
Allegra bangun tidur mengecek ponselnya, ia merasa kecewa karena Gery tidak menghubunginya. Kemudian Allegra mencoba menghubungi Gery namun nomor ponsel suaminya tidak aktif, hal itu membuat Allegra overthiking.
“Apakah sampai di Indonesia dia langsung melupakan aku?” Allegra bergumam sambil mengusap air matanya yang sudah membasahi pipinya. Tentu saja ia mempunyai pemikiran yang berlebihan karena ia takut jika Gery kembali seperti dulu lagi, suka bermain wanita, ia takut di tinggalkan.
Tidak ingin larut dalam segala pemikiran yang membuatnya pusing kepala, kini Allegra beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
*
*
“Kenapa susunya banyak sekali?” tanya Hana kepada Kepala Pelayan yang menyajikan dua gelas susu untuk ibu hamik di atas meja makan.
“Yang satu untuk Alle, Hana,” jawab Kepala pelayan tersebut.
“Ah, hampir saja lupa jika menantuku itu juga sedang mengandung,” ucap Hana sambil tertawa pelan, merasa lucu karena menantunya usianya lebih tua darinya.
Dante yang duduk di samping istrinya juga ikut tertawa geli, mengingat status keluarganya menjadi aneh.
Tidak berselang lama Dom dan Allegra bergabung di meja makan. Kedua orang itu saling diam dan tidak ada yang berbicara, di tambah lagi wajah mereka berdua terlihat kusut.
__ADS_1
Jika Dom masih merasa kesal dengan Dante, berbeda dengan Allegra merasa gelisah karena suaminya sampai sekarang belum menghubunginya.
“Kalian sedang bertengkar?” tanya Hana, menatap kedua orang itu bergantian dengan tatapan bingung, lalu beralih menatap suaminya yang merespons dengan cara menaikkan kedua bahu.
“Tidak!” jawan Dom dan Allegra bersamaan.
“Hei, ayolah ini di meja makan. Buang ekspresi wajah kalian yang menjengkelkan itu!” tegur Dante.
“Maaf,” ucap Allegra menundukkan kepala, kedua matanya berkaca-kaca. Perasaannya sedang sangat sensitif saat ini.
“Lebih menjengkelkan lagi jika melihat wajahmu!” balas Dom tanpa takut kepada Boss-nya yang sudah mendelik ke arahnya.
Semua orang di meja makan langsung terdiam dan fokus kepada makanan mereka masing-masing.
“Alle, minumlah susu hamilmu,” ucap Hana kepada Allegra yang sudah selesai sarapan.
“Iya, Mommy,” jawab Allegra.
“Pffttttt.” Dom menahan tawanya yang sudah ingin menyembur keluar, ketika mendengar Allegra memanggil Hana dengan sebutan ‘Mommy’.
__ADS_1
“Ada apa? Ada yang salah?” Hana menatap Dom dengan datar, membuat pria datar itu menjadi salah tingkah.
“Tidak ada yang salah, hanya saja merasa aneh,” jawab Dom sambil tersenyum tipis.
Allegra yang sedang sensitif langsung memarahi Dom. “Lebih aneh mana jika di bandingkan dengan wajahmu yang datar itu!” Allegra bersungut-sungut saat mengatakannya, lalu beranjak dari ruang makan dengan perasaan kesal.
Dante melipat kedua tangannya di dada, “kamu sudah membangunkan dua harimau yang sedang tertidur, Dom,” ucap Dante.
“Oke, aku minta maaf,” ucap Dom kepad Hana.
“Cepatlah menikah, agar kamu itu tidak menjadi pria yang menyebalkan!” sungut Hana beranjak dari duduknya dengan kasar, meninggalkan ruang makan.
Di ruang makan tersebut tersisa Dante dan Dom yang saling menatap dengan tajam.
“Sekarang kamu tidak hanya membangunkan harimau yang sedang tidur, tapi juga sudah memancing mereka untuk mengamuk. HAUMMMMM.” Dante mengerang seperti harimau di akhir kalimat, dan kedua tangannya seperti sedang ingin menerkam lawannya.
Ia ingin menakut-nakuti Dom, tapi tetap saja pria tersebut berekspresi datar.
“Dasar manusia kayu!” Dante menjadi kesal sendiri.
__ADS_1