Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Gara-gara jambang


__ADS_3

Pagi hari di Mansion mewah milik Dante.


Dom, Gery dan seluruh pengawal pria yang berjambang di perintahkan Dante untuk berbaris di halaman rumah.


Mereka semua sedang berbisik ‘ada apa ini?’ tidak hanya itu saja, mereka menjadi overthingking takut jika mereka melakukan kesalahan tanpa di sengaja.


Tidak berselang lama, Dante keluar rumah sembari membawa cukur rambut di tangannya.


“Hah? Apa maksud dari semua ini?” tanya Dom kepada Dante.


“Istriku merasa tidak nyaman melihat kalian semua yang berjambang. Jadi, aku ingin kalian mencukur jambang kalian sampai bersih,” jawab Dante.


“Apakah istrimu itu sudah gila?!” umpat Dom tanpa rasa takut sedikit pun.


“Kamu berani sekali mengumpati istriku, Dom! Sudah bosan hidup rupanya!” Dante menatap tajam Dom.


Dom menundukkan kepalanya sembari berkata, “Maaf.”


“Untuk apa berkata maaf. Karena yang kamu katakan itu benar. Istriku sedang tidak waras,” jawab Dante, membuat semua orang di sana terbengong lalu menahan tawa.


Dante menghela nafasnya dengan kasar, sambil mengelus jambang kebanggaannya. Demi calon buah hatinya, ia sepertinya harus kehilangan jambangnya untuk sementara waktu. Hiks.


“Daddy, jaga ucapanmu. Jika Little Mommy mendengarnya, bisa tamat riwayatmu!” Gery mengingatkan ayahnya.


“Maka dari itu kalian semua yang mendengar jangan sampai mengadu kepadanya! Paham!” ucap Dante terdengar tegas.

__ADS_1


“Paham!” jawab mereka kompak.


Dante memberikan alat cukur rambut kepada Dom. “Mulailah Dom!” ucap Dante ketika asistennya itu tidak menerima alat tersebut.


“Apakah Hana tidak tahu jika Jambang bagi pria Italia adalah sebuah kebanggaan?!” Dom menerima alat cukur rambut itu dengan kasar.


“Ini demi keponakanmu, Dom,” ucap Gery.


“Hari ini Hana lalu besoknya Allegra akan meminta hal yang aneh. Awas saja!” kesal Dom.


“Aku bersumpah tidak ingin menikah seumur hidupku! Wanita itu sangat merepotkan!” Dom terus menggerutu kesal, sembari mencukur jambangnya yang selama ini ia tata rapi melebihi rambutnya yang gondrong.


*


*


“Puas!” Dom berkata dengan kesal.


“Dom, kamu sungguh tampan sekali,” puji Hana.


“Benarkah,” Dom berkata sambil tersenyum, karena baru pertama kali ini mendapatkan pujian dari seorang wanita.


“Sweetie! Kamu tidak boleh memuji pria lain selain suamimu yang super tampan ini.” Dante cemburu dan melontarkan ucapan yang narsistik.


“Daddy juga tidak kalah tampan. Bagiku Daddy tetap yang nomor satu, I Love You, Daddy,” jawab Hana, sembari memberikan finger heart kepada suaminya.

__ADS_1


Wajah Dante yang selalu terlihat garang kini tersipu malu, terlihat sangat lucu bagi siapa pun yang melihatnya.


“I Love You Too, Sweetie,” jawab Dante seolah menerima finger heart dari istrinya itu.


“Kenapa kalian menjadi sangat menyebalkan!” ucap Dom dan Gery bersamaan, lalu membubarkan para pengawal untuk segera melanjutkan tugas mereka.


“Kamu iri Dom,” ucap Dante lalu memeluk istrinya dengan sangat erat.


Dom mendengus lalu beralih menatap Gery.


“Aku tidak iri, karena aku sudah mempunyai istri. Sayang, I Love You!” seru Gery kepada istrinya yang sedang berjalan ke arahnya.


Allegra bersemu merah saat mendengar ucapan Gery.


“Kalian memang sudah menjadi budak cinta!” gerutu Dom. Tapi, di dalam hatinya merasa senang karena Dante dan Gery sudah bahagia dengan pasangannya.


“Sekarang giliranmu, Dom. Bersenang-senanglah. Aku akan memberikanmu cuti selama satu minggu,” ucap Dante.


“Benarkah? Hem, kalau begitu, aku akan memanfaatkannya untuk pulang ke rumah,” jawab Dom, karena sudah hampir tiga bulan dirinya tidak pulang ke rumahnya.


“Kamu akan ke Toronto? Salam untuk Bibi,” ucap Dante mengulas senyum.


“Oke,” jawab Dom.


****

__ADS_1


Dukungannya bestie, jangan lupa ya❤


__ADS_2