
Hana merasakan lidah Dante yang menerobos masuk ke dalam rongga mulutnya terasa hangat, basah dan nikmat. Membelit lidahnya, dan menghisapnya.
Ah, sangat nikmat. Sebuah kenikmatan yang menjalar keseluruh persendian tubuh keduanya. Menghatarkan sensasi panas yang semakin lama menjadi kobaran api gairah.
Kepala Dante miring kekiri dan kekanan, mencari posisi yang nyaman ketika mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candunya itu.
Kedua mata mereka saling terpejam saling menikmati ciuman yang sangat memabukkan itu.
Dante melepaskan ciumannya sesaat, menatap wajah cantik yang telihat sayu dan bergairah. Dante sangat menyukai wajah Hana yang seperti itu.
Hana tersenyum, begitu pula dengan Dante membalas senyuman Hana, lalu kedua bibir mereka saling bertubrukan lagi.
Tangan kanan Dante yang tadinya diam di pinggang Hana, kini merambat nakal menyusup masuk ke dalam dress yang dikenakan Hana. Menyentuh sesuatu yang ada di dalam sana. Sebuah kue donat yang terasa hangat, dan di atasnya di taburi dengan meses coklat dan teletak di sela paha istrinya. Dante menyentuh dan merabanya, terasa lembut dan legit.
Dante semakin tidak sabar untuk menyantapnya. Pasti sangat nikmat
Hana membuka sedikit kedua kakinya memberikan askes kepada sang suami agar bisa leluasa menyentuh dan memainkan donatnya.
Suara lenguhan keluar dari bibir Hana ketika suaminya menyentuh titik sensitifnya dengan gerakan memutar dan menekan.
"Shhh ..." Hana mendesis seperti ular, menangkup wajah Dante lalu mellumat bibir suaminya yang sexy itu dengan rakus.Gairahnya sudah naik sampai ke ubun-ubun. Tidak tahan lagi, bagian bawah sana terasa berdenyut, seperti ada sesuatu yang ingin meledak.
__ADS_1
"Dad ... Ah ..." suara Hana tercekat tubuhnya mengejan dan gerakan tangan Dante di bawah sana semakin cepat. Dan pada akhirnya tubuhnya tersentak ketika ada sesuatu yang keluar dari bagian intinya. Ia sudah sampai pelepasan pertamanya.
Dante menarik jarinya yang basah karena cairah Hana. Ia langsung menj*latnya hingga habis tidak tersisa.
"Manis," ucap Dante seraya mengecup pipi istrinya yang bersemu merah.
Hana mengatur nafasnya yang terasa kembang-kempis. Pelepasan pertama membuat tubuhnya lemas. Namun ia merasakan tonjolan keras yang ada di bawah bok*ngnya. Ia mempunyai tugas tugas, yaitu memuaskan suaminya.
Dante menurunkan Hana dari atas pengkuaanya.
"Kita ke kamar," ucap Dante, dan di angguki oleh Hana.
Mereka berdua keluar dari ruang kerja Dante dengan tergesa, bertepatan dengan Dom yang berjalan ke arah mereka dengan tergesa juga.
"Ada apa Dom? Jangan membicarakan masalah pekerjaan sekarang!" geram Dante.
Hana sudah was-was, jangan sampai malam pertamanya tertunda lagi. Ya ampun, sudah satu minggu di anggurin suaminya.
"Ini penting," jawab Dom lalu membisikkan sesuatu ke telinga Dante.
Rahang Dante mengeras dan telapak tangannya terkepal erat. Setelah mendengar bisikan dari Dom.
__ADS_1
Hana tidak tahu apa yang sedang di bisikkan Dom kepada suaminya, hingga membuat Dante terlihat sangat marah.
"Sayang, maaf aku harus pergi," ucap Dante dengan perasaan bersalah.
Cup
Cup
Dante mengecup seluruh wajah istrinya, dan terakhir mengecup bibir Hana dan tidak lupa menyesapnya sesaat.
Dom memalingkan wajahnya ketika melihat pemandangan yang membuat matanya tercemar.
"Daddy mau kemana?" tanya Hana, namun Dante langsung pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaanya.
Hana di tinggalkan tanpa kejelasan.
"Dom!" Hana meminta penjelasan kepada pria kaku itu, namun sama saja.
"Apa yang terjadi?" Hana bertanya kepada dirinya sendiri. Terpaku untuk beberapa saat, menatap punggung suaminya yang mulai menghilang dari pandangannya.
***
__ADS_1
Maaf ya, Malam pertamanya masih sangat jauh. 🤣
Jangan lupa like, dan Vote-nya.❤