Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Keluarkan di dalam


__ADS_3

“Ah, Gery!” pekik Allegra ketika pemuda itu menghujamnya dari belakang. Rasanya nikmat dan sulit di ungkapkan dengan kata-kata.


“Kamu hari ini sangat cantik Alle. Membuatku tidak tahan untuk memakanmu,” ucap Gery di sela aktivitasnya yang mengentakkan pinggulnya maju mundur, senjatanya menghujam milik Allegra dari belakang.


Saat ini mereka berada di dalam kamar Gery. Tubuh Allegra yang setengah polos telah di kuasai Gery di atas ranjang.


“Kamu menyukainya Alle?” tanya Gery sembari meremat bulatan sintal milik wanita tersebut.


“Yeah.” Allegra tidak bisa berbohong, ia menyukai sentuhan Gery yang kasar namun menimbulkan sensasi yang sangat nikmat.


Gery tersenyum puas, kemudian dirinya membalikkan tubuh Allegra menjadi terlentang tanpa melepaskan penyatuannya.


“Aku besok harus kembali ke Indonesia,” ucap Gery sembari menatap wajah Allegra yang terlihat cantik di bawah kungkungannya.


“Apakah kamu akan kembali ke sini?” tanya Allegra.


“Entahlah. Sebentar lagi aku lulus kuliah dan aku harus siap untuk mengurus perusahaan lagi,” jawab Gery.


Ada sebuah kesedihan di mata Allegra, namun dengan cepat wanita itu segera memejamkan kedua mata agar Gery tidak menyadarinya.


Gery mulai memompa tubuh wanita itu dengan sangat lembut.


“Keluarkan di dalam,” pinta Allegra. Entah apa yang di dalam pikiran wanita itu.

__ADS_1


“Bolehkah?? Jika nanti kamu hamil bagaimana?” tanya Gery ide sela aktivitasnya.


“Aku sedang tidak subur, jadi tidak akan hamil,” jawab Allegra, menggigit bibirnya ketika Gery mempercepat gerakannya di bawah sana, sembari menyesap pucuk dadanya bergantian.


Hingga pada akhirnya Gery menumpahkan lahar panasnya di dalam rahim Allegra.


*


*


“Hana kenapa lama sekali?” ucap Dante sembari mengetuk pintu kamar mandi berulang kali.


“I-iya, Dad. Maaf, ini sudah mau selesai,” jawab Hana sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.


“Iya!” jawab Hana.


Tidak berselang lama pintu kamar mandi terbuka. Hana menyembulkan kepalanya sembari menatap Dante yang terlihat datar.


“Hana jangan membuatku kesal!’


“Iya, iya, ini keluar,” jawab Hana sembari menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya dengan perlahan, untuk mengurangi rasa gugupnya.


“Apakah kamu belum siap?” tanya Dante.

__ADS_1


“Su-sudah siap, Dad,” jawab Hana dengan cepat.


“Baiklah mari kita mulai,” ucap Dante lalu menarik Hana ke dalam dekapannya, kemudian mellumat bibir Hana dengan sangat rakus, hingga membuat Hana kesulitan untuk mengimbanginya.


Mereka berciuman sambil berdiri. Tangan kanan Dante memainkan dua bukit kenyal milik istrinya itu dengan sedikit kasar.


“Ah,” dessah Hana di sela ciumannya itu, ketika Dante memainkan dadanya.


Dante yang sudah tidak tahan lagi lalu menuntun Hana untuk berbaring di atas ranjang mewah yang ada di dalam kamar mereka.


“Daddy yakin bisa?” tanya Hana, ketika melihat tangan Dante yang masih di balut gips.


“Kamu meragukan kemampuanku?” Dante tidak suka di remehkan.


“Ya, baiklah. Aku sudah milik Daddy seutuhnya. Lakukan Dad,” jawab Hana yang sudah berkabut gairah. Ia mengalungkan tanganya di leher Dante, lalu mellumat bibir suaminya dengan penuh kelembutan.


Dante mengalami kesulitan, ia meringis ngilu saat tangan kirinya tanpa sengaja tersenggol oleh Hana.


“Tuh ‘kan aku bilang juga apa!” kesal Hana ketika suaminya menarik diri dari atasnya, dan mendudukkan diri di tepian tempat tidur, sembari memegang tangan kirinya yang sangat sakit.


****


Gery memang kebangetan🤣🤣

__ADS_1


Yang nikah siapa yang bergoyang siapa? Wk wk wk


__ADS_2