Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Kehamilan Simpatik?


__ADS_3

Gery membisu, tapi jantungnya berdetak tidak karuan.


Bertanggung jawab dalam hal apa? Lalu kenapa dengan Allegra? Apakah wanita itu sudah mengadukan semua perbuatannya kepada ayahnya?


Berbagai pertanyaan muncul di dalam benak Gery.


"Allegra hamil." Dom berkata dingin dan datar, sorot matanya kian menajam ke arah Gery.


Perkataan Dom menjawab semua pertanyaan yang ada di benak Gery.


"Hamil?" beo Gery dengan nada lirih, kedua matanya menatap Dante dan Dom dengan tatapan yang tidak bisa di tebak.


"Ya. Kamu adalah ayah bayi yang di kandung Alle," jawab Dante.


Gery menggeleng seolah tidak percaya. Sekaligus menghalau rasa pusing yang dirasakannya


"Dad, aku--"


"Kamu mau menyangkal?" potong Dante, rahangnya sudah mengeras.


"Bu-bukan seperti itu ta-tapi--"


BRUK


Belum selesai berbicara, Gery sudah ambruk di atas lantai.


Dia pingsan.

__ADS_1


Dante dan Dom mendekati Gery. Melihat keadaan pria tersebut.


"Apakah aku terlalu keras memukulnya?" tanya Dante kepada Dom.


"Aku rasa tidak." Dom menjawab sembari mengecek denyut nadi yang ada di pergelangan tangan Gery. Barang kali sudah tidak bernyawa.🤣


"Dia masih hidup," ucap Dom.


"Gery hanya pingsan Dom. Memangnya kamu barharap jika dia mati?" tanya Dante.


"Tadinya sih begitu," jawab Dom tanpa ada rasa takut sedikit pun kepada Boss-nya.


Dante menoleh lalu mengumpati assistennya tersebut. "Sejelek-jeleknya dia, dan seburuk-buruknya sifatnya, dia tetap anakku!" ucap Dante dengan nada kesal.


"Hatimu terbuat dari emas," ucap Dom.


Dom memanggil kepala pelayan untuk membantu menyadarkan Gery yang pingsan. Setelah hidung Gery di berikan minyak angin, akhirnya pria tersebut sadarkan diri.


"Akhirnya kamu bangun!" Dom berkata dengan ketus.


Gery mengernyitkan kening lalu memijat kepalanya yang terasa pusing. Tiba-tiba saja perutnya bergejolak ketika mencium bau minyak angin yang masih menempel di hidungnya.


"HUEK!" Gery berusaha untuk bangun dari tidurnya di bantu oleh Dante.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Dante. Rasa kesal dan emosi di dalam dada Dante kini tergantikan dengan rasa cemas ketika melihat wajah putranya terlihat sangat pucat.


"Aku tidak tahan baunya," jawan Gery segera berjalan menuju kamar mandi, memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


"Sebenarnya dia kenapa? Jetlag?" tanya Dom.


"Mungkin," jawab Dante.


"Maafkan saya jika menyela, mungkin Gery terkena kehamilan simpatik," ucap Kepala pelayan kepada Dante dan Dom dengan sangat sopan.


"Kehamilan simpatik?" tanya Dante dan Dom bersamaan, menatap Kepala pelayan, menuntut penjelasan.


"KehamilanĀ simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika sang pria ikut merasakan tanda-tandaĀ kehamilan yang dialami oleh sang wanita," jelas Kepala Pelayan.


Dante dan Dom menganggukkan kepala bersamaan, bertanda jika mereka mengerti.


"Maka dari itu aku mengalami mual dan muntah hampir setiap hari?" tanya Gery yang berada di ambang pintu kamar mandim, bersender lemas di sana.


Kepala Pelayan mengangguk sebagai jawaban, lalu segera pamit undur diri, karena tugasnya sudah selesai.


"Jadi sudah terbukti jika bayi yang ada di dalam perut Allegra adalah anakmu," ucap Dom tersenyum miring.


Gery berjalan menuju tempat tidur dengan langkah tertatih, tubuhnya terasa sangat lemas dan tidak berdaya.


"Anakmu sangat cerdas, baru tumbuh di perut ibunya sudah menghukummu seperti ini," ledek Dom lalu tergelak keras diikuti oleh Dante.


"Ha ha ha ha." Dante dan Dom tertawa terbahak bersama, melihat penderitaan Gery.


***


Poor Gery🤣🤣🤣

__ADS_1


Jangan lupa Vote-nya di keluarkan semuanya bestieā¤


__ADS_2