
WARNING!
Deru nafas saling memburu ketika hasrat sudah naik ke permukaan. Bibir saling bertaut, dan lidah saling membelit hingga bunyi decapan memecah keheningan di dalam kamar mewah tersebut.
"Emh ...," dessah Hana ketika Dante mempaskan tautan bibir mereka dan kini berpindah menciumi lehernya dengan penuh gairah.
Dante langsung merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan kasar. Merobek setiap kain yang menempel di tubuh istrinya dengan tidak sabaran. Tubuh Hana kini sudah polos tanpa sehelai benang.
Kedua mata Dante semakin menggelap saat melihat tubuh molek istrinya, yang putih mulus tanpa cela. Ia segera menanggalkan semua pakaiannya lalu segera menindih tubuh istrinya.
"Sweetie, aku sudah tidak tahan," bisik Dante, seraya mencaplok bibir istrinya dengan sangat ganas, lalu salah satu tangannya memegang tongkat saktinya menuju lorong sempit milik istrnya yang sebentar lagi akan memberikan kenikmatan duniawi.
"Ahh ... shh ..." Hana mendessah tertahan ketika merasakan benda tumpul menggesek-gesek di depan pintu lorongnya, tidak berselang lama ia merasakan benda tumpul itu mulai melesak masuk ke dalan miliknya yang masih sangat sempit.
BLESH
Tongkat sakti Dante sudah tertanam sempurna di dalam lorong sempit itu. Hana mencengkram kedua bahu suaminya saat merasakan kenikmatan tiada terkira.
__ADS_1
"Owhhh ..." dessah Dante di sela ciumannya. Ia merasakan senjatanya seperti di jepit dan di remas di dalam milik istrinya yang terasa sempit, dan legit.
Dante melepaskan ciumannya, lalu bibirnya itu turun menyesap buah karsen yang tumbuh di atas bukit kembar itu. Buah karsen berwarna pink, terlihat menggoda dan sangat di sayangkan jika di lewatkan. Di bawah sana, Dante turus memberikan hujaman dengan kecepatan pelan tapi dalam, membuat Hana mengerang dan mendesaah tidak karuan.
Hana menggigit bibirnya dengan kuat perutnya terasa kram, seperti ada sesuatu yang ingin meledak dari bawah sana.
Tubuh keduanya banjir keringat, dan terlihat mengkilat saat dikena cahaya lampu di dalan kamar tersebut.
"Damn it!" umpat Dante sembari mendongak sekaligus mengeraskan rahangnya saat merasakan kenikmatan tiada terkira, membuatnya tidak tahan lalu mempercepat gerakannya dan tidak berselang lama dirinya menyemburkan susu kental manis ke dalam lorong sempit itu.
"Ughh!" Dante mengejang lalu memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan pelan, setelah di rasa pelepasannya tuntas, ia mencabut penyatuannya itu.
PLUNG
Sedikit berbunyi ketika Dante mencabut tongkat saktinya dari milik istrinya.
"Terima kasih, Sweetie," ucap Dante, mengecup kening istirnya sekilas, lalu merebahkan dirinya di samping Hana yang terkulai lemas.
__ADS_1
****
Dom dan Allegra sudah sampai di Mansion. Dom mengantarkan wanita yang tengah berbadan dua itu sampai kamar.
"Jika membutuhkan sesuatu hubungi aku," ucap Dom kepada Allegra.
"Dom, terima kasih banyak," ucap Allegra menatap Dom dengan penuh haru.
"Aku sudah menganggapmu sebagai kakakku sendiri, Alle. Kamu pasti tahu itu, jadi jangan sungkan," jawab Dom, sebelum berlalu dari kamar tersebut.
Allegra memandang punggung tegap pria tanpa ekspresi itu. Setelah Dom tidak terlihat, Allegra segera menutup pintunya dengan rapat, tidak lupa menguncinya.
"Huh!" Dom menghela nafasnya dengan kasar ketika sudah berada di dalam kamarnya.
"Alle, kenapa kamu begitu ceroboh?" gumam Dom, sembari melepaskan pakaiannya, hingga menyisakan Boxer berwarna hitam yang menutupi aset berharganya. Kemudian ia merebahkan diri di atas tempat tidur. Berharap tidak ada gangguan lagi. Tubuhnya terasa sangat lelah, ia menatap jam weker di atas nakas, waktu menunjukkan sudah hampir pagi. Ia butuh istirahat saat ini juga.
"Dom!!"
__ADS_1
***
Jangan lupa kasih saweran bestie ❤💋