Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Tiba-tiba rindu


__ADS_3

Hana dan Allegra sudah selesai berbelanja. Mereka berdua saat ini berada di sebuah Restoran yang ada di pusat kota Milan.


"Oh, Alle, ada apa dengan dirimu? Kenapa makanmu banyak sekali?" Hana di buat heran dengan tingkah Allegra. "Apakah kamu yakin bisa menghabiskannya?" tanya Hana lagi, melihat banyak makanan yang tersaji di atas meja sudah membuatnya mual.


"Entahlah Hana. Aku rasa ada sesuatu di dalam perutku. Rasanya aku selalu kelaparan," jawab Allegra.


"Kamu harus segera pergi ke dokter, Alle, sebelum kondisimu memburuk," saran Hana.


"Ya, kamu benar. Aku akan ke dokter setelah ini," jawab Allegra, lalu menyantap makanannya dengan sangat rakus.


Hana sudah merasa kenyang ketika melihat Allegra makan dengan begitu lahap.


"Sebenarnya Allegra kenapa ya? Tapi, kondisinya menunjukkan jika sedang ... tidak mungkin," batin Hana sambil menggeleng pelan.


Setelah selesai makan. Hana dan Allegra kembali ke Mansion.


"Perutku," ucap Allegra sambil menepuk perutnya yang rasanya ingin meletus karena kekenyangan. Ia berjalan memasuki Mansion dengan lesu.


Hana yang melihatnya pun hanya menggeleng kepala. "Jangan lupa segeralah pergi ke dokter." Hana mengingatkan Allegra.


"Iya, Hana," jawab Allegra lalu memerintahkan kedua pengawal tersebut membawa semua belanjaan yang ada di bagasi mobil ke kamar Hana.


*

__ADS_1


*


Allegra menatap jam tangannya, ia harus segera pergi ke dokter yang terdekat.


Dan di sinilah dirinya saat ini, berada di dalam ruangan dokter ahli gizi.


"Tidak ada masalah dengan kondisi Anda," jawab Dokter ketika selesai memeriksa Allegra.


"Benarkah? Tapi kenapa belakangan ini nafsu makanku meningkat dan mudah lapar?" tanya Allegra.


"Hal itu bisa terjadi karena mungkin Anda sedang stress dan banyak pikiran," jawab dokter tersebut.


"Benar juga," batin Allegra karena hampir satu bulan ini dirinya selalu memikirkan Gery.


*


*


Di Jakarta.


Gery beberapa hari ini merasakan sakit kepala dan juga mual yang luar biasanya. Bahkan dirinya sampai tidak sanggup bangun dari tempat tidur karena tubuhnya terasa sangat lemas.


"Tuan, Anda seharian belum makan sama sekali," ucap Bibi memasuki kamar Gery sembari membawa nampan yang berisi bubur dan segelas air putih.

__ADS_1


"Bibi, bawa keluar bubur itu! Aku mual mencium aromanya!" teriak Gery lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Tapi--"


"Bawa keluar!!" teriak Gery lagi dengan penuh amarah.


"Ba-baiklah," jawab Bibi segera keluar dari kamar tersebut dengan ketakutan.


Gery menghela nafas dengan kasar. Entah kenapa tiba-tiba dirinya sangat merindukan Allegra.


"Sial!" umpat Gery karena bayangan bercinta dengan Allegra muncul di benaknya.


Rasanya ia ingin terbang ke Italia untuk menemui Allegra dan mencumbu wanita bule itu sampai puas. Tapi, hal itu tidak akan mungkin di lakukannya karena Dante tidak mengizinkannya kembali ke Italia sebelum dirinya menjadi pria yang sukses.


Gery mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Sepertinya menghubungi Allegra bisa mengurangi rasa rindunya.


Namun sayang nomor ponsel Allegra tidak bisa di hubungi.


"Apakah dia mengganti nomor ponselnya?" tanya Gery sembari menekuri layar ponselnya. Rasanya sangat tersiksa, ia tiba-tiba rindu berat dengan Allegra.


***


Apakah Allegra hamil?

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote, like, dan komentarnya, bestie.💋💋


__ADS_2