Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Gerah!


__ADS_3

Hana dan Dante sedang merasakan manisnya menjadi pengantin baru. Kemana pun dan di mana pun terlihat sangat mesra, membuat siapa pun iri melihatnya.


Seperti saat ini Hana sedang makan bubur ayam di suapi oleh Dante dengan sangat telaten.


"Daddy tidak ingin mencobanya? Ini enak," ucap Hana sembari mengunyah bubur ayam yang terasa nikmat di dalam mulutnya.


"Aku sudah kenyang," jawab Dante sambil melemparkan senyuman tipis untuk istrinya.


"Bisakah jangan tersenyum seperti itu?" tanya Hana.


"Kenapa?"


"Karena senyumanmu mengalihkan duniaku," jawab Hana, menyatukan kedua tangannya di depan dada. Memandang suaminya dengan tatapan kagum. Ia sungguh terDante-Dante saat ini.


Dante tergelak sambil menggelengkan kepalanya, gemas dengan istri kecilnya.


"Habiskan sarapanmu, jangan kebanyakan membual," jawab Dante, lalu mengusap pipi mulus Hana dengan penuh kelembutan.


"Ish, siapa yang membual! Aku berkata jujur dari lubuk hatiku yang terdalam," jawab Hana, mengerucut sebal.


Melihat bibir Hana yang mengerucut, membuat Dante tidak tahan untuk mengecupnya. Dante menarik tengkuk Hana lalu melabuhkan kecupan lembut di permukaan bibir Hana yang semanis madu.


CUP


Hana mengerjap berulang kali, karena sangat terkejut ketika suaminya menciumnya di depan beberapa pelayan yang ada di sana.


GLEK

__ADS_1


Hana menelan kasar, sisa bubur ayam yang tersisa di dalam mulutnya.


Allegra berdehem, mengintruksi teman-temannya segera mundur dan meninggalkan ruang makan, meninggalkan dua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu.


*


*


*


"Dom, hentikan langkahmu!" cegah Allegra ketika malihat Dom baru pulang joging berjalan menuju ruang makan.


"Diamlah Alle, aku haus!" Dom mendorong Allegra yang menghalangi jalannya. Dom melanjutkan langkahnya menuju ruang makan, namun tidak berselang lama dirinya kembali lagi dengan wajah yang bersemu merah dan mengumpat berulang kali.


"Sial!" umpat Dom.


"Diam!"


Bukannya diam, Allegra malah semakin tertawa terbahak karena ekspresi Dom seperti anak perawan yang baru melihat hal mes*um.


*


*


"Daddy, jangan di sini," lenguh Hana, ketika dirinya di angkat ke atas pangkuan suaminya. Dante menciumi leher jenjang istrinya dengan penuh gairah.


"Kita ke kamar," ucap Dante dengan suara beratnya. Menggendong Hana seperti bayi koala. Berjalan menaiki anak tangga dengan bibir yang saling tertaut, menuju kamar mereka.

__ADS_1


Sampai di dalam kamar, pengantin baru itu melepaskan seluruh pakaian yang menempel di tubuh mereka hingga polos tanpa sehelai benang.


Lalu Dante mendorong tubuh istrinya hingga terlentang di atas ranjang.


Dante mengangkat kaki kiri Hana dengan lembut. Lalu menciumi kaki jenjang putih dan mulus itu hingga pangkal paha dengan sensual.


"Ahh, Daddy," desaah Hana ketika merasakan rangsangan yang di berikan oleh suaminya.


Dante membuka kedua kaki istrinya dengan lebar. Memperlihatkan lembah merekah dan basah di bawah sana. Membuat Dante semakin gila.


"Argghh." Hana memekik lantaran terkejut saat merasakan sapuan lidah suaminya yang terasa basah, hangat dan sangat nikmat.


"Kamu suka?" tanya Dante sambil melirik istrinya yang merem melek keenakan.


"Yeah, suka," jawab Hana dengan nafas yang memburu, lalu menopang tubuhnya dengan kedua sikunya. Menatap Dante yang sedang bekerja di bawah sana.


Posisi Hana yang seperti itu malah terlihat sangat sexy dan menggoda di mata Dante.


Dante merangkak naik, menindih tubuh Hana dan menatap istrinya dengan damba. Terlihat jelas kobaran api gairah di kedua mata Dante, dan sepertinya kali ini akan sulit untuk di padamkan.


Dante menunduk lalu mellumat bibir Hana dengan penuh gairah, sambil mengarahkan tombak saktinya menuju lembah yang basah itu.


***


Gerah bestie🤣😜😜


Jangan lupa like, komentar, dan Votenya ya❤

__ADS_1


__ADS_2