Mutiara dan Elvina tersenyum, keduanya akhirnya pergi ke kantin sekolah hanya sekedar untuk merayakan hari bebas mereka. Ya...walaupun belum tahu bagaimana hasilnya.


Arif sebagai sahabat pun merasa bahagia, ia akhirnya bergabung dengan kedua sahabatnya itu. Tidak ada yang salah jika mereka sedikit bersenang-senang sesaat setelah otak mereka di kuras untuk melakukan UN selama lima hari.


🔹


🍁


🔹


Gilang dan Kelvin baru saja melakukan meeting bersama client penting dari Denmark di sebuah restorant bernuansa prancis sesuai keinginan dari Mr. John. Mereka begitu telaten dalam memberikan pelayanan. Mr John tampak puas, apalagi saat Gilang memberikan penjelaskan perihal keuntungan yang akan di dapat jika perusahaan mereka melakukan kerja sama. Mr. John semakin yakin jika Gilang adalah salah satu pengusaha muda yang sangat sukses. Ia setuju dan menanda-tangani kontrak kerja sama.


"Thank you, glad to be working with you" ucap Gilang


"You're welcome, I also feel happy to be working with you" jawab Mr. John.


Keduanya pun saling berjabat tangan.


Mr. John yang diiringi oleh asisten pribadinya pun undur diri. Mereka harus segera kembali ke negara asalnya karena masih memiliki banyak urusan.


Gilang dan Kelvin sekarang bisa bernafas dengan lega, akhirnya mereka berhasil menggaet MR. John untuk bekerja sama dengan perusahaan PT Groub Agung Dirgantara. Mr. John bukan lah orang yang mudah untuk diajak kerja sama, tapi Gilang berhasil meluluhkan hatinya dengan kepiawaian yang melekat pada jiwa bisnisnya.


"Elo balik aja ke kantor! Gue mau jemput Mutiara dulu" ucap Gilang pada Kelvin tanpa basa-basi.


"Iya gue paham," jawab Kelvin.


Kelvin hanya bisa mendengus kesal, sikap arogant dari kakaknya masih saja melekat jika berada dilingkungan kerja. Tapi dia akan berubah menjadi lebih lembut seketika berada disamping istrinya.


"Mutiara, elo sudah berhasil membuat kakak gue jadi bucin karena cinta elo." Kelvin menggelengkan kepala.


🔹


🍁


🔹


Setibanya di parkiran, Gilang dikejutkan dengan adanya sosok wanita yang memeluk dari belakang. Ia sudah berusaha menepis tapi kedua tangan gadis itu seakan mengunci rapat ke dalam lingkaran perutnya. Gilang tahu siapa wanita itu. Ia memang sudah tidak pernah lagi menemuinya semenjak menikah dengan Mutiara. Dia tak lain adalah Renata.


"Lepasin tangan elo!!" bentak Gilang.


"Sayang aku kan kangen sama kamu" manja Renata tanpa mau melepaskan pelukannya.


"Elo lepas atau gue bakal ambil semua fasilitas yang dulu pernah elo dapat dari gue!!" ancam Gilang.


Renata berengut, mau tak mau ia melepaskan pelukan tangannya.


"Kamu kenapa sih, nggak pernah nemuin aku sama sekali? Emangnya enggak kangen apa sama aku?" cuit Renata masih dengan nada manja.


"Kangen?" Gilang terkekeh.


"Bukannya elo sudah tahu sejak awal jika hubungan kita hanyalah sebatas hubungan timbal balik? Elo dapat fasilitas mewah dan karir melejit sedangkan gue dapet kepuasan dari elo," ucap Gilang kemudian.


"Iya aku tahu, tapi aku juga tidak bisa bohong kalau aku ingin menjalin hubungan yang serius denganmu...sayang," Renata memainkan dasi Gilang, tapi ditepis olehnya.


"Sorry gue nggak berminat! Gue udah punya istri, jadi jangan pernah elo coba-coba untuk muncul lagi di hadapan gue kalau elo emang masih sayang sama karir dan fasilitas kemewahan yang masih melekat dalam diri elo hingga saat ini!!" bisik Gilang setengah mengancam.

__ADS_1


Renata mematung, bergedik ngeri. Ia tahu bahwa Gilang tidak pernah main-main dengan ancamannya. Namun hatinya masih tidak bisa menerima saat pria itu mengatakan kalau dia sudah beristri. Ia ingin tahu seperti apa wanita yang mampu mengikat seorang Alvian Gilang Dirgantara.


Dan di tempat lain berdirilah sosok wanita yang jadi pengagum Gilang. Ia tersenyum licik karena bisa menemukan sebuah cara untuk mendekati istri dari Gilang. Wanita itu tak lain adalah Clarissa.


Selama ini Clarissa sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk mengetahui siapa wanita yang sudah menjadi istri dari mantan kekasihnya itu. Namun selalu berhasil digagalkan oleh orang-orang suruhan Gilang.


Gilang memang sudah sangat berubah, ia sama sekali tidak bisa dirayu lagi dengan kesedihan atau air mata. Clarissa pun berkali-kali datang sambil menunjukan air mata buayanya, tapi tetap saja hati Gilang membatu. Mungkin melalui istrinya, Clarissa bisa masuk lagi ke dalam hidup pria itu.


Hanya saja tidak ada akses jalan menuju kesana. Istri Gilang dijaga sangat ketat oleh orang-orang suruhan suaminya.


"Mungkin melalui wanita itu, gue bisa tahu seperti apa istrinya Gilang" guman Clarissa merasa senang.


Ia berniat untuk menghampiri Renata, tapi sayangnya tiba-tiba ada Kelvin yang muncul. Clarissa pun mengurungkan niatnya, ia tidak boleh bertemu dengan pria itu sebelum rencananya berhasil. Clarissa kembali ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu.


"Clarissa tunggu...!!" pekik Kelvin saat menyadari adanya Clarissa. Tapi lagi-lagi gadis itu lolos begitu saja.


Kelvin mengeram kesal, Clarissa benar-benar wanita yang sangat licik.


🔹


🍁


🔹


Mobil Gilang memasuki pelataran parkiran sekolah, disana sudah ada Mutiara. Ia memang sengaja meminta istrinya untuk menunggu disana. Gilang tidak mau ambil resiko jika Mutiara harus menunggunya di depan gerbang sekolah.


"Apa kamu sudah menunggu lama disini, gadis kecil?" tanya Gilang.


"Tidak mas, aku juga baru kesini kok" jawab Mutiara.


"Bagaimana dengan ujianmu hari ini? lancar?" tanya Gilang lagi.


Mutiara mengangguk sumringah, akhirnya ia bisa bernafas lega setelah berkutat dengan kegiatan belajarnya.


"Semoga hasilnya bagus ya mas?" cuit Mutiara.


"Itu pasti sayang, bukankah kamu sudah belajar dengan giat" ucap Gilang.


Wajah Mutiara memblushing mendengar kata sayang dari suaminya.


"Kenapa? apa aku sudah salah bicara?" tanya Gilang lagi.


Mutiara menggelengkan kepalanya, ia malah mengusel ke dalam dekapan suaminya. Gipang tampak terkejut, tapi ia merasa sangat bahagia.


Pak Heru melirik mereka dari kaca spion depan, rasanya terlihat nyaman jika melihat pasangan beda usia tersebut saling bermesraan. Dalam hati ia berharap bisa menemukan sosok wanita yang mampu menerima dirinya dengan apa adanya.


🔹


🔹


🔹


🔹


🔹


🔹


Author up lagi ya...

__ADS_1


jangan lupa kasih saran, kritik dan dukungan votenya


terima kasih🙏🙏😘😘😘


__ADS_2