Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Pergi untuk kembali


__ADS_3

Pagi hari telah menyapa. Langit Kota Milan pagi itu terlihat mendung, sama seperti hati Allegra yang sedang merasa sangat sedih karena harus merelakan suaminya kembali ke Indonesia.


Allegra, Hana, Dante dan Dom mengantarkan Gery sampai Bandara Internasional di kota tersebut.


“Aku pergi untuk kembali,” ucap Gery seraya mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Allegra memejamkan kedua matanya dengan erat saat benda kenyal itu mendarat dengan keningnya, dan memegang kedua lengan suaminya yang sedang menangkup kedua sisi wajahnya.


Rasanya sungguh berat dan sakit meninggalkan orang yang di cintai.


“Mereka sangat romantis,” ucap Hana, ikut meneteskan air matanya, lalu memeluk lengan kekar suaminya dengan erat.


“Kenapa kamu jadi cengeng?” tanya Dante mengelus pipi istrinya dengan sangat lembut.


“Aku tidak cengeng, aku hanya terharu,” jawab Hana ketus. Entah kenapa perasaannya sangat sensitif belakangan ini, mungkin bawaan bayi, pikir Hana.


Gery akhirnya berpamitan, ia dengan hati yang terasa sangat berat harus meninggalkan istrinya di Milan untuk sementara waktu.


“Walau kita berjauhan tapi hati kita akan selalu dekat,” ucap Gery kepada istrinya sebelum melangkahkan kakinya untuk melakukan Chek-in.


Allegra tersenyum lalu melambaikan tangannya ke arah Gery. Ia meneteskan air matanya, sembari menyakiskan suaminya semakin menjauh darinya.


Hana mendekati Allegra lalu memeluk wanita hamil itu dari samping, seolah sedang menenangkan.


“Jangan bersedih, Alle. Gery tidak akan bertingkah di sana. Aku akan menjewer telinganya sampai putus jika dia berani menduakanmu,” ucap Hana, mengusap lengan Allegra berulang kali.

__ADS_1


“Maafkan aku yang begitu cengeng, dan terima kasih, Hana,” jawab Allegra sembari mengusap air matanya.


“Jangan sungkan,” jawab Hana, melepaskan pelukannya.


*


*


Pesawat yang di tumpangi Gery sudah mengudara. Allegra menatap pesawat tersebut dengan perasaan yang tidak karuan, setetes cairan bening mengalir di setiap sudut matanya. Masih merasakan kesedihan yang mendalam.


“Ayo, kita pulang,” ucap Hana menggandeng tangan Allegra.


Allegra mengangguk dan mengikuti langkah Hana menuju mobil mewah yang terparkir di tempat parkir yang di sediakan oleh pihak Bandara setempat.


Mereka berempat sudah berada di dalam mobil. Dom mengemudi mobil di bagian kiri, lalu Dante duduk di depan tepat di sebelah Asistennya.


“Kalian ingin ke mana?” tanya Dante menoleh ke belakang bertanya kepada istri dan menantunya.


“Kita pulang saja,” jawab Hana, dan di angguki Allegra.


“Baiklah, jalankan mobilnya, Dom,” ucap Dante.


Dom segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju Mansion.


“Besok adalah giliranku,” ucap Dom memecah kesunyian di dalam mobil tersebut.

__ADS_1


“Maksudmu apa?” tanya Dante.


“Bukankah kamu memberikan cuti satu minggu kepadaku?” ucap Dom menatap kesal kepada Dante.


Perasaannya menjadi tidak enak, dan benar saja yang di pikirkannya terjadi.


“Maaf, sepertinya kamu tidak bisa cuti untuk bulan ini,” jawab Dante.


“Tapi, Dan---”


“I Feel Sorry, Dom. Tapi, bulan ini perkerjaan kita sangat banyak,” jawab Dante dengan perasaan yang merasa bersalah.


“Ck! Baiklah,” jawab Dom pada akhirnya, pasrah.


Dalam hatinya merasa sangat kesal, tapi ia tidak bisa membantah perintah Dante.


“Bagaimana jika kita liburan bersama di musim dingin nanti?” usul Hana.


“Masih lama,” jawab Dom dengan lesu.


“Kehamilanmu juga semakin membesar, aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi ke mana pun!” tegas Dante, membuat istrinya mengerucut sebal.


***


Satu bab lagi, mungkin nanti malan baru Emak update.

__ADS_1


Selamat membaca, semoga kalian senang. ❤❤


__ADS_2