
"Cantik sekali."
Dom tersenyum saat melihat bayi cantik yang tertidur lelap di dalam Box bayi. Rasanya ia tidak mampu untuk mengalihkan pandangannya dari bayi gembul dan cantik itu.
Lucu banget kan? ☺
Emily William adalah nama bayi cantik tersebut. Dante yang memberikan nama tersebut dan sudah menyiapkan jauh hari sebelum putrinya lahir.
"Dom! Putriku harus tidur, jika kamu di sana terus, maka Lily tidak akan tidur nyenyak!" Hana berseru dengan kesal, karena Dom tidak ingin beranjak sedikit pun dari sisi putrinya.
"Aku akan diam dan tidak akan menimbulkan suara, jadi izinkan aku tetap berada di sini," ucap Dom dengan pelan tersengar seperti berbisik membuat Hana menjadi bertambah kesal.
"Daddy!" Hana kali ini berseru kepada suaminya yang duduk di kursi yang ada di sebelah tempat tidurnya.
"Biarkan saja, Sweetie, yang penting dia diam dan tidak mengganggu putri kita," ucap Dante sembari menggenggam tangan istrinya lalu mengecup punggung tangan itu dengan penuh cinta.
Ah, rasa kesal Hana langsung luntur saat melihat sikap romantis suaminya.
Dante memang yang terbaik, yang selalu bisa menenangkan dan menyenangkan perasaannya.
__ADS_1
"Dad, apakah dia serius dengan ucapannya jika akan menikahi putri kita saat sudah besar nanti?" tanya Hana dengan nada berbisik karena takut terdengar kedua orang tuanya yang berada di ruangan itu juga.
"Dia hanya bergurau," jawab Dante.
Hana menghela nafas panjang, dan berdoa di dalam hati, semoga putrinya kelak mendapatkan jodoh yang seumuran, amin.
"Kalian sudah mengabari Gery dan istrinya?" Kartika berbicara dengan anak dan menantunya.
"Ya, ampun, kami hampir saja melupakannya." Dante segera mengambil ponselnya untuk menghubungi putranya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Gery yang berada di Jakarta langsung mengangkat telepon dari Dante.
Gery dan Allegra merasa senang karena mereka mendapatkan adik perempuan yang cantik dan lucu.
"Aku jadi ingin terbang ke Milan." Allegra rasanya ingin berada di dekat Hana, dan ingin melihat adik iparnya yang baru lahir.
"Kamu bisa melihatnya adikmu Alle." Danta beranjak dari duduknya lalu mengarahkan ponselnya ke arah Lily yang tertidur pulas.
"Lily, sangat cantik dan menggemaskan, rasanya aku ingin mencubit kedua pipinya yang gembul," ucap Allegra dengan gemas, saat melihat wajah Lily yang memenuhi layar ponselnya.
"Ya, kamu memang selalu gemas dengan anak kecil, bahkan ketiga anakmu saja sampai pernah kamu gigit karena saking gemasnya," sahut Gery dengan nada kesal.
__ADS_1
"Wah, kamu sangat mengerikan, Alle," ucap Dom yang berada di dekat Dante.
"Apakah kalian tahu jika Lily sudah mempunyai seorang bodyguard," ucap Dante lalu mengarakan kameranya ke wajah Dom.
Gery dan Allegra tergelak keras saat melihat wajah Dom yang datar memenuhi layar ponsel mereka.
Dom mendengus dan menatap datar Dante yang tengah menahan tawa.
"Apakah dia masih menunggu si cantik Lily sampai dewasa nanti?" ledek Gery di sela tawanya yang keras.
"Aku rasa begitu," jawab Dante, yang kini wajahnya memerah karena menahan tawanya.
"Tertawalah sampai puas!" ucap Dom dengan datar, namun wajah datarnya langsung sirna saat melihat wajah bayi mungil yang pulas itu.
Dom tersenyum tipis saat salah satu jari tangannya mengelus pipi gembul bayi cantik itu.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut pun di buat heran dengan tingkah Dom.
***
Ngakak, ngebayangin muka Dom yang datar🤣🤣
__ADS_1