Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
SAH!


__ADS_3

Dante memandangi Hana yang terlihat begitu cantik ketika berjalan di Altar pernikahan. Wanita yang dulunya adalah menantunya kini akan menjadi istrinya.


Takdir tidak ada yang menebak, takdir tidak ada yang bisa menyangka. Begitu pula dengan cinta yang datang begitu saja, tanpa memandang usia dan status.


Hana tersenyum menatap Dante yang menunggunya di depan sana. Hatinya merasa bahagia, namun juga merasa sedih. Bahagia karena ia akan menikah dengan orang di cintainya, dan merasa sedih karena kedua orang tuanya tidak bisa hadir di hari bahagianya ini.


Hana pagi itu terlihat sangat cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih gading tangan lengan, dan bagian bawa menjuntai ke bawah. Wajahnya pun di hias dengan make-up membuat dirinya terlihat semakin sangat cantik.


Kedua tangan Hana memegang handbuket bunga pengantin mawar putih yang melambangkan kesetiaan, kesucian dan kepolosan.



Mulai hari ini dan seterusnya dirinya akan menjadi bidadari untuk Dante.


Dante menyambut Hana ketika sudah berada di hadapannya.


Dante terlihat sangat tampan sekali. Hari biasanya juga tampan, tapi saat ini ketampanannya naik berkali-kali lipat.


Dante mengenakan setelan tuxedo berwarna hitam, jambang pria itu yang biasanya lebat kini terlihat rapi, sepertinya habis di pangkas, dan rambut Hot Daddy itu tersisir rapi.



Manik biru itu menatap Hana dengan dalam, penuh damba seolah sedang menyalurkan rasa cintanya.


Hana tersipu malu di buatnya karena di tatapan intens seperti itu.

__ADS_1


Dom dan Gery menjadi saksi pernikahan tersebut.


Dom seperti biasa terlihat tampan dan tanpa ekspresi sedangkan Gery menatap Hana tidak berkedip. Teringat satu tahun yang lalu, saat dirinya mengikrarkan janji suci pernikahan dengan Hana. Semua sudah terlewat, kini hanya tinggal kenangan yang akan terus bersemayam di benaknya.


Hana sang mantan istri sekarang akan menjadi ibu tirinya.


*


*


*


Janji suci sudah terucap dan menyematkan cincin pernikahan pun sudah terlaksana. Hana dan Dante kini sudah Sah menjadi pasangan suami istri.


Pemuka agama mempersilahkan mempelai pria mencium mempelai wanita.


Dante melabuhkan ciuman mesra dan lembut di bibir Hana.


“Ah, ya ampun mataku.” Dom memalingkan wajahnya, ketika melihat Dante dan Hana berciuman.


“Apakah kamu masih perjaka?” tanya Gery.


“Iya,” jawab Dom.


“Dasar kuno! Kamu akan menyesal jika tidak merasakan surga dunia,” cibir Gery.

__ADS_1


Dom melirik sinis Gery diiringi dengan dengusan kesal.


“Dasar penjahat kelam*n!” umpat Dom.


Gery mendelik kesal di buatnya.


Dante melepaskan pagutan bibirnya. Menatap wajah Hana yang bersemu merah.


“Siapkan dirimu untuk nanti malam,” bisuk Dante, membuat tubuh Hana menegang.


“Mati aku,” batin Hana.


“I-iya, tapi ‘kan tangan Daddy belum sembuh,” jawab Hana.


“Bisa di atur,” jawab Dante menyeringai seperti harimau yang ingin menerkam mangsanya.


“Kenapa wajahnya terlihat sangat menakutkan sekali,” batin Hana ingin menjerit.


Belum apa-apa tubuh Hana sudah merasa lemas, jantungnya berdegup dengan cepat, dan kedua tangannya terasa dingin.


“Jangan tegang, aku akan melakukannya dengan perlahan,” bisik Dante lagi, membuat Hana semakin ketakutan.


“Ah, iya, a-aku tidak tegang, hanya saja aku merasa gugup,” jawab Hana terbata, lalu menggigit bibir bawahnya dengan resah.


***

__ADS_1


Aku membayangkan malam.pertama Hana dan Dante🤣🙈


__ADS_2