
Gery merasakan resah karena ia harus terpaksa mengambil keputusan demi kebaikan istri dan calon buah hatinya. Ia duduk di tepian tempat tidur sambil mengusap tengkuk beralih mengusap wajahnya dengan kasar.
Allegra keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk putih melilit di tubuhnya.
Gery menatap istrinya yang berjalan ke arahnya. Ia tersenyum lalu menyambut istrinya untuk duduk di atas pangkuannya.
Allegra duduk seperti bayi koala di atas pangkuan suaminya. Begitu manja, tapi Gery suka.
“Ada apa?” tanya Allegra, mengalungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya.
Gery tidak menjawab pertanyaan istrinya. Ia mengendusi leher dan pundak Allegra, menghirup aroma beraroma lemon yang melekat di tubuh istrinya.
“Sabun kita sama tapi kenapa wanginya beda?” ucap Gery masih mengendusi leher istrinya dan menggigit kecil di sana hingga meninggalkan jejak kepemilikannya.
Allegra memiringkan kepalanya, memberikan akses Gery untuk mengeksplorasi leher dan pundaknya.
“Wanginya tetap sama,” jawab Allegra, menahan dessahan yang akan lolos dari bibirnya.
__ADS_1
Gery tidak menjawab ucapan istrinya, ia fokus dengan kegiatannya. Salah satu tangannya membuka lilitan handuk yang menutupi tubuh istrinya, ia langsung menghempaskan handuk tersebut ke sembarang arah. Tubuh polos Allegra kini sudah terpampang di depan matanya.
“Kamu belum puas?” tanya Allegra.
“Tidak akan pernah puas, tubuhmu canduku,” jawab Gery dengan suara seraknya, menatap wajah cantik Allegra dengan dalam.
“Aku akan sangat merindukanmu,” ucap Gery terasa berat, lalu memeluk tubuh istrinya yang polos itu dengan sangat erat.
Allegra terdiam, dan membisu. Dalam benaknya berpikir, apakah Gery akan meninggalkan dirinya lagi?
Kedua tangan yang tadinya memeluk suaminya kini berangsur lemas. Ia tidak bisa membayangkan jika di tinggalkan Gery lagi.
“Hei, kamu ini berbicara apa? Kita memang akan berpisah tapi hanya untuk sementara. Aku harus pulang Ke Indonesia karena lusa harus Ujian, aku tidak bisa membawamu karena kehamilanmu masih rentan,” jelas Gery panjang lebar, melepaskan pelukannya, lalu mencubit gemas salah satu pucuk dada istrinya.
Allegra bernafas lega mendengarnya.
“Maafkan aku. Aku tadi terlalu berlebihan. Aku hanya takut jika kamu akan meninggalkan aku lagi,” jawab Allegra sembari menangkup kedua sisi wajah suaminya yang tampan itu. Ia lupa jika suaminya masih seorang pelajar.
__ADS_1
CUP
Allegra melabuhkan ciuman di permukaan bibir Gery yang tebal dan sexy itu. Hanya sebuah kecupan singkat saja. Kemudian keduanya saling pandang, mengagumi antara satu sama lain.
“Aku tidak bisa berjauhan denganmu, Alle,” ucap Gery mengelus lembut pipi istrinya.
“Aku juga tidak bisa jauh dari kamu. Tapi, mau bagaimana lagi, kamu harus menyelesaikan pendidikanmu,” jawab Allegra.
“Aku akan kembali lagi untuk menjemputmu,” ucap Gery, lalu mencium bibir istrinya dengan sangat rakus, dan di balas Allegra tidak kalah rakus.
“Aku ingin mencetak rekor,” ucap Gery lalu membalikkan tubuh Allegra dan merebahkannya di atas ranjang tanpa melepaskan tautan bibir mereka.
“Jangan membuatku kelelahan,” jawab Allegra di sela ciuman panas itu.
“Aku yakin kamu akan menikmatinya, Sayang,” ucap Gery, kini ciumannya turun ke bawah, berhenti tepat di dada istrinya. Menyesap pucuk dada itu bergantian.
***
__ADS_1
Hot terus pengantin baru ini 😆😆 kalau mereka nanti LDR-an gimana ya?