Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Gugup


__ADS_3

Setelah selesai mengucapkan Janji suci di sebuah Gereja. Pengantin baru itu kembali pulang ke Mansion. Di sana sudah di siapkan pesta pernikahan sederhana untuk pengantin baru itu. Dante tidak mempublikasikan pernikahannya, karena ia tidak ingin kecantikan istrinya di lihat oleh banyak orang.


Sifat posesifnya sudah muncul.


Pesta sederhana itu di rayakan di halaman Mansion mewah tersebut. Deretan kursi berjajar rapi, dan di depannya ada beberapa meja bundar yang di atasnya ada beberapa hidangan khas Italia.


“Yeah, kita bersulang untuk hari bahagiaku ini,” ucap Dante kepada Gery, Dom dan beberapa pengawal dan pelayan pria yang ada di sana.


“Selamat Daddy,” ucap Gery sembari mengangkat gelas yang berisi Wine.


“Terima kasih, Gery,” ucap Dante.


“Selamat Dante. Karena kamu sudah mempunyai segalanya, maka dari itu aku hanya memberikanmu sebuah Do’a, semoga pernikahanmu kali ini bahagia selalu,” ucap Dom.


Semua orang di sana terkejut ketika mendengar Dom bicara panjang lebar, karena biasanya pria itu irit bicara dan lebih banyak bekerja.


“Terima kasih, Dom,” jawab Dante seraya menyesap Wine-nya, lalu menatap istrinya yang duduk sembari memakan hidangan yang sudah tersaji.


Hana duduk di temani Allegra yang mulai saat ini menjadi Pelayan pribadinya.


“Alle, kenapa sejak tadi kamu memperhatikan Gery?” tanya Hana dalam bahasa Inggris.


“Tidak, aku sedang memperhatikan para pengawal termasuk Dom yang biasanya memakai pakaian serba hitam kini terlihat beda dengan penampilan baru mereka,” kilah Alle diiringi dengan senyuman tipis.


Hana mengangguk dan tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


Dante menghampiri Hana yang masih asyik mengobrol dengan Allegra.


“Ada apa?” tanya Hana saat suaminya mengulurkan tangan kanan kepadanya.


Ciee, suami, ihirrrr icikiwir ...🤣


“Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu, My Wife” ucap Dante, membuat Hana tersipu malu.


Hana menerima uluran tangan tersebut, lalu mereka berdua berjalan memasuki rumah.


Dom yang masih bergabung di pesta sederhana itu pun beranjak dari duduknya.


“Hei! Kamu mau kemana?” tanya Gery.


Gery menaikkan kedua bahunya, menatap para pelayan dan pengawal yang masih berada di sana. “Kalian nikmatilah pesta ini,” ucap Gery, berjalan menghampiri Allegra yang duduk sendirian, tidak berkumpul dengan pelayan wanita lainnya.


“Aku ingin bicara denganmu,” ucap Gery ketika sudah berada di dekat wanita yang sudah berumur dua puluh lima tahun itu.


Allegra mendengus, lalu mengikuti Gery dari belakang.


*


*


“Dad, ini masih siang,” ucap Hana ketika pakaiannya di lucuti semua oleh suaminya.

__ADS_1


“Tapi, aku sudah tidak tahan lagi,” jawab Dante sembari melepaskan pakaiannya sendiri dengan tangan kanannya, karena tangan kirinya masih sakit dan belum bisa bebas bergerak.


Glek


Hana menelan ludahnya dengan kasar ketika melihat tubuh suaminya yang sangat sempurna. Di tambah lagi sesuatu di bawah sana terlihat sangat besar dan panjang, membuat Hana bergidik ngeri.


“Tunggu!” Hana mencegah Dante yang sudah ingin menerkamnya.


“Ada apa?” tanya Dante.


“A-aku mau pipis,” ucap Hana, segera berlari menuju kamar mandi dengan keadaan polos tanpa sehelai benang.


Dante menatap senjatanya yang sudah berdiri tegak.


Tuing


Dante mencolek kepala botak senjatanya itu, “Sabar, sebentar lagi kamu akan berbuka puasa,” ucap Dante lalu memandang pintu kamar mandi yang tidak kunjung terbuka.


Sedangkan di dalam kamar mandi. Hana duduk di atas Closet. Ia sangat gugup bukan kepalang. “Oh, ya ampun, aku sangat gugup. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Hana kepada dirinya sendiri.


“Oke, buka kakimu dengan lebar, dan nikmati sentuhan yang ia berikan.” Hana menyemangati diri sendiri.


****


Semoga nggak gagal MP nya🤣🤣🙈

__ADS_1


__ADS_2