Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Berakhir bahagia


__ADS_3

“Terima kasih, Dom. Kamu pulanglah,” ucap Dante kepada Dom yang memberikan dua goodie bag yang berisi pakaiannya dan makanan untuknya.


“Ya, jangan sungkan seperti itu. Aku akan menemanimu,” ucap Dom sambil menatap Hana yang sudah tertidur pulas dia atas tempat tidur pasien.


“Aku menghargai usaha dan kesetiaanmu, tapi kamu juga butuh istirahat. Aku tidak ingin di anggap Boss yang kejam,” ucap Dante menepuk pundak Dom berharap jika pria itu mengerti.


“Baru sadar jika kamu adalah bos yang kejam?!” jawab Dom.


“Dom!!” geram Dante.


“Oke, aku akan pulang. Jika kamu membutuhkan bantuan, hubungi aku,” ucap Dom sebelum berlalu dari ruangan tersebut.


Dante mengulas senyum tipis, ia bersyukur karena dirinya mempunyai asisten seperti Dom, paket komplit.


Dante meletakkan paper bag yang berisi makanan di atas meja, lalu ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuh terasa lengket setelah seharian beraktivitas.


Lima belas menit kemudian, ia sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi. Kemudian ia mendudukkan diri di sofa untuk mengisi perutnya yang terasa keroncongan.


Sambil makan, ia memperhatikan istrinya yang bergerak gelisah. Ia segera beranjak dan mendekati istrinya itu, meninggalkan makan malamnya yang baru ia makan beberapa suap.


“Ada apa, Sweetie,” ucap Dante.


Hana membuka kedua matanya, menatap suaminya yang berdiri di dekat tempat tidurnya. “Aku ingin di peluk, dingin,” jawab Hana.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan memelukmu,” ucap Dante.


Hana menggeser posisinya dengan perlahan saat suaminya naik ke atas tempat tidurnya. Tempat tidur pasien yang lumayan lebar dan muat untuk dua orang.


Dante mengangkat leher istrinya dengan pelan lalu meletakkannya di atas lengannya sebagai bantalan.


“Tidurlah,” ucap Dante memeluk tubuh istrinya, memberikan kehangatan di sana. Membuat Hana merasa sangat tenang dan nyaman.


Benar saja tidak berselang lama Hana sudah pulas. Dante menatap wajah cantik istrinya yang terlihat damai. Bahkan ia mengabaikan rasa laparnya, hingga tidak terasa dirinya pun ikut terlelap.


*


*


Dante memboyong suster dan dokter kandungan terbaik untuk merawat istrinya di Mansion. Ia ingin yang terbaik untuk istri dan calon buah hatinya.


Dua minggu telah berlalu, kondisi Hana sudah membaik dan sudah beraktivitas seperti sedia kala, hanya saja ia harus lebih berhati-hati lagi di setiap langkahnya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.


Berita kesembuhan Hana tentu saja menjadi kabar bahagia di seluruh penghuni Mansion tersebut. Dan kebahagiaan mereka bertambah saat mendengar kabar jika bayi yang di kandung Allegra adalah kembar tiga.


“Kau hebat!” Dante bangga kepada putranya, karena bisa mencetak tiga gol sekaligus.


“Terima kasih, Dad. Daddy juga hebat,” puji Gery sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


“Selamat Alle.” Hana memeluk menantunya dengan erat dan penuh kebahagiaan. “Pantas saja nafsu makanmu sangat kuat ternyata ada tiga bocah di sini,” ucap Hana, mengelus perit Allegra dengan penuh kelembutan.


“Aku tidak menyangka akan mendapatkan tiga anak kembar sekaligus,” jawab Allegra tersenyum bahagia.


“Ini benar-benar anugrah,” ucap Hana.


“Kita semua harus merakannya kebahagiaan ini,” ucap Dom yang sejak tadi diam menyimak namun ia juga turut sangat bahagia.


“Kamu benar. Tapi, jangan pernah menge-klaim bayi yang ada di dalam kandunganku lagi!” sewot Hana kepada Dom yang terlihat datar dan menyebalkan.


“Memang kenapa? Salah ya?” tanya Dom dengan tampang super datar.


“DOM!!!” Geram Dante.


“Kaburrrrr!” Dom segera melarikan diri dari amukan Boss-nya.


“Sialan! Kemari kau!” umpat Dante kepada Dom yang berlari mengitari ruang tamu.


Semua orang di sana tertawa terbahak-bahak saat melihat Boss dan Asisten saling kejar dan saling mengumpat.


...TAMAT...


Akhirnya kita sampai di ujung kisah Dante dan Hana. Tapi, jangan sedih, karena masih ada beberapa ekstra part-nya. ❤

__ADS_1


__ADS_2