Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
OTW Milan, Italia


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, ujian telah selesai. Gery terlihat sangat senang sekali karena akan berangkat ke Milan, Italia pada malam hari. Bahkan ia tidak memberi tahukan keberangkatannya kepada sang istri atau orang tuanya, karena ia berniat untuk memberikan kejutan. Ia juga membawa beberapa oleh-oleh yang di bawa ke sana.


*


*


“Alle, kenapa kamu selalu terlihat murung?” tanya Hana kepada sang menantu yang usianya lebih tua darinya itu.


“Aku merindukannya, sangat merindukannya,” jawab Allegra sembari merebahkan kepalanya di atas meja makan. Wanita yang satu ini gemar memakan apa saja di masa kehamilannya, berbeda dengan Hana yang lebih suka memakan buah dari pada memakan makanan yang berat, maka dari itu tubuhnya tetap ideal dan sexy.


Hana mendudukkan dirinya di samping Allegra, menggeser piring yang sudah kosong lalu memerintahkan pelayan untuk membereskannya. “Apakah kamu tahu, jika sang ibu bersedih dan suka murung maka anak yang ada di dalam kandungan akan merasakan hal yang sama,” ucap Hana.


Allegra yang merebahkan kepala di atas meja makan, langsung menegakkan kepalanya, menatap Hana dengan intens. “Benarkah?” tanya Allegra memastikan karena ia baru mengetahuinya.


“Iya,” jawab Hana diiringi dengan anggukkan kepala.


Allegra menipiskan bibirnya lalu menunduk sembari mengusap perutnya yang masih terlihat rata. “Maafkan Mama, Sayang,” ucap Allegra.

__ADS_1


Hana tersenyum melihatnya, lalu ikut mengelus perutnya sendiri dengan lembut.


“Aku harap kita nanti bisa melahirkan di bulan dan hari yang sama,” ucap Hana.


“Iya, aku juga berharap seperti itu, Mommy,” jawab Allegra, lalu keduanya saling melemparkan senyuman.


“Ah, aku merasa lapar lagi,” ucap Allegra, mengambil buah apel yang ada di dalam keranjang buah di tengah meja makan tersebut.


Hana mengernyit heran ketika melihat nafsu makan Allegra yang luar biasa. “Alle, kamu baru selesai makan beberapa menit yang lalu. Kamu harus menjaga berat badanmu.” Hana menegur Allegra dengan hati-hati.


“Tapi, aku masih lapar,” jawab Allegra sembari mengunyah potongan buah apel yang ada di dalam mulutnya.


“Satu kali ini saja, setelah hari ini aku akan mengurangi porsi makanku,” jawab Allegra dengan nada memohon.


Hana menjadi khawatir, karena berat badan Allegra juga meningkat pesat.


“Baiklah, satu hari ini saja,” ucap Hana pada akhirnya.

__ADS_1


Allegra tersenyum menanggapinya, dan melanjutkan memakan buah apelnya.


Setelah mengobrol dengan Allegra di ruang makan, kini Hana beralih menuju ruangan suaminya. Ia merasa bosan karena selama kehamilannya, suaminya sangat over protektif bahkan ia harus di dampingi oleh kepala pelayan yang mengikutinya ke mana saja kecuali di dalam kamar atau saat bersama dengan Dante.


“Aku bosan!” rengek Hana yang sudah masuk ke ruangan pribadi suaminya.


Dante yang sedang mengecek pekerjaannya pun menoleh dan menghampiri istrinya yang duduk di sofa ruangannya.


“Apa yang kamu inginkan?” tanya Dante memeluk istrinya dari samping, dan mengecupi pipi Hana dengan gemas.


“Aku ingin liburan,” jawab Hana. “Aku rindu Mama dan Papa,” lanjut Hana dengan wajah yang sendu.


“Sweetie, kehamilanmu masih sangat rentan. Tunggu beberapa bulan lagi, aku akan mengajakmu pulang Ke Indonesia,” jawab Dante sambil mengusap pucuk kepala istrinya kemudian mengecupnya dengan kasih sayang.


“Janji!” ucap Hana menunjukkan jari kelingkinnya.


“Aku berjanji, Sweetie.” Dante menjawab sambil mengaitkan jari kelingkingnya.

__ADS_1


“Ayo, aku akan mengajakmu ke Sempione Park,” ajak Dante.


__ADS_2