
Malam hari telah menyapa. Di dalam Mansion yang mewah itu sudah tampak sepi, dan beberapa lampu yang menyala untuk menerangi setiap sudut ruangan.
Dom mengedarkan pandangannya di setiap sudut ruang tamu. Suasana temaram menciptakan keheningan dan juga membuat bulu kuduknya merinding. Ia bergegas memasuki kamarnya, setelah menghabiskan satu batang rokok.
Merebahkan diri di atas tempat tidur, lalu menarik selimut sampai sebatas dada. Kedua matanya belum bisa terpejam, ia menatap langit-langit kamarnya. Entah apa yang ada di dalam pikirannya, hanya dia sendiri yang tahu, jadi Author-nya tidak bisa menjelaskannya.
Kedua keningnya mengernyit heran ketika mendengar suara aneh dari kamar sebelah. Ia menajamkan pendengarannya, tapi suara tersebut tidak terdengar lagi.
“Suara apa tadi?” gumam Dom.
Ia segera memejamkan kedua matanya. Menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Di kamar sebelah, terdengar suara rintihan dan lenguhan memenuhi setiap sudut kamar tersebut.
Suara siapakah itu?
Tentu saja suara pengantin baru yang tadi pagi baru resmi menjadi suami istri.
Suara mereka sudah mencemari pendengaran Dom, beruntung pria tersebut masih polos dan lugu.
__ADS_1
“Ah ... Gery, jangan di gigit ... Ugh, astaga!” Allegra memekik ketika Gery bermain di bawah sana, memainkan area sensitifnya menggunakan lidah dan jari, membuat Allegra terkadang menjerit dan melenguh keras saat merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa.
“Kamu nikmat sekali,” ucap Gery serak, menghentikan aksinya, kini ia sudah berada di atas tubuh istrinya, bersiap untuk menghujam dan memberikan kenikmatan surga dunia kepada sang istri.
“Pelan-pelan, ada bayi kita,” ucap Allegra mengingatkan suaminya saat Gery menggesekkan senjata besar dan panjang itu di permukaan pintu lembahnya.
“Aku akan melakukannya dengan perlahan,” bisik Gery tepat di depan bibir Allegra, lalu mencaplok dan mellumat bibir yang sudah menjadi candunya itu dengan sangat rakus, bersamaan dengan ia menghujamkan senjatanya ke dalam lembah istrinya dengan sekali hentakan.
“Ah ah,” suara desaah tertahan keluar dari bibir Allegra. Wanita hamil itu sampai mencengkram kedua bahu suaminya dengan kuat, karena sensasi percintaan itu terasa berkali-kali sangat nikmat, tidak seperti biasanya.
Mungkin karena saat ini mereka bercinta melibatkan hati dan perasaan, jadinya rasanya berbeda dan terasa jauh lebih nikmat.
Kedua pipi Allegra memerah, saat mendengar ungkapan cinta dari Gery.
Benarkah itu? Apakah dia tidak salah dengar? Ataukah Gery tidak sadar mengucapkannya?
“Tadi kamu bilang apa?” tanya Allegra memastikan, sembari menatap wajah tampan Gery yang terlihat sangat tampan jika sedang berada di atasnya seperti ini.
“I Love You,” ucap Gery lagi.
__ADS_1
“Aku tidak salah dengar?” tanya Allegra lagi.
“Haruskah aku mengucapkan 100 kali agar kamu percaya?” Gery sedikit kesal, lalu mengentakkan senjatanya sedikit kasar.
“Ahh ... iya, aku percaya, tapi katakan lagi dengan lembut,” jawab Allegra disela desaahannya.
“I Love You, Allegra,” ucap Gery dengan lembut, lalu mencium bibir istrinya dengan lembut juga.
Allegra tersenyum disela ciumannya itu, dan membalas ciuman Gery tidak kalah lembut.
Di bawah temaram lampu tidur, Allegra merasa sangat bahagia. Begitu pula dengan Gery, yang sudah memantapkan hatinya untuk Allegra.
Kata-kata cinta dari Gery membuat Allegra merasa sangat di cintai oleh suaminya.
Setelah melalui perjalanan cinta yang menyakitkan, Allegra kini sudah menemukan kebahagiaannya.
***
Kasihan Dom🤣🤣🤣
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komentarnya🥰