Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Hari libur yang panas


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Dom sudah terparkir di halaman Mansion. Hana dan Allegra memasuki Mansion terlebib dahulu, meninggalkan Dante dan Dom yang masih berada di dalam mobil.


"Jangan bersedih, Dom. Aku berjanji bulan depan akan memberikanmu cuti," ucap Dante bersungguh-sungguh.


"Mulutmu sangat manis!" sungut Dom seraya keluar dari mobil tersebut.


"Hei! Dom, jangan seperti anak gadis yang sedang merajuk!" seru Dante lalu terkekeh pelan. Ia merasa senang saat melihat Dom yang sedang marah seperti itu.


Dante mengikuti Dom yang masuk ke dalam Mansion.


"Dom!" seru Dante, terus mengikuti Asistennya sampai di depan kamar pemuda itu.


"Jangan menggangguku!"


BRAK!


Dom menutup pintu kamarnya dengan sangat keras. Dante sampai memegang dadanya lantaran sangat terkejut.

__ADS_1


"Ya, ampun. Dia kalau sedang marah melebihi anak gadis yang sedang PMS," ucap Dante, lalu berjalan menaiki anak tangga, menuju kamarnya.


Ceklek


Dante membuka pintu kamarnya, ia menyembulkan kepala di balik pintu tersebut, menatap istrinya yang merebahkan diri di atas tempat tidur.


Dante memasuki kamar dengan sangat pelan, tidak lupa menutup pintu kamar tersebut tanpa suara. Ia melangkahkan kakinya arah tempat tidur, lalu menyusup di dalam selimut yang di gunakan oleh istrinya.


"Dad ..." Hana melenguh ketika merasakan sentuhan di pangkal pahanya.


Hana mengangkat sedikit kepalanya, lalu menyibakkan selimutnya, dan benar saja dugaannya jika Dante sedang berada di sela pahanya.


"Ahh, Daddy, Ugh ..." Hana seperti ikan yang menggelepar di tepi pantai. Ia mengangkat sedikit bokongnya, sambil menekan kepala Dante agar suaminya itu menghisap miliknya lebih dalam Bahkan ia semakin membuka kedua kakinya lebih lebar memberikan akses kepada Dante agar lebih leluasa menikmati daging tembemnya.


Tubuh Hana semakin menggelinjang tidak karuan. Rasa nikmat yang di berikan suaminya menjalar ke seluruh tubuhnya hingga menembus ke relung hatinya. Sangat nikmat bahkan sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata.


"Dad." Hana merasakan jika dirinya akan mencapai pelepasan.

__ADS_1


Dante segera menjauhkan diri, lalu melepaskan celana panjanganya sembari menyaksikan istrinya yang mencapai puncak. Terlihat sangat sexy dan menggairahkan.


Nafas Hana naik turun tidak beraturan. Ia seperti di terbangkan ke atas awan lalu di hempaskan ke dasar samudra. Tubuhnya terasa lemas seketika, namun Dante tidak akan membiarkannya lemas, karena pria itu sudah memancing gairahnya lagi, dengan cara mellumat bibirnya dengan sangat buas sambil meremass dua bukit kembarnya bergantian.


Hana mencengkram kedua bahu suaminya, saat merasakan benda pusaka sebesar talas bogor itu berusaha memasuki inti tubuhnya.


"Ugh," racau Dante ketika ia sudah berhasil menanam talas bogornya dengan sempurna, lalu ia memaju mundurkan pinggulnya dengan gerakan pelan dan hati-hati. Bibirnya masih bertaut pada bibir istrinya.


"Ahh ah," desaah Hana tertahan dibalik ciumannya itu saat Dante menyentakkan senjatanya keluar masuk dengan tempo yang pelan namun sangat dalam.


"Love you," bisik Dante saat melepaskab ciuman tersebut, tapi bagian bawah sana masih berkerja ekstra.


"Me too," jawab Hana, lalu mereka berciuman lagi dan melanjutkan aktitivitas mereka hingga mencapai pelepasan bersama.


***


Panas bestie🤣

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote dan saweran kembangnya. Hari ini udah 6 bab lagi ya, semoga besok bisa crazy up lagi.


see you besok lagiā¤ā¤šŸ’ƒ


__ADS_2