Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Pergi untuk kembali


__ADS_3

“Jangan nakal, jangan jelalatan, jangan ganjen, jangan tergoda dengan wanita bule yang ada di sana,” cerocos Hana kepada Dante.


Saat ini mereka sudah kembali ke Bandara.


Hana sangat tidak rela melepaskan Dante. Ia takut, jika Dante nanti pergi meninggalkan dirinya begitu saja, di saat ia sudah menyerahka seluruh hati dan perasaannya.


“Aku tidak mengerti bahasamu, Sweetie,” ucap Dante, seraya mengelus kepala Hana dengan penuh kasih sayang.


Gery memalingkan wajahnya ketika melihatnya.


Aku iri, batin Gery.


“Pokoknya jaga mata, dan jaga hati,” rengek Hana, lalu memeluk tubuh kekar Hot Daddy itu dengan sangat erat.


"Aku akan sangat merindukan, Daddy," bisik Hana, di sela pelukannya itu. Rasa sedih menjalar memenuhi ruang hatinya.


"Jangan bersedih," ucap Dante mengusap-usap punggung Hana dengan lembut.


"Aku takut jika Daddy tidak bisa jaga hati," lirih Hana.


“Jangan khawatir, Sweetie. Kamu pun harus menjaga diri, jaga mata dan hati,” jawab Dante, lalu mengecup kening dan bibir Hana bergantian tanpa merasa malu sedikit pun.


“Heh!” Gery mendengus kesal, merasa seperti kambing congek.


Lalu Dante beralih memeluk Gery. Ayah dan anak itu saling menepuk punggung. “Daddy titip Hana, jaga dia. Dan jangan sampai lecet sedikit pun,” ucap Dante terdengar seperti ancaman.

__ADS_1


“Baiklah, Daddy,” jawab Gery, seraya mengurai pelukan tersebut.


“Fokus belajar. Masa depanmu masih panjang. Dan perusahaan Daddy serahkan kepada Asistenku. Nanti jika waktunya sudah tiba, kamu boleh memegang perusahaan itu lagi,” ucap Dante berpesan kepada putranya.


“Iya, Dad,” jawab Gery di sertai anggukan mantap.


*


*


Hana menatap punggung lebar Dante yang semakin menjauh dari pandangannya.


Dante menghentikan langkahnya, memutar badannya, melambaikan tangannya ke arah Hana, tidak lupa melakukan kiss bye.


Gery mengernyit heran, seraya menatap Hana dan Dante yang melakukan Kiss bye bergantian.


Hana melirik tajam mantan suaminya itu. “Bilang saja sirik!” kesal Hana.


“Aku? Tidak sama sekali!” jawab Gery sembari menunjuk dirinya sendiri.


Hana mendengus lemas. Dante sudah tidak terlihat lagi. Hot Daddy itu benar-benar kembali ke Negara asalnya.


Hampa yang di rasakan Hana saat ini.


Separuh jiwanya seolah pergi.

__ADS_1


Wajahnya bersemu merah karena mengingat peristiwa di hotel beberapa saat yang lalu. Di mana Dante mencumbunya dengan mesra. Ia mengusap bibirnya, ciuman Dante terasa membekas di sana. Meninggalkan sensasi yang membuat tubuh Hana meremang seketika.


“Kamu kenapa?” tanya Gery.


“Kepo!” ketus Hana, lalu beranjak dari sana meninggalkan Gery yang menatapnya dengan rasa penasaran.


Gery segera mengejar Hana. “Aku di tugasnya Daddy untuk menjagamu,” ucap Gery.


Hana diam tidak menjawab.


“Hana,” panggil Gery karena mantan istrinya itu diam saja dari tadi.


“Sejak kapan kamu menjadi baik kepadaku?” tanya Hana.


“Kamu masih marah? Bukankah kamu sudah memaafkan aku?” bukannya menjawab, Gery malah melontarkan pertanyaan lainnya.


“Aku tidak marah. Hanya muak saja melihat wajahmu!” jawab Hana.


“Oke,” jawab Gery lalu berjalan mendahului Hana, menuju mobilnya.


Ia sadar kesalahannya sangatlah fatal, jadi Hana tidak akan memaafkan dirinya begitu saja.


“Aku naik taksi saja!” seru Hana kepada Gery.


“Terserah!” jawab Gery.

__ADS_1


Hana memasuki taksi yang terparkir di depan mobil bandara tersebut.


“Ah, bisa mati aku jika Daddy mengetahuinya,” ucap Gery, ingin mengejar Hana, namun taksi tersebut sudah melaju, meninggalkan Bandara tersebut.


__ADS_2