
Dante menatap jengah kepada putranya.
Malam itu Gery datang ke ruang pribadinya, meminta izin untuk pindah kuliah ke Milan.
"Dad—"
"No! Aku bilang tidak ya tidak!" jawab Dante tidak ingin di bantah.
Gery menghembuskan nafasnya degan kasar. Ia harus menerima keputusan ayahnya dengan berat hati.
Esok paginya, Gery kembali ke Indonesia dengan perasaan yang tidak karuan. Seperti ada sebuah rasa yang tertinggal.
*
*
Tidak terasa sudah satu bulan usai pernikahan Hana dan Dante. Semakin hari, Dante dan Hana semakin lengket dan mesra. Membuat siapa pun akan iri melihatnya.
"Daddy selalu terlihat tampan," puji Hana setelah selesai memasang dasi, lalu mengusap dada bidang suaminya sebagai sentuhan terakhr.
Dante tidak setiap hari datang ke Perusahaan. Hanya di hari-hari tertentu saja. Perusahaan raksa yang memproduksi Kapal Pesiar terbesar di Dunia di percayakan kepada Dom untuk mengelolanya.
"Hari ini aku mungkin akan pulang terlambat," ucap Dante seraya menundukkan kepala.
CUP
__ADS_1
Sebuah kecupan manis mendarat di bibir Hana dengan lembut.
Hana tersenyum lalu berjinjit, menarik tengkuk Dante, mengecup dan menyesap bibir sexy suaminya.
Ciuman panas menjadi pembuka untuk pasangan suami pada pagi hari itu. Dante segera melepaskan ciuman tersebut ketika sisi liarnya sudah bangun.
"Kita lanjutkan nanti malam," bisik Dante dengan suara yang menggoda.
Hana mengangguk dan tersipu malu. Tangan kanannya menggandengan lengan kekar suaminya, sedangkan tangan kirinya menenteng tas kerja Dante.
Mereka berdua keluar dari kamar dan menuruni tangga bersama.
"Aku hari ini ingin berlanja dengan Alle, boleh Dad?" tanya Hana.
"Tentu saja, boleh, Sweetie. Para pengawal akan menemani kalian nanti," jawab Dante.
Hana melambaikan tangan ketika mobil yang di naiki Dante sudah bergerak meninggalkan halaman Mansion.
Hana masuk ke dalam Mansion, mencari keberadaan Alle. Dan ternyata wanita itu sedang berada di dapur.
"Alle, sedang apa?" tanya Hana ketika melihat Alle makan dalam porsi banyak.
"Bukan kah kamu baru selesai sarapan tadi?" tanya Hana, mendekati Alle yang menggigit sendok sambil tersenyum meringis, salah satu pipinya menggembung karena penuh dengan makanan.
"Belakangan ini aku sangat lapar, Hana," jawab Alle.
__ADS_1
"Benarkah? Tapi makan sebanyak ini tidak baik untuk lambungmu," jawab Hana, bukannya tidak suka melihat Allegra makan banyak, namun ia peduli dengan kesehatan wanita itu. Apalagi yang di makan Alle adalah Junk food.
"Ah. Maaf," tutur Allegra menundukkan kepala, dan wajahnya berubah sendu.
"Alle jangan bersedih. Maaf, jika perkataanku menyakiti hatimu," ucap Hana menjadi tidak enak hati.
"Hana, kamu benar. Makanan ini tidak sehat untukku," jawab Alle memandang makanan tersebut.
"Aku buatkan masakan khas indonesia. Apakah kamu mau?" tanya Hana, dan di angguki oleh Allegra.
"Aku akan membuatkanmu pecel ayam," ucap lalu membuka kulkas dan mengeluarkan semua bahan-bahan masakam yang akan ia gunakan.
"Terima kasih, Hana. Maaf merepotkanmu," ucap Allegra, sudah merasa ingin ngiler ketika membayangkan pecel ayam.
"Tidak masalah. Aku suka memasak, tapi Daddy selalu melarangku untuk masuk dapur," jawab Hana.
*
*
Di sisi lain. Dante yang baru sampai perusahaan di hadang seorang wanita yang sudah lama menghilang dalam hidupnya.
"Do you miss Me?"
***
__ADS_1
Bikin rusuh ah, biar rame like dan komentar 🤣