Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Ekstra Part 14 (Happy Ending)


__ADS_3

Hana tersenyum senang ketika melihat putrinya sudah terlihat cantik. Babysitter yang di pilihkan oleh Dom sudah sangat berpengalaman, dan melewati beberapa seleksi ketat.


Pria datar tanpa ekspresi itu sangat selektif dan ingin yang terbaik untuk Lily.


"Terima kasih," ucap Hana kepada Babysitter-nya saat menyerahkan Lily ke dalam dekapannya.


"Sama-sama, Nyonya," jawab Babysitter itu dengan sopan.


"Jangan memanggilku seperti itu, panggil nama saja," ucap Hana sambil tersenyum tipis. Babysitter-nya itu mengangguk patuh sebagai jawaban.


Hana membawa Lily keluar dari kamar menuju ruang keluarga. Ia berjalan dengan penuh hati-hati saat menuruni anak tangga. Di ruang keluarga itu ada Kedua orang tuanya, Dante dan juga Dom.


Tidak biasanya mereka semua berkumpul dalam satu waktu, pikir Hana.


"Sweetie." Dante segera beranjak dari duduknya menyambut Hana yang berjalan ke arahnya. Ia mencium pipi Hana dengan mesra lalu beralih mencium kedua pipi putrinya dengan gemas.


Emily menggeliat saat di cium oleh ayahnya, mungkin karena merasa geli terkena jambang yang lebat itu.


"Daddy, bisakah jambangnya di cukur? Lihatlah kamu membuat pipinya memerah!" protes Hana dengan kesal.


"Jambang adalah kebanggaan pria Italia, bukan begitu Dom?" Dante meminta persetujuan dari Asistennya.


"Hemmm," jawan Dom hanya berdehem saja.


Dante berdecak kesal lalu mengambil alih putrinya dari gendongan Hana.


"Dasar pria kaku!" kesal Dante sambil menggendong putrinya dengan sangat hati-hati, lalu ia mendudukkan diri di samping Dom.


Sedangkan Hana duduk di tengah kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Kalian semua berkumpul di sini sedang apa? Tidak biasanya?" tanya Hana.


"Hana, Mama dan Papa akan pulang ke Indonesia, maka dari itu tadi kami membicarakannya dengan Dante dan Dom," jawab Kartika sambil mengelus tangan putrinya.


"Kenapa cepat sekali? Bahkan usia Lily baru satu minggu lebih, apakah kalian tidak betah berada di sini?" Hana merasa sedih mengetahui kedua orang tuanya akan kembali ke Tanah Air.


"Bukan begitu, Nak. Perusahaan Papa tidak bisa di tinggal terlalu lama. Jika nanti Lily sudah berajak besar, kalian bisa datang ke Indonsesia bukan?" jelas Fernan kepada putrinya.


Hana merasa sedih dan tidak ikhlas jika kedua orang tuanya kembali ke Indonesia secepat ini akan tetapi dirinya juga tidak memaksa, mengingat ada tanggung jawab besar yang di pikul oleh ayahnya.


"Iya, Sweetie, jangan bersedih, oke." Dante menghibur istrinya yang terlihat murung.


"Baiklah," jawab Hana pada akhirnya.


Dom sepertinya tidak memedulikan sekitarnya, tatapannya fokus pada bayi kecil yang ada di pangkuan Boss-nya.


"Hana, anakmu cantik sekali," ucap Dom sambil tersenyum tipis. Dom menatap Lily yang mempunyai wajah, mata dan kulit yang sama persis seperti Dante.


Dom mengulurkan jari tangannya untuk menyentuh pipi gembul Lily.


"Apakah kamu tidak melihat jika ibu sangat cantik? Maka anaknya pun akan lebih sangat cantik jelita," jawab Hana, menatap Dom yang seolah kagum kepada putrinya.


Dom mendengus seraya menatap sebal Hana yang membanggakan diri sendiri.


"Jangan membangunkan harimau yang sedang tidur, Dom!" Dante mengingatkan assistennya itu saat akan membuka suara ingin membalas perkataan Hana.


Dante menatap Lily yang menatapnya sembari menjulurkan lidah. Ah, bayi itu sangat menggemaskan sekali, membuat Dante tidak tahan untuk menciumi pipi Lily.


Lily yang terkejut karena di ciumi oleh Daddy-nya pun menangis keras.

__ADS_1


"Daddy!!" amuk Hana kepada suaminya .


"Maafkan aku sweetie, aku gemas sekali dengan bayi kita ini," jawab Dante sambil tersenyum meringis saat Hana mengambil alih putrinya dari gendongannya.


"Nyatanya kau sendiri yang membangunkan harimau tidur," cibir Dom tanpa rasa takut sama sekali kepada Boss-nya itu.


"Dom!!! Kau kupecat menjadi daftar calon menantu!!" geram Dante.


"What!!" Dom terkejut dan ingin protes namun Dante segera memukul pundaknya dengan keras.


"Rasakan itu pria datar!!" umpat Dante seraya beranjak dari duduknya, melarikan diri dari asistennya yang sudah menunjukkan taringnya.


"Lily akan menjadi jodohku, Dante!" seru Dom kepada Dante yang sudah melarikan diri ke lantai dua.


"Astaga, kamu masih mengharapkan Lily? Dasar pedofilia!" kesal Hana.


Kartika dan Fernan saling pandang lalu menggeleng bersamaan. "Sial sekali, nasib cucu kita."


"Memang apa salahnya?" jawab Dom seraya mendekati bayi kecil yang sudah anteng di gendingan Hana.


CUP


Dom mengecup pipi Lily dengan gemas, lalu segera melarikan diri.


"Dom, kemari kau!!" seru Hana sangat kesal, karena putrinya menangis lagi.


"Awas saja kau, Dom! Aku akan menarik jambang dan rambut gondrongmu itu sampai botak!!" kesal Hana, lalu menenangkan putrinya hingga tenang.


...TAMAT...

__ADS_1


Terima kasih sudah menemani perjalanan kisah cinta Dante dan Hana. ❤❤


Kisah cinta yang begitu rumit namun berakhir sangat bahagia❤


__ADS_2