Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Daddy, I Love You


__ADS_3

Di dalam kamar mewah, terdengar suara rintihan dan dessahan lirih ketika sang suami bergerak mendominan di atas tubuhnya. Bergerak maju mundur begitu lembut dan sangat pelan. Membuat sang wanita pasrah tidak berdaya, menikmati setiap hentakkan yang di rasa.


"Daddy, I Love You," lirih Hana, menatap sayu sang suami yang terlihat sangat tampan jika sedang menggagahinya seperti ini. Ia mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh itu, sesekali mencengkram pundak Dante ketika merasakan hentakan yang dalam dan lembut.


Rintik-rintik kenikmatan menjalar ke seluruh persendiannya, dan semakin bergairah.


"I Love You, Sweetie," balas Dante lalu melabuhkan ciuman di bibir madu itu.


Suara percintaan yang khas dan suara decapan dari bibir yang tengah beradu itu, membuat keduanya semakin semangat.


Hana merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan. Awalnya memang sangat sakit, tapi tidak berselang lama rasa sakit itu tergantikan dengan rasa nikmat yang luar biasa. Begitu pula dengan Dante, yang merasakan kenikmatan yang tiada terkira. Ia seperti mendapatkan sebuah mutiara langka.


Dimana-mana yang namanya janda itu pasti bolong, tapi berbeda dengan Hana. Ah, tidak perlu di jelaskan dengan kata-kata. Rasanya pokoke muanteb.😂


Satu jam berlalu akhirnya Dante menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri percintaan panas tersebut.


Dante membungkam bibir Hana dengan ciuman yang sangat rakus. Bersamaan dengan ia menghentakkan senjatanya sampai di titik yang paling dalam. Menyemburkan benihnya ke ladang milik istrinya yang subur itu.


Nafas Dante dan juga Hana memburu seperti habis lari maraton.


Cup


Cup

__ADS_1


Dante mengecup bibir Hana beberapa kali sebagai tanda terima kasihnya. Lalu menarik diri dari atas tubuh Hana dan merebahkan dirinya di samping sang istri yang terkulai lemas.


"Mau ke kamar mandi?" tanya Dante sembari membelai pipi sang istri yang putih mulus tapi bersemu merah karena terkena gosokan jambangnya.


"Ya, rasanya aku kotor. Ingin membersihkan diri," jawab Hana.


"Kamu tidak kotor, hal ini sudah lumrah dan menjadi kewajibanmu sebagai seorang istri," ucap Dante, memberikan pengertian kepada istrinya.


"Ya, Dad, maaf. Antarkan aku ke kamar mandi, tubuhku lemas," rengek Hana manja.


Dante langsung mendudukkan diri dan mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi.


"Eh! Tangan Daddy sudah tidak sakit?" Hana bertanya ketika baru menyadari satu hal yaitu tangan suaminya terlihat baik-baik saja.


"Ya, ya, aku juga baru menyadarinya," jawab Dante sembari tersenyum kecil.


"Mungkin percintaan kita menjadi obatnya," ucap Hana mengalungkan kedua tangannya di leher Dante.


*


*


"Berendam air hangat akan membuat seluruh persendianmu menjadi rileks," ucap Dante sembari mengisi bathup, sedangkan Hana duduk di closet kamar mandi sembari menatap suaminya sangat telaten, lembut dan sangat pengertian. Jangan lupakan tampan dan gagah perkasa.

__ADS_1


Aish, mengingat hal itu, wajah Hana menjadi bersemu merah.


"Sudah selesai," ucap Dante sembari menatap istrinya yang tersenyum mesem sembari memandanginya.


"Ada apa, kenapa tersenyum begitu?" tanya Dante, membuat Hana gelagapan.


"Emh, itu, ternyata Daddy sangat tampan," jawab Hana dengan cepat.


"Kamu baru menyadari jika suamimu ini tampan? Walaupun sudah tua, tapi kekuatan boleh di adu dengan yang muda," jawab Dante narsis, sembari menggendong tubuh istrinya dan memasukkannya ke dalam bathup.


"Eh, Daddy mau apa?" tanya Hana ketika suaminya masuk ke dalam bathup, duduk di belakangnya.


"Kita berendam bersama. Bagaimana rasanya, apakah milikmu masih sakit?" tanya Dante, mengecup pundak Hana yang putih mulus selembut sutra itu.


"Masih sedikit," cicit Hana malu.


"Cepatlah sembuh, karena aku sudah tidak sabar memakanmu lagi," ucap Dante, mengigit cuping telinga Hana dengan gemas.


"I-iya," jawab Hana terbata, tubuhnya menegang dan merinding tidak karuan.


***


Kalau kurang Hot bacanya sambil makan seblak level 10, auto Hot jeletot😂

__ADS_1


__ADS_2