Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Ekstra Part 1


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian. Kehamilan Hana sudah memasuki bulan ke-lima. Perutnya sudah terlihat membesar, seperti pada kehamilan pada umumnya. Tubuhnya masih terlihat semakin berisi dan sexy, justru itu yang membuat suaminya semakin lengket kepadanya, dan selalu minta jatah setiap malam.


Begitu pula dengan Allegra yang saat ini sudah menatap di Indonesia bersama Gery. Ibu hamil yang satu ini lain dari pada yang lain karena perutnya terlihat sangat besar 2 kali lipat dari kehamilan pada umumnya.


Hana dan Allegra sering bertukar kabar melalui Video Call. Seperti saat ini yang sedang mereka lakukan.


“Sudah Alle, sejak tadi kamu terus makan, lihatlah badanmu sudah seperti gajah,” ucap Hana, merasa engap sendiri saat melihat tubuh Allegra yang semakin bulat.


“Kamu tahu Mom, aku harus mencukupi kebutuhan mereka agar tidak kelaparan,” ucap Allegra sambil menjejal mulutnya dengan martabak telur.


“Aku sangat menyukai Pizza telur ini, sangat nikmat,” ucap Allegra tidak terlalu jelas karena sambil mengunyah.


“Itu Martabak,” ucap Hana.


“Iya, itu maksudku. Susah menyebutnya,” jawab Allegra tertawa pelan.


“Apakah kamu sudah mengetahui jenis kelamin anak-anakmu?” tanya Hana kepada menantunya yang tidak berhenti mengunyah. Dia sangat penasaran dengan jenis kelamin ketiga cucunya.

__ADS_1


“Ehm!” Di seberang sana Allegra menepuk dadanya karena merasa seret di tenggorokannya, kemudian ia segera meminum air yang sudah di sediakan di sana. Ia bernafas lega karena akhirnya bisa menelan makannya dengan baik.


“Huh! Ya, ketika kedua baby-ku laki-laki dan yang satunya belum terlihat, lalu kamu?” jawab Allegra sekaligus melontarkan pertanyaan kepada Ibu mertuanya.


“Kamu pasti sudah tahu jawabannya,” jawab Hana lesu, lalu menggembungkan pipinya bersamaan dengan menghembuskan nafas kasar.


“Ha ha ha ha.” Allegra tertawa terbahak mendengarnya. “Dia masih tidak waras? Mengharapkan bayimu sebagai calon istrinya kelak?” tanya Allegra.


“Iya, sepertinya Daddy harus secepatnya mencarikan jodoh untuknya,” jawab Hana, mendesah kesal.


“Aku setuju, cepat carikan jodoh yang baik dan setia untuk Dom! Aku sudah muak melihatnya seperti itu,” ucap Allegra.


“Oke. Aku akhiri sambungan teleponnya,” ucap Hana mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak.


“Kalian membicarakan aku?” Dante berjalan mendekati istrinya yang juga berjalan ke arahnya.


“Iya, aku ingin kamu mencarikan jodoh untuk Dom,” ucap Hana, memeluk suaminya dengan erat. Aroma parfum bercampur keringat dari tubuh suaminya, justru terasa sangat menyegarkan di indra penciuman Hana, rasanya ia tidak ingin melepaskan pelukannya itu.

__ADS_1


“Tidak semudah itu, Sweetie. Gadis mana yang mau dengan manusia kayu itu,” jawab Dante, mengecup pucuk kepala sang istri dengan lembut, lalu mengurai pelukan tersebut, beralih mengusap perut buncit istrinya.


“Aku merindukan kalian seharian ini. Perkerjaan di kantor sangatlah padat,” ucap Dante, lalu menundukkan kepalanya, mencium perut istrinya yang sangat menggemaskan itu.


“Dia bergerak,” ucap Hana saat merasakan tendangan dari si kecil.


“Iya, dia sangat senang di cium oleh Daddy,” jawab Dante. Rasa hangat menjalar ke relung hatinya setiap kali merasakan pergerakan buah hatinya di dalam kandungan sang istri.


“Karena dia sangat menyayangi Daddy,” ucap Hana sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


"Sama seperti aku yang menyayangi kalian," jawab Dante dengan lembut.


Mereka berdua saling menatap dalam dan penuh damba, kemudian saling melemparkan senyuman kebahagiaan.


***


Manis banget nggak sih mereka berdua ituh☺

__ADS_1


Jangan lupa, like dan komentarnya❤


__ADS_2