Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Ekstra Part 13


__ADS_3

Dom memegangi pundaknya yang terasa sakit karena di pukuli Hana dengan sandal yang di kenakan oleh wanita itu.


"Hana, kau sungguh kejam." Dom meringis sakit.


"Itulah balasannya karena sudah berani menge-claim putriku yang masih bayi! Dasar pedofilia!" umpat Hana dengan perasaan jengkel.


"Baiklah, aku minta maaf, tapi jika suatu hari putrimu berjodoh denganku, jangan protes!" ucap Dom lalu keluar dari kamar bayi itu sambil memanyunkan bibirnya.


"Huh, dasar anak kecil!" ucap Hana sembari memandang punggung Dom yang menghilan di balik pintu.


Dom terus menggerutu sembari menuruni anak tangga.


"Kamu kenapa, Dom?" seru Dante saat melihat wajah asistennya itu kusut.


Dom menoleh dan menatap datar Dante tanpa menjawab pertanyaan Boss-nya itu. Ia segera berlalu menuju halaman Mansion tanpa memedulikan umpatan Dante yang ditujukan kepadanya.


"Asissten kurang ajar!" umpat Dante


"Apakah saat kedua orang tuanya membuat dirinya di atas papan triplek? Maka dari itu wajahnya sangat datar seperti papan triplek!" ucap Fernan, merasa heran juga dengan sikap Dom yang super datar dan dingin.

__ADS_1


"Papa!" tegur Kartika kepada suaminy agar tetap diam.


"Apa? Aku hanya berpendapat saja," jawab Fernan. "Kasihan sekali dengan wanita yang menjadi istrinya nanti," lanjut Fernan, sambil geleng-geleng kepala.


"Kalian istirahatlah, jika membutuhkan sesuatu katakan saja kepada kepala pelayan," ucap Dante kepada kedua mertuanya yang masih berada di ruang tengah.


"Iya, tapi kami ingin melihat cucu kami lebih dulu, apakah kamu keberatan?" tanya Kartika kepada menatunya.


"Tentu tidak, Ma," jawab Dante lalu mempersilahkan kedua mertuanya menaiki anak tangga, menuju kamar bayinya. Dante mengikuti kedua mertuanya dari belakang.


"Woahh, ini sangat keren dan indah." Kartika dan Fernan merasa takjub saat memasuki kamar cucu mereka.


Baru beberapa saat yang lalu mencela Dom, tapi lihatlah pria itu kini memuji dan menyanjung Dom tiada henti.


Dasar Fernan!


Lily—bayi mungil itu tertidur di dalam box-nya dengan nyaman dan tenang. Dante menghampiri istrinya yang berdiri di dekat Box bayi Lily. "Kamu istirahatlah, Sweetie," ucap Dante lalu memeluk istrinya dengan erat, tanpa memedulikan kedua mertuanya yang masih ada di sana.


"Iya, badanku sangat lelah, Dad. Aku akan menuju kamar sendiri," jawab Hana, seraya mengurai pelukan suaminya, dan menyuruh kedua orang tuanya untuk beristirahat karena mereka pasti merasa lelag karena selama di rumah sakit kurang beristirahat.

__ADS_1


"Iya, Sweetie, aku akan menjaga putri kita di sini." Dante mengecup kening Hana, sebelum istrinya itu keluar dari kamar tersebut.


Fernan dan Kartika pun ikut keluar dari kamar Lily, setelah memberi kecupan di pipi gembul cucunya itu.


*


*


"Memangnya apa salahnya kalau aku perhatian kepada Lily-ku?" Dom masih saja menggerutu, saat ini dirinya di dalam mobilnya yang terparkir di halaman mansion mewah


Saat sedang asik menggerutu ia terkejut saat mendengar ponselnya berdering. "Dante?" Dom mengernyit saat melihat layar ponselnya, tanpa menunggu lama ia segera mengangkat panggilan telepon dari Boss-nya.


"Dom, carikan babysitter untuk Lily!" ucap Dante di ujung telepon sana.


"Ya," jawab Dom segera memutus panggilan tersebut. Ia segera menjalankan mesin mobilnya menuju yayasan penyalur tenaga kerja.


****


Selamat tahun baru 2023 untuk para readers tercinta❤❤

__ADS_1


Semoga di tahun baru ini kita menjadi pribadi yang lebih baik, dan semua keinginan terwujud, amin❤🙏


__ADS_2