
Hana yang sedang berada di dapur membuatkan kopi untuk Dante, mengernyit heran ketika melihat Allegra sedang membuka kulkas, mengambil air dingin dari dalam sana. Sepertinya wanita bule itu tidak menyadari kebaradaan Hana.
"Alle," panggil Hana, membuat Allegra tersedak karena sangat terkejut.
"Maaf, Hana," ucap Allegra segera menguasai dirinya.
"Kamu kenapa tadi tiba-tiba menghilang?" tanya Hana.
"Ah, itu ... Aku tadi ke toilet, maaf jika membuatmu cemas," jawab Allegra merasa bersalah karena sudah meninggalkan Hana.
"Tidak apa-apa. Aku berpikir jika kamu tadi di culik oleh Mafia. Syukurlah kalau kamu baik-baik saja," jawab Hana, sembari membawa secangkir kopi yang sudah selesai ia buat.
"Iya, Hana, maaf sekali lagi." Allegra menundukkan kepalanya.
"Santai saja. Aku ke ruang kerja Daddy dulu," ucap Hana segera berlalu dari sana.
Allegra bernafas lega, sembari mengelus dada. Hampir saja dirinya ketahuan. Jangan sampai Hana dan Dante tahu jika dirinya terlibat affair dengan Gery.
Sampai di ruang tengah, Hana melihat Gery yang baru memasuki rumah besar itu.
Gery bersiul-siul, terlihat sangat bahagia.
"Apakah kamu mendapatkan Jackpot lagi?" tanya Hana kepada Gery.
"Iya, Hana," jawab Gery sembari tersenyum merekah.
__ADS_1
"Hana? Dasar anak tidak sopan!! Panggil aku Mommy, karena aku sudah menjadi ibu tirimu!" ucap Hana sambil tersenyum iblis.
"A-apa? Mommy? Oh, No!" jawab Gery sembari menggeleng pelan sebagai bentuk penolakkannya.
"Apakah kamu pernah mendengar tentang Malin Kundang Si Anak durhaka yang di kutuk menjadi batu karena tidak berbakti kepada orang tuanya?!!" tanya Hana, menatap Gery dengan sengit.
"Huh!! Oke, Little Mommy," ucap Gery dengan malas dari pada dirinya di kutuk menjadi batu.
"Little Mommy?" beo Hana.
"Ya, karena kamu masih kecil!" jawab Gery sembari mendengus kesal. Lidahnya terasa geli dan kaku ketika memanggil Hana dengab sebutan 'Mommy'.
"Baiklah tidak apa- apa," jawab Hana, segera berlalu dari sana, namun ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Gery.
"Gery, bersihkan lipstik yang menempel di bibirmu, dasar bastard!" ucapan Hana membuat Gery panik lalu segera berlari menuju kamarnya.
*
*
"Daddy, maaf lama," ucap Hana sembari meletakkan secangkir kopi hitam di meja kerja suaminya.
Dante yang sedang sibuk dengan berkas di tangannya pun mendongak sambil melepaskan kaca mata baca yang bertengger di hidung mancungnya.
"Kemari," ucap Dante, menepuk pahanya.
__ADS_1
Tidak perlu di suruh dua kali, Hana langsung berjalan menghampiri suaminya dan duduk di atas pangkuan Dante.
Dante memeluk Hana dengan erat, seraya menelusupkan wajaahnya di ceruk leher istrinya itu. Menghirup aroma tubuh istrinya yang membuatnya candu.
"Tangan Daddy sudah sembuh?" tanya Hana ketika melihat tangan kiri Dante melingkar di perutnya.
"Masih sedikit sakit," jawab Dante.
"Apakah kita belum boleh melakukanya?" tanya Hana, kedua manik hitamnya bertemu dengan manik biru Dante yang selalu menghipnotisnya.
"Apakah kamu sudah tidak sabar?" jawab Dante.
Hana tidak menjawab ucapan Dante, namun ia membuka satu persatu kancing kemeja suaminya itu. Hingga dada bidang yang pelukabel terpampang di depan matanya.
"Sweetie." Suara Dante terasa tercekat ketika Hana membelai dada bidangnya dengan gerakan sensual. Berhasil membangkitkan gairahnya yang selama ini ia tahan.
"Apa Daddy tidak menginginkannya?" tanya Hana dengan lirih dan terdengar seperti ******* di indra pendengaran Dante.
Entah dari mana istri kecilnya ini mempunyai inisiatif untuk menggodanya.
"Sangat ingin," jawab Dante.
****
Huah, deg-degan aku guys. 🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote-nya❤